PROGRAM HAMIL
17 Maret 2020

Polusi Udara Dapat Mengurangi Fertilitas

Tidak hanya pada wanita, polusi udara dapat mengurangi fertilitas dan masalah kesehatan lainnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Merokok, obat-obatan terlarang hingga mengonsumsi minuman keras telah banyak dikaitkan dengan masalah fertilitas yang mempersulit pasangan untuk memiliki keturunan.

Namun rupanya, udara yang setiap hari kita hirup pun bisa memengaruhi sistem reproduksi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ya, secara penelitian, polusi udara mengurangi fertilitas. Tidak hanya pada wanita, tapi juga pria.

Baca Juga: Viral Jakarta Punya Polusi Udara Buruk, Cegah Dampak Polusi Pada Tubuh dengan 5 Cara Ini

Polusi Udara Mengurangi Fertilitas Menurut Ahli

Berikut ini paparan penelitian yang mengaitkan polusi udara mengurangi fertilitas dan masalah kesehatan lain yang mengintai akibat polusi.

1. Polusi Udara Mengurangi Fertilitas Pria

1 Polusi Udara Mengurangi Fertilitas Pria.jpg

Foto: theecoambassador.com

Sebuah penelitian terhadap 6,500 pria yang tinggal di Taiwan menemukan bahwa tingginya polusi udara mengurangi fertilitas, dalam hal ini kualitas sperma.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Open ini menunjukkan pada setiap 5 mikrogram/m3 udara terjadi peningkatan partikel kecil yang disebut PM 2.5, maka terjadi peningkatan 26% risiko mendapatkan besar dan ukuran sperma normal di bawah 10%.

Efek ini ditemukan saat partikel tersebut bertambah hingga 25 mikrogram/m3.

Baca Juga: Polusi Udara Jakarta Makin Buruk, Lakukan 5 Cara Ini untuk Memperbaikinya

Walaupun penelitian ini belum dapat menerangkan dengan jelas bagaimana polusi udara mengurangi fertilitas, namun menurut para peneliti hal ini disebabkan oleh komponen partikulat halus.

Contohnya logam berat dan polycyclic aromatic hydrocarbons yang telah dikaitkan dengan kerusakan sperma.

Paparan radikal bebas yang disebabkan oleh polusi udara juga dapat merusak DNA dan mengubah proses pembentukan sel dalam tubuh.

“Meskipun perkiraan efeknya kecil dan signifikansinya mungkin dapat diabaikan dalam pengaturan klinis, namun ini adalah tantangan kesehatan publik yang penting,” ungkap Dr Xiang Qian Lao dari Chinese University of Hong Kong, seperti dikutip dari telegraph.co.uk.

2. Polusi Udara Mengurangi Fertilitas Wanita

2 Polusi Udara Mengurangi Fertilitas Wanita.jpg

Foto: globalsherpa.org

Dalam penelitian berbeda juga ditemukan hubungan polusi udara mengurangi fertilitas wanita.

Penemuan ini dipaparkan pada European Society of Human Reproduction and Embryology dan didasarkan pada tingkat hormon yang disebut AMH.

Hormon ini dilepaskan oleh sel-sel dalam ovarium dan memberikan indikasi cadangan ovarium wanita (jumlah telur yang dapat dihasilkan).

Baca Juga: Tinggal Di Kota Besar? Begini Cara Melindungi Anak dari Polusi Udara

Saat peneliti membagi tingkat polusi menjadi empat bagian, ditemukan bahwa wanita yang tinggal di tempat dengan polusi terburuk mengalami dua sampai tiga kali lebih besar kemungkinan untuk memiliki tingkat AMH di bawah 1 ng/ml, yang menandakan rendahnya cadangan ovarium.

“Aspek lingkungan hidup sangat perlu diperhatikan, sehingga kita harus mengurus lingkungan di dalam ruangan maupun di luar ruangan,” ungkap peneliti utama dari University of Modena dan Reggio Emilia di Italia, Antonio La Marca, seperti dikutip dari theguardian.com.

3. Pengaruh Polusi Udara Terhadap Kesehatan

3 Pengaruh Polusi Udara Terhadap Kesehatan.jpg

Foto: indianapublicradio.org

Tidak hanya polusi udara mengurangi fertilitas, namun juga merusak setiap organ dan hampir setiap sel dalam tubuh manusia. Paparan ini berdasarkan review global yang dipublikasikan dalam CHEST Journal.

Penelitian ini menunjukkan kerusakan dari kepala ke kaki, dari penyakit jantung dan paru-paru hingga diabetes dan demensia.

Tidak terlupa masalah hati, kanker kandung kemih, tulang rapuh, dan kerusakan kulit yang mengintai akibat polusi udara.

Kerusakan sistemik akibat polusi udara ini menyebabkan peradangan yang kemudian mengalir ke tubuh dan partikel sangat halus yang dibawa melalui aliran darah.

Baca Juga: Dampak Polusi Udara Buruk Pada Ibu Hamil

“Dunia telah menyudutkan tembakau (rokok). Sekarang perlu juga dilakukan hal yang sama pada ‘tembakau baru’ yaitu udara beracun yang miliaran orang hirup setiap hari.

Tidak ada, baik kaya maupun miskin, dapat melarikan diri dari polusi udara,” ungkap Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari theguardian.com.

Fakta-fakta penelitian polusi udara mengurangi fertilitas dan masalah kesehatan lainnya ini berusaha mengingatkan kembali masyarakat untuk bekerja sama menjaga bumi dari paparan polusi.

Jalan keluar terbaik perlu diambil pemerintah dunia dan tentunya mengajak masyarakat untuk turut andil mengurangi polusi.

GS

Artikel Terkait