KEHAMILAN
17 September 2020

5 Posisi Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa yang Dianjurkan dan Dilarang. Catat!

Posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa haruslah tepat agar meminimalisir pendarahan hingga kelahiran prematur
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Plasenta previa terjadi ketika plasenta menutupi sebagian atau seluruh serviks ketika akhir-akhir kehamilan. Plasenta previa merupakan komplikasi kehamilan yang relatif jarang terjadi. Namun, perlu Moms ketahui ada beberapa jenis previa:

  • Previa lengkap: Plasenta menutupi seluruh pembukaan serviks
  • Previa parsial: Plasenta menutupi bagian dari pembukaan serviks
  • Marginal previa: Plasenta berbatasan dengan serviks

Dalam semua kasus, plasenta secara fisik menghalangi pembukaan jalan lahir (vagina) dengan cara tertentu, yang berarti dapat memengaruhi cara Si Kecil lahir.

Menurut American Pregnancy Association, ibu hamil dengan plasenta previa memengaruhi sekitar 1 dari 200 Moms pada trimester ketiga kehamilan. Kondisi ibu hamil dengan plasenta previa biasanya menyebabkan pendarahan hebat sebelum atau selama persalinan.

Untuk itu, ibu hamil dengan plasenta previa kerap diminta untuk bed rest atau istirahat beberapa waktu dan meminimalisir aktivitas. Lantas, seperti apa posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dianjurkan dan dilarang? Berikut ulasannya.

Baca Juga: Hamil dengan Plasenta Previa Bisa Melahirkan Normal?

Posisi Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa

Risiko dan Cara Menangani Plasenta Previa 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari March of Dimes, perawatan ibu hamil dengan plasenta previa biasanya bertujuan untuk menjaga kehamilan selama mungkin. Sehingga, bed rest bisa jadi anjurannya. Lalu, apa saja posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dianjurkan? Berikut daftarnya.

1. Menyamping

Posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dianjurkan pertama adalah menyamping. Sama seperti kehamilan lainnya, posisi ibu hamil dengan plasenta previa tetap disarankan tidur menyamping sebagai solusi terbaik. Utamanya di sisi kiri.

Sleep.org menjelaskan hal ini memungkinkan aliran darah maksimal untuk Moms dan Si Kecil dalam kandungan, dan tidak memberikan tekanan pada hati Moms. Pastikan juga kaki dan lutut tetap ditekuk dengan bantal diantara kedua kaki untuk menambah kenyamanan.

Posisi ini juga akan bermanfaat bagi ginjal Moms, dengan membantu menghilangkan limbah dan cairan dari tubuh, yang pada gilirannya akan mengurangi pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, dan tangan.

Jadi, jika tidur menyamping kiri ideal maka haruskah Moms menghindari sisi kanan? Belum tentu.

Ulasan studi dari The Lancet tahun 2019 menunjukkan keamanan yang setara dengan tidur di sisi kiri dan kanan. Ada risiko yang sangat kecil untuk masalah kompresi pada IVC saat Moms tidur di sebelah kanan, tetapi yang terpenting adalah Moms merasa paling nyaman dengan posisi mana pun.

Baca Juga: 4 Risiko Plasenta Previa dan Cara Menanganinya, Bumil Wajib Tahu!

2. Setengah Duduk

Tidur dengan posisi yang sama pun tentu membuat tubuh tidak nyaman. Padahal survey National Sleep Foundation, menemukan bahwa 78 persen Moms mengalami lebih banyak kesulitan tidur saat hamil. Ditambah bila diharuskan untuk bed rest. Tentu tidak nyaman.

Posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang bisa dicoba selanjutnya adalah setengah duduk. Moms bisa meletakkan sesuatu seperti menyusun bantal-bantal di kasur, yang akan membuat tubuh bagian atas terangkat saat tidur.

Posisi setengah duduk ini akan mempersulit asam lambung naik ke kerongkongan saat tidur, hingga mengurangi tekanan pada rahim yang memicu pendarahan.

3. Berbaring Telentang dengan Sokongan di Pinggul

Moms, posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa lainnya yaitu berbaring telentang dengan sokongan di pinggul. Mengganjal beberapa bantal di pinggul dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman. Bantal akan mengurangi tekanan ke rahim dan menyangga area perut.

Bila secara langsung tanpa dukungan apalagi di trimester ketiga, tidur telentang memberikan tekanan pada pembuluh darah utama yang mengalirkan darah ke rahim.

Tekanan ini dapat menurunkan suplai oksigen ke janin. Kemudian bisa juga menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan seperti pusing, dan mual pada ibu hamil.

Bila dilakukan dengan rutin posisi-posisi tidur di atas diyakini dapat membantu memperbaiki kondisi plasenta agar tidak menutupi jalan lahir. Tak lupa Moms pun tetap harus berkonsultasi untuk memeriksa kondisi plasenta ke dokter kandungan.

Baca Juga: Hamil dengan Plasenta Previa Bisa Melahirkan Normal?

Posisi Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa yang Dilarang

Setelah mengetahui posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dianjurkan. Moms pun perlu tahu tentang risiko posisi yang tidak dianjurkan, yaitu:

4. Tidur Tengkurap

Posisi Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dilarang pertama adalah tengkurap. Saat hamil, perubahan fisik paling mencolok adalah perut. Ketika usia kehamilan Moms bertambah tentu keadaan berbaring tengkurap pun tidak memungkinkan.

Bidan di Amerika Serikat, Liz Wilkes mengungkapkan pada awal kehamilan, berbaring tekurang aman dan nyaman secara umum.

”Meskipun aman saat perut semakin bertumbuh tidak akan tetap nyaman, tubuh pun akan memberi sinyal untuk perubahan posisi tidur,” katanya.

Kebanyakan wanita hamil menemukan bahwa tidak lama kemudian mereka tidak dapat berbaring tengkurap secara fisik sebelum ketidaknyamanan membuat mereka tidak mampu tidur tengkurap. Tetapi, menghindari tidur tengkurap ibu hamil dengan plasenta previa pun bukan sekedar soal kenyamanan.

Ada juga alasan keamanan, tidur tengkurap memiliki efek negatif yang sama dengan tidur telentang. Tidur tengkurap dapat menyebabkan tonjolan Si Kecil bergerak ke dalam perut dan menekan aorta dan IVC.

5. Tidur Telentang

Posisi Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang dilarang selanjutnya adalah telentang. Tidur telentang umumnya dianggap aman selama trimester pertama. Setelah itu Moms mungkin pernah mendengar bahwa sebuah studi dari Obstetrics and Gynecology pada 2015, tidur sepanjang malam terlentang berhubungan dengan lahir mati untuk Si Kecil. Namun, sebelum terlalu khawatir, pahami bahwa peneliaitn ini kecil dan mungkin ada factor lain seperti sleep apnea.

Selain itu, beberapa ahli di Cleveland Clinic menunjukkan bahwa mungkin hanya tidur sepanjang malam dengan punggung yang berbahaya, yang hampir tidak mungkin terjadi karena adanya bangun di malam hari untuk ke kamar mandi maupun kesulitan tidur.

Pada akhirnya, tidak tidur telentang dapat menurunkan risiko lahir mati setelah 28 minggu sebesar 5,8 persen. Selain itu, ada beberapa masalah lain dengan tidur telentang. Posisi ini dapat menyebabkan sakit punggung, wasir, masalah pencernaan, dan sirkulasi yang buruk. Ini mungkin membuat Moms merasa pusing atau pusing.

Haruskah Moms khawatir jika bangun telentang di tengah malam? Kemungkinan tidak tapi ada baiknya untuk mencoba posisi lain.

Baca Juga: 4 Risiko Plasenta Previa dan Cara Menanganinya, Bumil Wajib Tahu!

Tips Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa Agar Nyaman

posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa

Foto: Orami Photo Stock

Bukan cuma posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yang perlu diperhatikan. Banyak hal lain juga yang tidak boleh luput. Nah, berikut ini tips agar tidur ibu hamil dengan plasenta previa bisa semakin membuat nyaman, yaitu:

1. Atur Waktu Makan

Perut yang super kenyang bisa menghambat tidur, jadi makanlah lebih awal di malam hari. Di sisi lain, merasa lapar dapat memiliki efek kurang tidur yang sama, jadi makanlah makanan ringan seperti segelas susu hangat atau biscuit gandum.

2. Hindari Makanan Penutup Bergula dan Kafein

Kedua jenis makanan ini bisa membuat Moms gelisah sehingga menyulitkan tidur di malam hari.

3. Mulai Rutinitas Jelang Tidur yang Baik

Jelang tidur ada baiknya Moms memulai suatu rutinitas yang baik seperti bacaan ringan, musik yang menenangkan, mandi sebelum tidur.

4. Hindari Perangkat Elektronik

Lewati pemakaian perangkat elektronik seperti tablet, komputer dan ponsel setidaknya satu jam sebelum waktu tidur, karena cahaya yang dihasilkan gadget ini mengubah kantuk dan kewaspadaan serta menekan kadar hormon melatonin yang memicu tidur.

5. Perhatikan Suasana Kamar

Selain menggunakan bantal untuk menopang tubuh, pastikan suhu ruangan nyaman dan lampu kamar diredupkan. Jika kamar terasa pengap maka buka sedikit jendela. Bila menggunakan AC tidak salahnya menyalakan humidifier.

6. Coba Aplikasi Tidur

Tidak ada salahnya mencari aplikasi tidur yang berperingkat baik, dari yang menawarkan meditasi hingga mengeluarkan white noise ataupun alam.

7. Meditasi

Moms, jelang tidur tak ada salahnya melakkukan latihan meditasi seperti pernapasan dalam, baik yang dipelajari sendiri, kelas yoga atau aplikasi tidur. Meditasi menenangkan sistem saraf pusat Moms dan mengarahkan untuk tertidur di malam hari.

Meditasi bisa menjadikan posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa terasa lebih nyaman.

8. Persiapkan Aromaterapi

Manfaat aromaterapi untuk ibu hamil mampu meringankan gejala kehamilan yang kerap dikeluhkan termasuk tidur. Lavender dapat membantu mempercepat tidur, sehingga hiruplah aroma tersebut dengan penggunaan diffuser atau lilin aromatic.

9. Hindari Stres

Stres bisa membuat kualitas tidur ibu hamil berkurang. Sehingga lakukan sesuatu yang menyenangkan sebelum tidur.

10. Bicaralah dengan Dokter tentang Alat Bantu Tidur.

Beberapa alat bantu tidur aman untuk digunakan sesekali selama kehamilan, tetapi jangan gunakan (termasuk herbal dan obat bebas) kecuali Anda mendapatkan lampu hijau dari dokter kandungan

11. Tidur Siang

Tambahkan tidur siang jika perlu, namun kurangi tidur siang di awal hari jika membuat Moms kesulitan tidur pada malam harinya.

12. Gunakan Bantal Kehamilan

Agar posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa semakin nyaman gunakan juga bantal kehamilan yang terbagi menjadi beberapa jenis sehingga membuat tidur nyaman di malam hari.

Baca Juga: Mengenal Plasenta Previa yang Menutupi Jalan Lahir Bayi, Bagaimana Mengatasinya?

Di samping posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa ada juga banyak hal yang mungkin Moms khawatirkan selama kehamilan seperti persalinan. Biasanya ibu hamil dengan plasenta previa ketika persalinan jika plasenta ada di depan serviks, plasenta akan mulai terpisah saat serviks terbuka, menyebabkan pendarhan internal.

Sehingga memerlukan operasi Caesar, jika bayinya prematur, karena ibu bisa mati kehabisan darah jika tidak ada tindakan yang diambil. Kelahiran per vaginam juga menimbulkan banyak risiko bagi ibu, yang bisa mengalami pendarahan hebat selama persalinan, persalinan, atau setelah beberapa jam pertama persalinan.

Tentunya, dokter akan merekomendasikan posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa yaitu menyamping baik kanan maupun kiri guna memberi Moms dan Si Kecil aliran darah yang optimal.

Selain itu, tak ada salahnya mencoba beberapa properti bantal untuk mendapatkan posisi yang paling nyaman bagi Moms juga menghindari tekanan rahim yang bisa memicu pendarahan sebagai gejala plasenta previa.

Manjakan diri dalam waktu tidur yang Moms bisa lakukan sebelu Si Kecil lahir. Dan tetap konsultasikan ke dokter jika Moms memiliki pertanyaan lain tentang posisi tidur ibu hamil dengan plasenta previa mana yang baik juga yang tak boleh dilupakan adalah dukungan dari sekitar termasuk suami ketika mengetahui adanya indikasi ibu hamil dengan plasenta previa yang tengah Moms alami.

Artikel Terkait