SELEBRITI
28 Mei 2020

Preksha Mehta Bunuh Diri, Ini 5 Cara Menghindari Depresi Selama Pandemi COVID-19

Preksha depresi karena sepi pekerjaan
placeholder

Foto: instagram.com/prekshamehta

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Bintang televisi asal India, Preksha Mehta, meninggal karena bunuh diri pada hari Senin (25/5/2020) kemarin. Aktris 25 tahun ini bunuh diri dengan menggantung diri di rumahnya, Indore.

Preksha mengalami depresi karena sepi pekerjaan. Mengutip Indian Express, beberapa jam sebelum kematiannya, aktris tersebut menulis sebuah pesan melalui Instagram Story dalam bahasa Hindi:

"Sabse bura hota hai sapno ka mar jaana (Tidak ada yang lebih buruk dari mimpimu yang sekarat.)"

Di masa pandemi virus corona, tak hanya kesehatan fisik yang berdampak pada seseorang, tetapi juga kesehatan mental, salah satunya depresi. Segala hal dipenuhi dengan ketidakpastian, rasa cemas, dan kebingungan.

Lalu, bagaimana cara untuk menghindari depresi selama pandemi COVID-19 ini?

Baca Juga: 9 Istilah Selama Pandemi COVID-19, Moms Sudah Tahu Semuanya?

Cara Menghindari Depresi Selama Pandemi COVID-19

cara untuk menghindari depresi selama pandemi COVID-19-1

Foto: Orami Photo Stock

Perubahan rutinitas karena pandemi dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental. Dengan segala sesuatu yang terjadi, seseorang dapat sering merenung, merasa putus asa dan tak berdaya, dan, akhirnya, tertekan dan depresi.

National Insitute for Mental Health menyebutkan bahwa depresi adalah gangguan mood yang umum tetapi serius. Untuk bisa didiagnosis menderita depresi, gejalanya harus ada setidaknya dua minggu.

Kondisi ini menyebabkan gejala parah yang memengaruhi perasaan, pikiran, dan berdampak pada rutinitas kegiatan sehari-hari, seperti tidur, makan, atau bekerja.

Dalam Health Matters, Robert Leahy, Ph.D., psikolog di Weill Cornell Medical Center dan profesor klinis psikologi dalam psikiatri di Weill Cornell Medicine, memberikan cara menghindari depresi di tengah pandemi COVID-19.

1. Temukan Harapan dalam Masa yang Sulit

Meskipun ini mungkin terdengar mustahil dan sulit, tetapi ingat bahwa segala sesuatu tidak ada yang permanen. Begitu juga dengan pandemi COVID-19 yang masih terjadi secara global ini.

"Ingat momen-momen yang terjadi sebelumnya dan temukan harapan di masa sulit ini. Dengan melihat solusi, akan meningkatkan peluang bahwa masa depan tidak seputus asa seperti yang dikhawatirkan," jelas Robert.

Misalnya, bagi Moms atau Dads yang kehilangan pekerjaan, ketimbang menganggap ini adalah situasi permanen, anggap itu sebagai hal sementara. Usai pandemi mereda, orang-orang akan kembali bepergian, dan permintaan untuk karyawan akan meningkat.

Baca Juga: Pentingnya Tingkatkan Imunitas Tubuh dari Infeksi Virus Corona Novel (COVID-19), Berikut Tipsnya

2. Buat dan Pertahankan Rutinitas

cara untuk menghindari depresi selama pandemi COVID-19-2

Foto: Orami Photo Stock

Dengan segala sesuatu dilakukan di rumah, rutinitas pun ikut berubah. Sebagai cara menghindari depresi selama pandemi COVID-19, Moms harus menyesuaikan diri dengan membuat dan mempertahankan rutinitas baru.

"Banyak orang kehilangan rutinitas biasa mereka, dan waktu yang tidak terstruktur juga dapat menyebabkan seseorang merenung dan menjadi pasif. Ini adalah faktor risiko tinggi untuk depresi," terang Robert.

Dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin, menjalani kehidupan dengan rutinitas berkaitan dengan makna hidup yang lebih tinggi. Hidup tidak hanya bermakna karena pengalaman luar biasa, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Atur waktu dengan menyusun jadwal harian. Di malam hari, periksa hal yang telah dilakukan, dan buat tugas untuk hari berikutnya. Moms juga bisa membuat tujuan jangka panjang dalam jangka waktu mingguan atau bulanan.

3. Produktif di Masa Senggang

cara untuk menghindari depresi selama pandemi COVID-19-3

Foto: Orami Photo Stock

Daripada mengasingkan diri dan tidak melakukan apapun, manfaatkan waktu luang ini dengan menjadi lebih produktif sebagai tips untuk menghindari depresi selama pandemi COVID-19.

Buat daftar kegiatan yang bisa dilakukan. misalnya seperti berolahraga di rumah, memasak resep mudah, atau membaca buku yang belum sempat disentuh, dan lain sebagainya.

"Saat seseorang mengisolasi diri dan menjadi pasif, risikonya akan cenderung untuk merenung dan berpikir seperti: 'Mengapa ini terjadi? Ini sangat mengerikan, saya tidak tahan'," kata Robert.

Temukan solusi dengan memanfaatkan waktu luang untuk menjadi lebih produktif. Lakukan hal-hal yang sebelumnya tidak sempat dilakukan sebelum terjadi pandemi.

Baca Juga: 4 Cara Menghemat Pengeluaran Selama Pandemi COVID-19

4. Tetap Terhubung dengan Orang Lain

cara untuk menghindari depresi selama pandemi COVID-19-4

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun tidak bisa bertemu tatap muka dengan teman dan kerabat, jangan jadikan hal ini sebagai halangan. Berhubungan dengan orang terdekat bisa menjadi cara menghindari depresi selama pandemi COVID-19.

"Buat daftar teman, termasuk mereka yang belum pernah dihubungi dalam waktu lama. Atur waktu dan jadwalkan kumpul-kumpul virtual dengan platform online yang tersedia," jelas Robert.

Tetap terhubung dengan teman, dan berbagi kisah dalam kondisi yang sama-sama terisolasi di rumah dapat mengurangi perasaan tertekan yang mungkin sedang Moms alami.

5. Ubah Sudut Pandang Baru

cara untuk menghindari depresi selama pandemi COVID-19-4

Foto: Orami Photo Stock

Tidak apa-apa merasa kesal dan mengakui bahwa kondisi ini adalah masa-masa sulit. Tetapi di satu sisi, hal ini dapat menjadi kesempatan bagi Moms dan keluarga untuk menghasilkan sudut pandang baru.

Misalnya, menyadari pentingnya berkomunikasi dengan teman-teman lama, di waktu luang Moms juga dapat membentuk gaya hidup yang lebih sehat, dan lain sebagainya.

"Pandemi dapat meningkatkan pemikiran tentang kematian. Pikiran positif bisa dilakukan dengan mengetahui hal penting dalam kehidupan, menjalin hubungan yang bermakna, memberikan berkontribusi dalam masyarakat, atau menjadi kreatif," kata Robert.

Wajar jika merasa cemas, tetapi setiap orang dapat menjadikan pengalaman pandemi ini lebih positif dengan tetap terhubung, dan membangun ketahanan saat menghadapi krisis, sebagai cara menghindari depresi selama pandemi COVID-19.

Baca Juga: Dari Persatuan Dokter Emergensi Indonesia, Ini Panduan Mencuci Tangan untuk Hindari Virus COVID-19

Artikel Terkait