PROGRAM HAMIL
28 Desember 2018

Prakonsepsi, Saatnya Mempersiapkan Kehamilan

Rangkaian pemeriksaan yang perlu Mama dan suami lakukan jika sedang program hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh fitria.rahmadianti
Disunting oleh fitria.rahmadianti

Jika Moms sedang melakukan persiapan kehamilan atau sedang merencanakannya, tidak terlalu dini untuk mempersiapkan kehamilan yang aman dan bayi yang sehat. Segeralah mengunjungi dokter untuk perawatan prakonsepsi untuk meningkatkan kesehatan prakehamilan.

Michele Hakakha, M.D., F.A.C.O.G., and penulis buku Expecting 411: Clear Answers & Smart Advice for Your Pregnancy menyatakan, “Menemui dokter spesialis kandungan adalah langkah awal yang penting bagi para pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.”

Inilah masa prakonsepsi, waktunya Moms dan pasangan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memecahkan berbagai masalah kesehatan sebelum memulai persiapan kehamilan.

Manfaat Perawatan Prakonsepsi

Dokter dapat membantu Moms memberi saran mengenai langkah-langkah yang perlu diambil, seperti:

  • Menemukan dan mengatasi berbagai masalah yang mungkin memengaruhi Moms dan calon bayi kemudian, misalnya seperti gestational diabetes atau tekanan darah tinggi
  • Meningkatkan jumlah asam folat untuk mencegah cacat tabung saraf
  • Mendapatkan vaksin terbaru
  • Menghindari kebiasaan buruk saat hamil
  • Mencoba mencapai berat badan yang sehat

Dengan mengambil tindakan pada berbagai masalah kesehatan prakehamilan, Moms dapat mencegah berbagai masalah di kemudian hari bagi diri sendiri dan bayi Moms.

Selanjutnya, setelah hamil, Moms akan mendapatkan perawatan prakehamilan sampai si kecil lahir.

Langkah Perawatan Prakonsepsi

Selama masa perawatan prakonsepsi, dokter akan mendiskusikan beberapa hal berikut ini:

  • Riwayat reproduksi: termasuk riwayat kehamilan seperti keguguran, preeklampsia, gestational diabetes, dan seterusnya, penyakit reproduksi yang memicu infertilitas seperti infeksi, fibroid, endometriosis dan lain-lain, siklus menstruasi, penggunaan KB, hasil tes Pap smear dan sebagainya.
  • Riwayat bedah: dokter akan memeriksa riwayat bedah, transfusi, dan rawat jalan atau inap. Selain itu, riwayat bedah terkait rahim dapat memengaruhi kesehatan prakehamilan.
  • Riwayat medis dan pengobatan: termasuk masalah kesehatan Moms sekarang dan riwayat kesehatan keluarga, sehingga dapat segera teratasi sebelum hamil. Misalnya, diabetes, hipertensi, atau riwayat penggumpalan darah. Selain itu, kemukakan mengenai pengobatan medis, vaksin, herbal, atau suplemen apapun yang sedang Moms konsumsi sekarang untuk mencegah cacat lahir pada bayi.
  • Lingkungan berbahaya: misalnya paparan terhadap zat kimia berbahaya, sinar X, binatang peliharaan, merkuri, atau timah yang dapat memengaruhi kesehatan prakehamilan.
  • Faktor gaya hidup: dokter akan menanyakan kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan prakehamilan, seperti merokok, minum alkohol, dan narkoba.
  • Serangkaian tes: dokter akan melakukan tes fisik untuk mengevaluasi kesehatan tubuh seperti jantung, paru-paru, payudara, tiroid, dan abdomen, dan tes reproduksi seperti Pap smear, HSG, TORCH, dan sebagainya.
  • Berat badan: sangat penting untuk mencapai berat badan yang ideal sebelum kehamilan, untuk mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan.
  • Diet: dokter akan menyarankan diet sehat dan beberapa pantangan makanan selama persiapan kehamilan, termasuk konsumsi makanan yang kaya asam folat, serat, kalsium, dan nutrisi lainnya.
  • Vitamin prenatal: dokter biasanya akan memberikan suplemen asam folat untuk mencegah cacat tabung saraf.
  • Merencanakan kehamilan: mendiskusikan bagaimana melacak siklus menstruasi untuk mendeteksi ovulasi dan menentukan kapan kemungkinan waktu yang tepat untuk hamil.

Moms yang sedang merencanakan kehamilan, sudahkah Moms melakukan pemeriksaan prakonsepsi?

(ROS)

Artikel Terkait