BAYI
1 Agustus 2020

5 Posisi Menyusui yang Benar Menurut Konselor Laktasi, Jangan Salah Lagi Ya!

Puting lecet bisa terjadi jika Moms tidak menyusui dengan posisi yang benar
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pemberian ASI ekslusif perlu dilakukan selama 6 bulan pertama kehidupan Si Kecil. Bagi ibu baru, saat-saat awal menyusui bayi mungkin akan sedikit menyulitkan.

Karena itu, Moms perlu mengetahui posisi-posisi menyusui yang benar sehingga proses menyusui menjadi lebih nyaman sehingga dapat terbentuk bonding antara ibu dan anak yang baik.

Posisi Menyusui yang Benar

Lalu, seperti apa dan bagaimana posisi menyusui yang benar? Konselor Laktasi dr. Nia Wulan Sari dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, memberikan penjelasannya berikut ini.

Baca Juga: 4 Posisi Menyusui yang Salah Ini Membuat Payudara Kendur dan Nyeri

1. Cradle Position

cradle position.jpg

Foto: parents.com

"Ini merupakan posisi menyusui paling klasik, yaitu kepala bayi akan berada di antara lekukan salah satu lengan ibu, seperti saat menimang bayi," jelas dr. Nia.

Posisi ini dilakukan dengan lengan Moms menopang bayi di payudara. Kepala bayi diletakkan di dekat siku, dan lengan Moms menopang tubuh bayi di sepanjang punggung dan leher.

Pastikan ketika melakukan posisi ini, Moms dan Si Kecil harus bersentuhan dari dada ke dada.

2. Cross Cradle Position

cross cradle position.jpg

Foto: YouTube

Posisi menyusui yang benar lainnya adalah cross cradle position. Dr. Nia mengatakan posisi ini berlawanan dengan posisi cradle hold. Ketika menyusui menggunakan payudara kanan, maka ibu menggunakan tangan kiri untuk menopang bayi.

Posisi cross-cradle menggunakan lengan yang berlawanan untuk menopang bayi, dengan bagian belakang kepala dan leher bayi dipegang salah satu tangan Moms.

Sementara, tangan lainnya digunakan untuk menopang dan memposisikan payudara jika diperlukan. Dalam posisi ini, Moms dapat menuntun bayi dengan mudah menuju payudara ketika siap untuk menyusui.

Baca Juga: Benarkah Menyusui Bayi Hilangkan Berat Badan?

3. Football Hold

football position.jpg

Foto: insured.amedadirect.com

"Posisi menyusui ini dilakukan dengan mengapit bayi pada sisi tubuh ibu, tepatnya di bawah lengan. Sisi yang digunakan sama dengan sisi payudara untuk menyusui," terang dr. Nia.

Mengutip Medela.com, posisi ini bisa menguntungkan bagi ibu yang telah menjalani operasi caesar, karena tidak menempatkan atau membatasi berat pada area dada dan perut ibu.

Selain itu, posisi menyusui yang benar ini juga cocok untuk bayi dengan berat badan lahir rendah, atau bayi yang mengalami kesulitan mengunci dengan pas saat menyusui.

4. Side Lying Position

side lying position.jpeg

Foto: pregistry.com

Menurut dr. Nia, posisi ini bisa dilakukan saat ibu merasa lelah, atau menjelang tidur.

Posisi ini dilakukan dengan Moms yang berbaring miring dan menghadap ke arah bayi, posisikan mulut bayi sejajar dengan puting. Moms dapat menggunakan bantal untuk sandaran punggung dan leher.

Posisi ini bisa menguntungkan bagi ibu yang telah menjalani operasi caesar, karena tidak menempatkan atau memberi berat pada daerah dada dan perut.

5. Laid Back Position

laid back position.jpg

Foto: babycentre.co.uk

Menurut dr. Nia, posisi ini merupakan posisi menyusui seperti saat Inisiasi Menyusu Dini, saat melahirkan secara normal.

Laid back position dilakukan dengan bayi dalam posisi bayi tengkurap dan menyender di dada sambil mengangkang. Sementara, Moms berposisi duduk tegak atau dalam posisi craddle.

Christine Griffin, spesialis menyusui, mengatakan bahwa, posisi ini mendorong bayi untuk menemukan payudara Moms, membuka mulutnya lebar-lebar dan menggunakan lidahnya untuk menyusu.

Baca Juga: 18 Perlengkapan Menyusui yang wajib dimiliki Mama

Dampak Tidak Menyusui dengan Benar

dampak posisi menyusui tidak benar

Foto: Orami Stock Photos

Dalam Journal of Family & Community Medicine, disarankan agar setiap ibu harus mengamati dan mengetahui posisi menyusui yang benar bahkan pada awal-awal menyusui.

Bahkan, jika perlu dilakukan konseling selanjutnya sehingga posisi menyusui dapat mengunci Si Kecil dan puting dengan benar, dan proses menyusui berjalan dengan lancar.

Ada beberapa dampak yang bisa terjadi jika posisi menyusui tidak dilakukan dengan benar, dr. Nia menyebutkan risikonya, yaitu:

  • Puting lecet atau retak.
  • Payudara bengkak.
  • Pasokan ASI berkurang, sehingga bayi tidak puas, ingin menyusu lebih lama atau bahkan menolak menyusu.
  • Payudara kurang memproduksi ASI, sehingga berat badan bayi tidak naik.

Menyusui memberi manfaat jangka pendek dan jangka panjang bagi Moms dan Si Kecil, termasuk membantu melindungi anak dari berbagai gangguan akut dan kronis.

Karena itu, bila Moms kerap mengalami kesulitan dalam menyusui Si Kecil, konsultasikan ke dokter atau ahli laktasi untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Artikel Terkait