PROGRAM HAMIL
16 Juli 2020

Mengidap Sindrom Turner, Ketahui Hal Penting Ini Sebelum Program Hamil

Moms sudah tahu?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Sindrom turner adalah kelainan genetik pada wanita yang tergolong langka. Menurut The American Society for Reprodutive Medicine, kelainan dapat ditekukan pada sekitar 1 dari 2.000 bayi perempuan yang lahir di dunia.

Penyebab dari sindrom turner tidak dapat diturunkan dan tidak berkaitan dengan susunan genetik orang tua. Kelainan genetik ini terjadi ketika semua atau sebagian dari salah satu dari dua kromosom X dalam embrio yang sedang berkembang hilang.

Nah, di bawah ini merupakan beberapa hal penting yang perlu Moms ketahui sebelum memutuskan untuk menjalani program hamil jika sindrom turner.

Baca Juga: Cri-du-Chat, Sindrom Langka yang Membuat Suara Anak Seperti Tangisan Kucing

Kehamilan Alami Peluangnya Sangatlah Kecil

Mengidap Sindrom Turner, Perhatikan Ini Sebelum Promil 1

Foto: unsplash.com

“Para gadis dengan sindrom turner mengalami disfungsi gonad atau indung telur yang tidak berfungsi, yang mengakibatkan tidak adanya menstruasi bulanan dan menyebabkan mereka menjadi steril,” kata spesialis OB-GYN, Dr. Charles Rockhead, seperti dikutip dari Jamaica Observer. Hal yang dapat menyebabkan penderita sindrom turner sulit hamil dan berisiko tinggi mengalami infertilitas.

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility, kehamilan secara alami hanya dapat terjadi pada sekitar 2% wanita dengan sindrom turner.

Lebih lanjut, penelitian dalam jurnal Obstetrics & Gynecology, menyebutkan bahwa wanita dengan sindrom turner yang memiliki peluang untuk hamil secara alami salah satunya adalah mereka yang memiliki sindrom turner mosaik, yang masih memiliki aktivitas ovarium.

Bahkan, menurut Endocrine Web, terapi penggantian estrogen selama bertahun-tahun sekali pun tidak menjamin dapat meningkatkan peluang untuk hamil secara alami.

Meskipun begitu, saat ini telah tersedia berbagai pilihan yang dapat membantu wanita dengan sindrom turner untuk hamil dan memiliki anak. Salah satunya adalah program bayi tabung IVF.

Baca Juga: Mengenal 3 Penyebab Sindrom Turner pada Anak

Penting Untuk Menjalani Pemeriksaan Kardiologi

Mengidap Sindrom Turner, Ketahui Hal Penting Ini Sebelum Promil 2

Foto: freepik.com

The American Society for Reprodutive Medicine menyebutkan bahwa wanita dengan kelainan genetik ini berisiko tinggi untuk mengembangkan masalah pembuluh jantung selama kehamilan, khususnya robek atau pecah pembuluh aorta (pembuluh besar yang mengarah dari jantung).

Bahkan perubahan pembuluh jantung selama masa kehamilan dapat semakin memperburuk risiko.

Oleh karena itu, pemeriksaan kardiologi terperinci dengan echocardiogram atau magnetic resonance imaging (MRI) menjadi hal yang sangat penting dilakukan saat progam hamil jika mengalami sindrom turner.

Mengutamakan Dokter Kandungan Khusus Pasien Berisiko Tinggi

Mengidap Sindrom Turner, Ketahui Hal Penting Ini Sebelum Promil 3

Foto: freepik.com

Tidak hanya cukup dengan evaluasi menyeluruh oleh ahli jantung, wanita dengan sindrom turner juga disarankan untuk bekerja sama dengan dokter kandungan yang memiliki spesialisasi khusus penanganan pasien berisiko tinggi.

Hal ini sangatlah penting untuk dilakukan karena menurut Turner Syndrome Foundation, wanita dengan kelainan genetik ini juga berisiko terhadap berbagai masalah kesehatan, mulai dari diseksi aorta hingga masalah dengan organ ginjal, sistem limfatik, dan tiroid.

Kondisi-kondisi tersebut dapat semakin memburuk selama kehamilan dan membutuhkan penanganan khusus.

Selain itu, sebagaimana dikutip dari National Institute of Health of Genetic and Rare Disease Information, wanita dengan sindrom Turner yang berhasil hamil secara alami 30% berisiko memiliki janin dengan kelainan kromosom atau kelainan bawaan (cacat lahir), sehingga membutuhkan pemeriksaan dan perawatan prenatal khusus.

Jadi, kira-kira itulah beberapa hal penting yang perlu Moms ketahui sebelum program hamil jika sindrom Turner. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk menemukan solusi terbaik sesuai dengan kondisi Moms saat ini.

Baca Juga: Bayi Sering Berbau Apek? Waspada Kelainan Genetik Fenilketonuria

Artikel Terkait