NEWBORN
31 Juli 2019

Pramugari Minta Seorang Ibu Tutupi Tubuh Saat Menyusui, Publik Mengkritik Keras

Respon dari maskapai mendapat kritik pedas dari banyak pihak
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Intan Aprilia

Menyusui bayi di hadapan publik masih menjadi topik yang mengundang kontroversi bila dibicarakan. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain.

Hal ini yang terjadi pada seorang ibu yang menggunakan jasa penerbangan Belanda, KLM Royal Dutch Airlines, ketika ia diminta untuk menutupi tubuhnya saat sedang menyusui anaknya.

Mengutip Asia One, seorang wanita bernama Shelby Angel memposting unggahan di Facebook bahwa seorang pramugari menyuruhnya untuk menutupi dirinya saat menyusui anak usia satu tahunnya dalam penerbangan dari San Francisco ke Amsterdam bulan lalu.

"Saya menyusui bayi saya. Hal ini membuatnya senang dan membantunya tidur serta membuatnya nyaman. Dia juga balita yang tidak suka ditutupi. Saya melakukan yang terbaik untuk menutupinya, tetapi kadang-kadang bagian tubuh saya masih terlihat," tulis Shelby pada unggahan di Facebook.

Baca Juga: Yuk Kenali Kiat Sukses Menyusui Di Tempat Umum

Hingga seorang pramugari mendekati Shelby dan memberikannya selimut, serta mengatakan bahwa Shelby perlu menutupi tubuhnya saat menyusui.

"Dia mengatakan kepada saya, 'Jika Anda ingin terus menyusui, Anda perlu menutupi tubuh Anda sendiri', dan saya bilang, 'Tidak, putri saya tidak suka ditutup-tutupi. Itu akan membuatnya marah dan tidak mau menyusui sama sekali.'" lanjutnya.

Namun, pramugari tersebut justru mengingatkan kepada Shelby bahwa jika ada penumpang yang mengeluh, itu akan menjadi masalah yang harus ditanggung oleh dirinya sendiri.

Padahal, Shelby merasa sejauh ini tidak ada penumpang yang mengeluh ketika ia menyusui di depan umum.

Lalu, hal lain kembali muncul ketika Shelby merasa jika pramugari yang tadi menegurnya tidak melihat matanya hingga membuat Shelby merasa tidak nyaman dan tidak dihargai.

Merasa tidak dihargai, Shelby memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke pihak KLM Royal Dutch Airlines. Tetapi, lagi-lagi ia mendapatkan respon yang tidak memuaskan.

"Ketika kami tiba di rumah, saya mengeluarkan keluhan ke KLM. Saya diberi tahu bahwa saya perlu menghormati orang-orang dari budaya lain dan bahwa respons pramugari ini sejalan dengan kebijakan perusahaan," tulisnya.

"Jadi, ketimbang membela dan melindungi ibu yang menyusui dan anak-anak kita, yang sudah berada di bawah tekanan karena terbang bersama anak-anak kecil kita, KLM lebih suka mengangkat nilai-nilai kuno yang mempermalukan tubuh perempuan," tegasnya lagi.

Baca Juga: 5 Tips Memerah ASI dan Menyusui di Tempat Umum

Respon dari Pihak KLM di Media Sosial Semakin Dikritik

1-menyusui.jpg

Ketika diminta untuk mengonfirmasi kebijakannya di Twitter, KLM mengatakan bahwa para ibu "diizinkan" untuk menyusui tetapi sang ibu diminta menutupi diri.

"Untuk memastikan bahwa semua penumpang kami dari semua latar belakang merasa nyaman di atas pesawat, kami dapat meminta seorang ibu untuk menutupi dirinya sendiri saat menyusui, jika penumpang lain tersinggung oleh hal ini," kata KLM di Twitter.

Unggahan Shelby pun viral, dan bahkan mendapatkan respon dari aktivis hak-hak perempuan ketika KLM mengonfirmasi kebijakan tersebut di Twitter.

"Sikap negatif tentang pemberian ASI di tempat umum berasal dari seksualitas berlebihan terhadap tubuh perempuan," kata Niki Kandirikirira dari kelompok advokasi Equality Now, dikutip dari Asia One.

Lebih lanjut, ia mengatakan, "Menyusui adalah proses yang sepenuhnya alami dan perempuan harus memiliki kebebasan untuk melakukannya di mana pun dan kapan pun mereka inginkan, daripada dipaksa untuk bersembunyi seolah-olah mereka melakukan sesuatu yang tidak pantas."

Sementara, Ayala Ochert dari kelompok campaign Inggris Better Breastfeeding mengatakan menyusui di depan umum diterima di "sebagian besar" negara dan perusahaan tersebut tidak sesuai dengan norma sosial.

"Dalam upaya mereka untuk menghindari pelanggaran pada minoritas kecil orang yang terganggu oleh pemandangan memberi makan anak, KLM malah memilih untuk menyinggung seorang ibu yang mencoba memberi makan dan mengasuh anaknya," katanya kepada Thomson Reuters Foundation.

Di akhir, Shelby mengingatkan bahwa semua orang bisa mempertimbangkan untuk memilih maskapai penerbangan yang akan menghargai hak untuk merawat anak-anak dengan cara terbaik.

"Saya berharap semua orang mempertimbangkan agar dapat memilih maskapai penerbangan yang akan menghargai otonomi tubuh dan hak untuk merawat anak-anak kita dengan cara terbaik yang kita ketahui sebagai orang tua," tutup Shelby.

Artikel Terkait