BAYI
20 Agustus 2019

Polidaktili, Kelainan yang Sebabkan Bayi Lahir dengan Lebih dari 5 Jari

Polidaktili seringkali disebabkan oleh faktor genetik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kelainan polidaktili adalah suatu kondisi di mana bayi dilahirkan dengan lebih dari lima jari. Ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua kaki dan/atau tangan.

Istilah polidaktili berasal dari bahasa Yunani, yakni poly (banyak) dan dactylos (jari). Oleh karena itu, kelainan ini juga sering kali disebut ‘supernumerary’, yang berarti ‘lebih dari jumlah normal’.

Berbagai penanganan tersedia tergantung pada jenis polidaktili.

Baca Juga: Tetralogy of Fallot, Salah Satu Kelainan Jantung Bawaan Pada Bayi

Terbagi Menjadi Tiga Jenis

Polidaktili, Kelainan yang Sebabkan Bayi Lahir dengan 5+ Jari 1.jpg

Foto: kidspot.com.au

“Polidaktili dibagi menjadi beberapa jenis. Jari ekstra bisa ditemukan di sebelah ibu jari (polidaktili preaksial), di sebelah jari kelingking (polidaktili postaksial), atau di sela-sela jari (polidaktili sentral),” kata ahli bedah tangan Dr. Terry Light, kedua Departemen Bedah dan Rehabilitasi Ortopedi di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, seperti dikutip dari situs Gottlieb Memorial Hospital.

“Jari ekstra biasanya lebih kecil dan berkembang secara tidak normal. Beberapa bayi memiliki dua ibu jari di masing-masing tangan, sementara bayi lain bisa memiliki tujuh atau delapan jari dan tidak memiliki ibu jari.” tambahnya.

Sering Kali Disebabkan oleh Faktor Genetik

Polidaktili, Kelainan yang Sebabkan Bayi Lahir dengan 5+ Jari 2.jpg

Foto: newshub.co.nz

Mengutip situs website Boston Children’s Hospital, selama perkembangan embrionik normal (saat bayi masih dalam kandungan), tangan pada awalnya berbentuk seperti dayung dan pada sekitar minggu ke-6 atau ke-7 kehamilan mulai terbagi menjadi jari-jari yang terpisah.

Polidaktili bisa terjadi jika terjadi masalah dalam proses ini, misalnya jari ekstra terbentuk saat ada satu jari yang terbelah menjadi dua.

Sebagian besar kasus kelainan polidaktili bersifat sporadis, yang berarti bahwa kondisi ini terjadi tanpa sebab yang jelas. Namun, dalam beberapa kasus diduga disebabkan oleh cacat genetik atau sindrom herediter yang mendasarinya.

Tandanya Berhubungan dengan Bentuk Fisik dan Jumlah Jari

Polidaktili, Kelainan yang Sebabkan Bayi Lahir dengan 5+ Jari 3.jpg

Foto: burhanozalp.com

Cara mengenali kelainan polidaktili bisa bervariasi. Menurut Medical News Today, jari ekstra mungkin akan muncul dalam bentuk:

  • Berukuran kecil, berupa benjolan jaringan lunak, dan tidak mengandung tulang (nubbin).
  • Jari pada awalnya mengandung tulang tetapi tidak ada persendian.
  • Jari normal yang dilengkapi dengan jaringan, tulang, dan sendi. Jari ekstra ini juga bisa digerakkan dan difungsikan.

Baca Juga: Mengenal Fenilketonuria, Kelainan Genetika Langka Pada Bayi Sejak Lahir

Tidak Harus Selalu Diangkat melalui Tindakan Operasi

Polidaktili, Kelainan yang Sebabkan Bayi Lahir dengan 5+ Jari 4.jpg

Foto: bmj.com

Ada dua jenis penanganan berbeda yang bisa dilakukan untuk kelainan polidaktili. Pada jari ekstra yang hanya berupa jaringan lunak tanpa tulang, dokter biasanya hanya mengikat jaringan tersebut untuk menghentikan saluran darah hingga terlepas dengan sendirinya.

“Untuk jari ekstra yang terbentuk dengan lebih baik, diperlukan tindakan operasi. Terutama untuk ibu jari, karena membutuhkan proses rekontruksi yang jauh lebih kompleks. Jari ekstra harus diambil dan jari lainnya harus distabilkan,” jelas Dr. Charles Goldfarb, ahli bedah ortopedi Washington University di St. Louis. Dikutip dari Washington University.

Waktu intervensi bedah bervariasi tergantung pada deformitas. Bayi yang lahir dengan jari ekstra sangat kecil di samping kelingking tangannya bisa ditangani pada usia yang sangat muda, bahkan pada usia 3 hingga 6 minggu.

Tetapi untuk jari yang strukturnya lebih baik, biasanya baru bisa menjalani penanganan di usia antara 6 hingga 12 bulan.

Pada kasus polidaktili preaksial, harus menunggu sampai bayi sedikit lebih tua dan memungkinkan pembentukan jari yang lebih baik yaitu antara usia 12 hingga 18 bulan.

Ada berbagai pilihan penanganan, tanyakan pada dokter tindakan manakah yang paling tepat sesuai dengan kondisi Si Kecil.

Baca Juga: Mengenal Craniosynostosis, Kelainan Tulang Tengkorak Pada Bayi

Terkadang, polidaktili bisa didiagnosis selama tiga bulan pertama kehamilan. Ini dilakukan dengan menggunakan ultrasound atau fetoscopy embrio. Jadi, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini jika saat ini Moms tengah mengandung.

(RGW)

Artikel Terkait