KESEHATAN
2 April 2020

Pneumonia Karena Virus Corona Novel, Ini Menurut Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan

Cari tahu pembahasan lengkapnya berikut ini, Moms!
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Virus Corona novel (2019-nCoV) yang awal mulanya terjadi di China dan menyebar ke negara lain memberikan gejala pneumonia pada beberapa orang yang telah terinfeksi.

Kondisi ini juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia, yang memasang thermal detector di bandara, dan pelabuhan untuk mencegah masuknya penyakit ini dari wisatawan asing.

Dalam situs pemantauan virus Corona novel yang dibuat Center for Systems Science and Engineering (CSSE) JHU, sudah ada 107 orang yang meninggal, dan 17 negara yang terinfeksi virus Corona novel.

Berikut ini penjelasan dari Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Konsultan Paru Kerja dan Lingkungan di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dr. Feni Fitriani, Sp. P (K), M.Pd.Ked tentang penyakit pneumonia dan virus Corona novel.

Baca Juga: 5 Pengobatan Pneumonia yang Mudah Dilakukan di Rumah

Pengertian Pneumonia

pneumonia-1

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut yang menyerang jaringan paru-paru akibat adanya mikrorganisme seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh.

"Biasanya, pneumonia disebabkan oleh streptococcus, staphylococcus, dan lagionella. Namun, penyebab merebaknya wabah ini ditelusuri bukan berasal dari virus biasa yang menyebabkan penyakit pneumonia," jelas dr. Feni.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa virus yang menyebabkan wabah ini adalah novel Coronavirus (nCoV) atau virus korona.

Virus Corona sebelumnya juga menyebabkan penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang menjangkiti ribuan orang di dunia.

Proses Infeksi Virus Corona Novel

cegah infeksi virus Corona novel.jpg

Foto: josephmuciraexclusives.com

"Sampai saat ini, belum diketahui cara virus Corona novel yang menjangkit tubuh seseorang," kata dr. Feni.

Namun, diperkirakan wabah bisa menular dari manusia ke manusia atau hewan ke manusia, karena beberapa investigasi menyebutkan bahwa pekerja di pasar ikan (sebagai tempat pertama penularan penyakit ini) banyak terjangkit wabah ini. Beberapa jenis virus Corona juga diketahui terdapat di peredaran darah hewan.

"Meskipun penyakit ini dapat menyerang orang di segala usia, tetapi anak kecil, ibu hamil dan lansia harus lebih waspada, karena kekebalan tubuhnya tidak sebaik kekebalan tubuh pada orang di usia produktif," tambahnya.

Dalam jurnal Methods in Molecular Biology, juga dijelaskan bahwa virus-virus Corona pada manusia yang umum lebih rentan menyerang bayi, lansia, dan individu yang sedang mengalami penyakit infeksi saluran pernapasan.

Baca Juga: Stop Bingung dan Tertukar, Ini Beda Infeksi Virus dan Bakteri pada Anak

Gejala Penyakit Pneumonia Karena Virus Corona

gejala virus Corona novel

Foto: Orami Photo Stock

Dijelaskan dr. Feni, gejala penyakit pneumonia akibat virus Corona sebenarnya sama dengan gejala penyakit pneumonia biasa. Penanganan segera dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah penularan ke orang lain.

Segeralah ke dokter, apabila Moms merasakan dan mengalami beberapa kondisi seperti di bawah ini:

  • Demam dan infeksi saluran pernapasan dengan gejala batuk kering dan pilek.
  • Sesak dan kesulitan bernapas, juga lesu.
  • Pernah berkunjung atau tinggal di Wuhan, China dalam beberapa minggu terakhir.
  • Pernah berkunjung ke negara-negara yang sudah terjangkit dalam beberapa minggu terakhir.
  • Memiliki kontak fisik atau telah berkomunikasi dengan seseorang yang positif terinfeksi virus Corona novel.
  • Lebih khusus, pernah datang ke pasar hewan (hewan hidup dan mati) di negara terjangkit.

Pencegahan Wabah Pneumonia

mencegah tertular virus Corona novel

Foto: Orami Photo Stock

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, melalui Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan tubuh dengan cara-cara berikut:

  • Mengonsumsi makanan kaya akan serat dan vitamin
  • Istirahat yang cukup
  • Menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan
  • Mencuci tangan saat bepergian, terutama ketika berkunjung atau kembali dari negara terjangkit

"Meskipun sudah ada beberapa vaksin untuk mencegah pneumonia, seperti vaksin pneumokokus (PCV atau PPSV23), dan vaksin Hib, sayangnya belum ada vaksin khusus untuk mencegah virus penyebab wabah pneumonia yang mewabah saat ini. Ini karena pneumonia pada kasus outbreak sekarang disebabkan oleh virus Corona jenis baru," jelas dr. Feni.

Begitu juga dengan Centers for Disease Control and Prevention yang menyatakan bahwa hingga kini tidak ada pengobatan antivirus khusus untuk infeksi 2019-nCoV.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah wabah pneumonia karena virus Corona novel:

  • Hindari bepergian ke daerah terjangkit.
  • Jangan panik, tapi tetap waspada. Bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernapas, segera ke rumah sakit terdekat.
  • Perhatikan kebersihan, rajin cuci tangan terutama sebelum memegang mulut, hidung, dan mata, atau setelah memegang instalasi publik.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun cair, serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, bisa menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 70-80 persen.
  • Melakukan etika batuk dan bersin yang benar, dengan menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan baju ketika batuk dan bersin.
  • Ketika memiliki gejala saluran napas, gunakan masker dan segeralah berobat ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga: 4 Fakta Terbaru Virus Corona Novel, Belasan Negara Terinfeksi Hingga Isu Konspirasi

Jika Mengunjungi Negara dengan Outbreak Virus Corona Novel

cegah infeksi virus Corona novel-2.jpg

Foto: pbs.org

Apabila terpaksa harus mengunjungi negara outbreak atau negara yang sudah terjangkit wabah ini, berikut hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk mengurangi risiko pneumonia karena virus Corona novel:

  • Hindari menyentuh hewan atau burung
  • Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan, atau pasar hewan hidup
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang memiliki gejala infeksi saluran napas
  • Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan
  • Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan segera
  • Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika memiliki gejala demam atau gejala lain. Beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

"Wabah virus Corona novel memang belum ada memobatnya. Namun, dengan menjaga daya tahan tubuh, menjalani perilaku hidup bersih dan gaya hidup sehat, dapat mencegah penyebaran penyakit ini lebih luas," tutup dr. Feni.

Artikel Terkait