ORAMI MAGAZINE
10 Agustus 2019

Popok Sekali Pakai Sebabkan Ruam Kulit Pada Bayi?

Kesalahan apa yang sudah Moms lakukan sehingga Si Kecil mengalami ruam?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Ketika kulit bagian pantat Si Kecil yang biasanya halus dan lembut tiba-tiba saja dipenuhi dengan ruam popok, tentu saja Moms merasa sangat kecewa.

Moms mungkin juga bertanya-tanya tentang apa yang terjadi.

Kesalahan apa yang sudah Moms lakukan sehingga Si Kecil mengalami ruam?

Apakah karena Si Kecil memakai popok sekali pakai? Benarkah popok sekali pakai sebabkan ruam?

Popok Sekali Pakai Bisa Menjadi Salah Satu Penyebab Ruam Popok

Pampers Sebabkan Ruam Kulit Pada Bayi 1.jpg

Foto: babyology.com.au

Menurut American Academy of Pediatrics, lebih dari separuh bayi di dunia yang berusia antara 4 hingga 15 bulan akan mengalami ruam popok setidaknya sekali dalam periode dua bulan.

Salah satu penyebabnya adalah memakai popok sekali pakai atau tisu basah yang tidak terjamin kualitasnya.

“Meskipun tidak dapat mengatasi iritasi, hal terbaik yang harus Moms lakukan adalah mencoba produk yang berbeda,” kata dokter anak James Mandelik, MD., seperti dikutip dari health.clevelandclinic.org.

“Strategi paling sederhana (untuk mencegah dan mengatasi ruam akibat penggunaan popok sekali pakai) adalah coba-coba. Lalu, hentikan penggunaannya pada satu waktu.”

Baca Juga: Selain Ruam Popok, Ini Beberapa Masalah Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

Dapat Dipicu Penyebab Selain Popok Sekali Pakai

Pampers Sebabkan Ruam Kulit Pada Bayi 2.jpg

Foto: todaysparent.com

Kendati beberapa jenis popok sekali pakai sebabkan ruam, ada faktor-faktor lain yang juga dapat memicu atau menyebabkan ruam popok pada bayi seperti gesekan, kelembaban, urin, dan feses.

Terkadang ruam popok juga dipicu oleh infeksi dari jamur seperti Candida albicans.

“Dimulai dari kulit yang sangat sensitif, ditambah interaksi dengan bahan kimia dan kelembaban dari urin atau feses, menutupi area tersebut menggunakan popok yang berkali-kali bergeser akan menyebabkan ruam popok. Kulit yang rusak ini rentan terhadap berkembangnya bakteri dan jamur, yang dapat memperburuk ruam,” kata Dr. Bill Sears, dikutip dari askdrsears.com.

Baca Juga: Sebabkan Gatal dan Perih, Ikuti 5 Tips Menghindari Ruam Popok Pada Kulit Bayi

Popok Kain vs Popok Sekali Pakai: Mana Paling Baik untuk Mencegah Ruam?

Pampers Sebabkan Ruam Kulit Pada Bayi 3.jpg

Foto: foodiemom.co

Mengutip situs WebMD, tidak satupun dari popok sekali pakai ataupun popok kain yang terbaik untuk mengurangi risiko ruam popok.

Tetapi menurut Tanya Remer Altmann, MD, FAAP, “Kebanyakan dokter anak merasa bahwa popok sekali pakai mencegah iritasi ruam popok. Itu karena popok jenis ini menjaga area pantat dan selangkangan bayi lebih kering.”

Dr. Altmann mengatakan bahwa orang tua yang menggunakan popok kain juga dapat mengurangi risiko dengan meminimalkan frekuensi kontak antara area pantat bayi dengan urin dan feses.

“Jika Moms mengganti popok bayi sesering mungkin, seperti yang disarankan, Moms dapat mencegah ruam popok ketika menggunakan kedua jenis popok (popok sekali pakai ataupun popok kain).”

Baca Juga: 5 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Mengganti Popok Balita

Bagaimana Cara Mencegah atau Mengurangi Risiko Ruam Popok pada Bayi?

Pampers Sebabkan Ruam Kulit Pada Bayi 4.jpg

Foto: time.com

  • Selalu ganti popok bayi yang sudah basah atau kotor sesegera mungkin. Selain itu, berhati-hatilah jika bayi menderita diare atau sedang minum antibiotik (atau jika Moms minum antibiotik saat menyusui). Antibiotik dapat menyebabkan feses menjadi encer dan meningkatkan risiko iritasi.
  • Oleskan salep atau krim pelindung. Cari produk yang mengandung zinc oksida atau petroleum jelly untuk digunakan dan diaplikasikan saat mengganti popok.
  • Jika memungkinkan, biarkan bayi tidak memakai popok selama berada di dalam rumah. Ini akan membuat bagian bawah tubuhnya terkena udara segar.

Apakah Si Kecil sedang mengalami ruam popok? Tindakan apa yang Moms lakukan untuk mengatasinya?

(RGW)

Artikel Terkait