PERNIKAHAN & SEKS
8 Oktober 2020

7 Posisi Berhubungan Agar Bayi Cepat Lahir, Ingin Coba?

Berhubungan aman dan nyaman jelang persalinan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Amelia Puteri

Berhubungan intim atau seks sering dianggap salah satu cara induksi alami untuk mempercepat datangnya proses persalinan.Sayangnya, kebenaran tentang hal ini masih menjadi perdebatan hingga sekarang.

Memang sudah banyak studi dan penelitian dilakukan terkait hubungan seks dan induksi persalinan, namun beberapa di antaranya menunjukkan hasil kontradiktif.

Sehingga keabsahan teori terkait posisi berhubungan agar bayi cepat lahir belum dapat dipastikan.

Studi dari Journal of Obstetrics and Gynaecology Research yang dipublikasikan tahun 2006 melibatkan 200 wanita yang sedang hamil minimal 36 minggu. Mereka diminta mencatat aktivitas seksualnya hingga tiba masa persalinan.

Hasilnya menunjukkan jika wanita yang aktif secara seksual pada trimester ketiga rata-rata memiliki waktu persalinan lebih dulu daripada mereka yang tidak berhubungan seksual sama sekali.

Selain itu, pada tahun 2014 Iranian Red Crescent Medical Journal mempublikasikan hasil pengamatannya.

Sekelompok peneliti mengumpulkan data dari rumah sakit terkait lebih dari 120 wanita yang datang ke rumah sakit dengan tanda-tanda persalinan seperti kontraksi, pendarahan, atau ketuban pecah.

Mereka ditanya tentang aktivitas seksualnya selama seminggu terakhir. Para peneliti menemukan pasangan yang aktif melakukan kegiatan seksual melahirkan lebih cepat daripada wanita yang tidak berhubungan seksual sama sekali.

Namun, penelitian serupa dari Journal of Obstetrics and Gynaecology Research yang tayang pada 2007 tidak menunjukkan hubungan positif antara aktivitas seksual dengan kelahiran.

Penelitian tersebut melibatkan 200 wanita yang dibagi menjadi dua kelompok, yakni yang melakukan hubungan seksual seminggu sebelum hari perkiraan lahir dan mereka yang sama sekali tidak melakukannya.

Hasilnya angka persalinan spontan antara kedua kelompok kurang lebih sama, masing-masing adalah 55,6 persen dan 52 persen.

Lebih lanjut, kali ini para peneliti memeriksa 47 wanita yang melakukan hubungan seks pada usia kehamilan 39 minggu dibandingkan 46 wanita lainnya yang tidak aktif secara seksual.

Usia kehamilan bayi yang lahir dari ibu yang aktif secara seksual sebenarnya sedikit lebih tua (39,9 minggu) dibandingkan yang tidak aktif (39,3 minggu).

Tim peneliti menyimpulkan, bahwa seks tidak menyebabkan persalinan atau mematangkan serviks

Meskipun masih pro dan kontra, Moms dapat melakukan seks saat hamil yang aman. Berikut ini posisi berhubungan agar bayi cepat lahir yang bisa dicoba.

Baca Juga: 5 Tips Seks Saat Hamil yang Aman dan Nyaman, Catat!

Posisi Berhubungan Agar Bayi Cepat Lahir

posisi berhubungan agar bayi cepat lahir-1

Foto: Orami Photo Stock

Berbicara mengenai posisi berhubungan agar bayi cepat lahir, tak sedikit wanita hamil yang mengaku merasakan kontraksi setelah berhubungan.

Dilansir Healthline, seks dan orgasme tidak akan menyebabkan persalinan dini, namun mungkin memicu kontraksi palsu atau Braxton-Hicks.

Kontraksi palsu biasanya menimbulkan rasa kram sementara di area rahim tetapi polanya tidak beraturan dan akan hilang saat berganti posisi.

Beberapa teori menyebutkan alasan kenapa kontraksi bisa timbul setelah berhubungan, di antaranya karena tingginya hormon prostaglandin yang terdapat dalam sperma.

Ketika ejakulasi dan sperma memasuki vagina, prostagladin ini tersimpan di dekat serviks dan dapat membantu mematangkan rahim, mempersiapkan pelebaran, dan bahkan dapat menyebabkan rahim berkontraksi.

Selain itu, tubuh melepaskan hormon oksitosin saat berhubungan. Hormon ini juga disebut juga hormon cinta karena berperan dalam hubungan romantis, seks, reproduksi, bahkan ikatan antara ibu dan bayi.

Hormon oksitosin merupakan hormon alami dari pitocin, yakni hormon buatan yang digunakan saat induksi medis dalam persalinan.

Terlepas dari kepercayaan terkait posisi berhubungan agar bayi cepat lahir, namun kegiatan bercinta saat hamil dapat menjadi waktu intim berdua bersama pasangan sebelum buah hati lahir.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memulai hubungan seksual adalah posisi bercinta, mengingat ukuran perut sudah jauh lebih besar saat memasuki trimester akhir.

Tujuh posisi berikut ini bisa menjadi alternatif yang nyaman dan aman sebagai posisi berhubungan agar bayi cepat lahir bagi Moms.

1. Woman on Top

Untitled.jpg

Sumber: thebump.com

Seks dengan posisi cowgirl atau woman on top cukup ideal dilakukan pada kehamilan trimester akhir sebagai posisi berhubungan agar bayi cepat lahir. Alasannya, karena posisi ini tidak memberikan tekanan terhadap perut.

Selain itu, Moms bisa lebih leluasa mengontrol kedalaman penetrasi. Dengan begini Moms bisa mengeksplorasi sudut dan bagian mana yang terasa paling nyaman.

Agar lebih seimbang, Moms bisa coba berpegangan pada kepala kasur. Stimulasi pada klitoris dan payudara pun mungkin dilakukan pasangan dalam posisi ini sehingga membuat kegiatan seks menjadi lebih menyenangkan.

Jangan ragu untuk membicarakan apa yang diinginkan Moms dan area tubuh mana saja yang ingin distimulasi.

2. Reverse Cowgirl

2.jpg

Sumber: thesun.co.uk

Reverse cowgirl merupakan posisi kebalikan dari woman on top. Moms tetap berada di atas, namun kali ini posisinya membelakangi pasangan. Ini bisa menjadi posisi berhubungan agar bayi cepat lahir.

Dilansir dari laman Women's Health, posisi ini juga memungkinkan wanita memegang kendali atas kecepatan dan dalamnya penetrasi dengan sedikit membungkuk ke depan atau sedikit berbaring ke belakang demi menemukan angle yang tepat.

Baca Juga: Ini 4 Posisi Seks yang Aman dan Nyaman Saat Hamil

3. Doggy Style

1.jpg

Sumber: thesun.co.uk

Dalam wawancara bersama Romper, pakar sex dan hubungan asal Toronto, Kanada, Dr. Jess O’Reilly mengatakan jika posisi doggy style cocok dilakukan bagi ibu hamil.

"Posisi ini mengurangi tekanan pada kandung kemih atau rahim, yang dapat membuat Anda merasa tidak nyaman karena meningkatkan sensasi ingin buang air kecil," jelasnya.

Jess juga menyarankan untuk meminta pasangan agar tetap diam dan membiarkan wanita mengambil kontrol saat menggerakkan pinggul.

Untuk mencoba posisi berhubungan agar bayi cepat lahir ini, posisikan diri dalam keadaan seperti merangkak selagi pasangan melakukan penetrasi dari belakang.

Mintalah pasangan melakukannya dengan perlahan dan komunikasikan apa yang terasa nyaman dan tidak.

Beberapa wanita bisa saja merasa tidak nyaman berhubungan dalam posisi ini karena doggy style memungkinkan penetrasi yang lebih dalam. Sedangkan saat hamil keadaan serviks menjadi sangat sensitif dan lebih bengkak.

Selain itu, berdiri sambil menunduk dan berpegangan tembok atau kursi bisa menjadi alternatif untuk melakukan penetrasi dari belakang. Terutama jika Moms merasakan tekanan yang tidak nyaman di lutut atau tangan ketika dalam posisi merangkak.

4. Spooning

thesun.co.uk

Sumber: thesun.co.uk

Dikutip dari The Bump, terapis seks dan pernikahan berlisensi, Dr. Kat Van Kirk, PhD menjelaskan spooning dengan berbaring miring merupakan salah satu gaya bercinta terbaik saat memasuki kehamilan trimester tiga.

“Nyaman, tidak ada yang harus terlalu repot, dan penetrasi tidak terlalu dalam, yang bagus jika serviks Anda sensitif,” terangnya.

Pada posisi berhubungan agar bayi cepat lahir ini, Moms hanya perlu berbaring miring ke sisi yang dirasa paling nyaman, lalu ajak pasangan meringkuk menghadap punggung.

Posisi spooning juga meminimalisir tekanan pada perut dan kandung kemih. Untuk rangsangan yang lebih kuat, mintalah pasangan anda menstimulasi area klitoris saat melakukan penetrasi.

Baca Juga: Risiko Oral Seks Saat Hamil, Bisa Bahayakan Moms dan Janin

5. Side-by-side

4.jpg

Sumber: thebump.com

Kebalikan dari spooning, pada posisi side-by-side berbalinglah menghadap ke arah pasangan dan minta ia menumpukan kakinya di atas kaki Moms baik dalam keadaan lurus atau lutut ditekuk.

Terapis seks dan psikolog berlisensi di Center for Marital and Sexual Health of South Florida, Rachel Needle, PsyD, mengatakan posisi ini memungkinkan variasi kecepatan dan kedalaman saat penetrasi.

"Posisi ini juga bagus karena tidak membutuhkan banyak energi," ujarnya.

Kelebihan lainnya, posisi berhubungan agar bayi cepat lahir ini membuat Moms dan pasangan dapat saling berinteraksi karena berhadap-hadapan dengan jarak yang dekat dan memungkinkan adanya kontak mata.

Dengan begitu, keintiman pun semakin dalam terjalin. Namun, beberapa wanita mengeluhkan terasa tekanan di daerah punggung bagian bawah. Kalau Moms juga merasakannya, coba selipkan bantal di antara lutut untuk menguranginya.

6. Menggunakan Sofa atau Kursi

TM-comp-sex-position.jpg

Sumber: thesun.co.uk

Posisi bercinta di atas kursi atau sofa seperti ini sering juga disebut dengan champagne room position.

Tidak melulu harus menggunakan sofa, pada dasarnya posisi ini dilakukan dalam keadaan duduk dengan kaki menapak sehingga bisa juga dilakukan di pinggir tempat tidur atau meja.

Tetapi bagi pasangan yang ingin bercinta dengan suasana baru selain kamar tidur, posisi ini bisa jadi alternatif.

Kelebihan dari posisi berhubungan agar bayi cepat lahir ini adalah Moms dapat leluasa mengontrol gerakan untuk meminimalisir tekanan pada perut dan serviks.

Kecepatan dan kedalaman penetrasi pun bisa disesuaikan, mengingat tak semua wanita merasa nyaman dengan penetrasi yang terlalu dalam.

Moms bisa melakukan posisi ini dengan menghadap pasangan ataupun membelakanginya sambil berpegangan pada pinggiran kursi untuk mrnjaga keseimbangan. Selain itu, mintalah pasangan memberikan rangsangan pada puting, payudara, dan klitoris.

Baca Juga: Perdarahan Setelah Seks Saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

7. Edge of Bed

Untitled y.jpg

Sumber: thebump.com

Sesuai namanya, posisi berhubungan agar bayi cepat lahir ini dilakukan dengan berbaring di tepi tempat tidur dengan kaki menjuntai ke bawah.

Lalu tubuh disanggah dengan siku dan mintalah pasangan berdiri atau membungkuk menyesuaikan ketinggian tempat tidur saat melakukan penetrasi.

Meskipun dalam keadaan berbaring di bawah, namun posisi ini memungkinkan wanita menggerakan pinggul dan mencari mana titik paling sensitif yang ingin dirangsang.

Itu dia Moms, beberapa posisi berhubungan agar bayi cepat lahir.

Meskipun berhubungan saat hamil cenderung aman bagi ibu dan janin, namun Moms perlu memeriksakan diri secara rutin untuk mengetahui apakah kehamilan sedang dalam keadaan sehat dan diperbolehkan melakukan hubungan intim.

Komunikasikan selalu tentang keinginan Moms pada pasangan termasuk memberikan pengertian jika tidak sedang ingin berhubungan. Karena beberapa wanita mungkin akan mengalami peningkatan atau justru penurunan hasrat seksual selama kehamilan.

Tetap memaksakan diri melakukan hubungan seksual saat tidak ingin bisa memicu cidera pada vagina karena kurangnya cairan lubrikasi alami yang keluar.

Selain itu, amati selalu apakah ada gejala yang terjadi setelah selesai berhubungan.

Jika menemukan kejanggalan seperti pendarahan hebat pada vagina, pecah ketuban, nyeri berlebihan pada serviks, dan hal-hal lain yang dirasa mengganggu, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Ingatlah bahwa cara kerja tubuh sangatlah dahsyat sehingga dapat mengerti persalinan hanya akan dimulai saat tubuh wanita sudah benar-benar siap.

Jadi tak ada kaitannya dengan posisi berhubungan agar bayi cepat lahir. Untuk itulah kenapa seks di kehamilan trimester berapapun dianggap aman selama memiliki kehamilan yang sehat dan seks selama hamil tidak akan menyebabkan persalinan dimulai.

Artikel Terkait