KEHAMILAN
13 Juli 2020

Penting, Ketahui Penjelasan Tentang Prolaps Tali Pusat dalam Persalinan

Moms perlu mengetahui masalah-masalah yang berhubungan dengan tali pusat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Mendekati persalinan, beberapa ibu hamil akan mengalami rasa khawatir mengenai kesejahteraan bayi yang akan lahir.

Oleh karena itu, tidak jarang di antaranya akan rutin memeriksakan kandungan ke dokter.

Biasanya dokter akan memberitahukan kondisi kehamilan termasuk masalah yang mungkin tidak disadari, seperti prolaps tali pusat dalam kehamilan.

Berikut ini informasi mengenai salah satu gangguan tali pusat yang dapat dialami ibu hamil dilansir dari American Pregnancy Associations.

Prolaps Tali Pusat

Penting Ketahui Mengenai Prolaps Tali Pusat dalam Persalinan.jpg

Foto: themamacoach.ca

Prolaps tali pusat merupakan kondisi tali pusat turun atau prolaps ke dalam vagina setelah kantung air ketuban pecah, sebelum bayi turun ke jalan lahir.

Selama dalam kondisi ini, tali pusat sering terkompresi dan bayi akan menerima jumlah darah dan oksigen yang tidak memadai.

Birth Injury Help Center mengatakan prolaps tali pusat adalah keadaan darurat obstetri yang sangat jarang terjadi dengan kejadian 0.14% hingga 0.62% kelahiran.

Baca Juga: Omphalitis, Infeksi Tali Pusat yang Berbahaya Bagi Bayi

Penyebab Prolaps Tali Pusat

Penting Ketahui Mengenai Prolaps Tali Pusat dalam Persalinan 2.jpg

Foto: mumtobe.com

Cleveland Clinic mengungkapkan penyebab paling umum dari prolaps tali pusat dalam kehamilan adalah ketuban pecah dini yang mengandung cairan amniotik.

Penyebab lainnya yang mengakibatkan tali pusat turun adalah persalinan bayi prematur, mengandung bayi kembar, cairan ketuban yang berlebihan atau hidramnion posisi bayi dalam kandungan sungsang, dan tali pusat lebih panjang dari ukuran seharusnya.

Janin yang sangat aktif juga bisa menyebabkan tali pusat tertekan dan mengalami tekanan.

Kondisi seperti ini akan terdeteksi saat pemeriksaan USG. Hal tersebut membuktikan bahwa Moms perlu rutin memeriksakan kehamilan untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan hingga mendekati persalinan.

Risiko Prolaps Tali Pusat

Penting Ketahui Mengenai Prolaps Tali Pusat dalam Persalinan 3.jpg

Foto: verywellfamily.com

Dua faktor risiko utama prolaps tali pusat adalah polihidramnion dan kelahiran prematur.

Polihidramnion adalah kondisi di mana terlalu banyak cairan ketuban di dalam lahir.

Hal tersebut meningkatkan kemungkinan tali pusat turun saat cairan keluar.

Sedangkan kelahiran bayi prematur disebabkan ukuran janin yang kecil membuat tali pusat akan dengan cepat menyelinap keluar sebelum bayi dilahirkan.

Selain itu risiko yang dapat dialami adalah terputusnya aliran oksigen ke janin, stillbirth, tekanan darah bayi menurun, akumulasi karbondioksida pada darah bayi, dan detak jantung bayi melemah.

Baca Juga: Perlukah Menyimpan Darah Tali Pusat Bayi?

Mengatasi Prolaps Tali Pusat

Penting Ketahui Mengenai Prolaps Tali Pusat dalam Persalinan 3.jpg

Foto: findatopdoc.com

Selama bayi masih dalam kandungan, tali pusat merupakan penghubung ibu dan janin yang menjadi saluran nutrisi dan pembuangan zat sisa.

Jika tali pusat terkompresi selama persalinan, pasokan oksigen bayi akan terganggu, kecuali jika dilakukan perawatan segera.

Salah satu cara menangani prolaps tali pusat adalah amnioinfusion atau proses memasukkan cairan saline dengan suhu ruangan ke dalam uterus saat proses persalinan.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan meredakan tekanan yang berpotensi membuat tali pusat semakin terkompresi.

Sedangkan jika kondisi tali pusat minor, penanganan yang dilakukan adalah memberikan tambahan oksigen pada ibu dengan tujuan meningkatkan aliran darah melalui tali pusat.

Jika kondisi prolaps tali pusat parah, janin harus terus dikontrol secara konstan untuk melihat apakah terjadi tanda-tanda stres yang memerlukan tindakan segera atau darurat.

Ibu hamil akan dipasang alat kardiotokografi untuk memantau denyut jantung dan pergerakan bayi dalam kandungan.C-section menjadi jalan terakhir untuk menyelamatkan bayi jika detak jantung bayi semakin melemah.

Moms perlu mengetahui kondisi darurat tubuh seperti merasakan tali pusat mendekati liang vagina.

Kondisi tersebut harus segera ditangani, Moms harus segera memanggil pertolongan medis.

Pastikan untuk tidak menambah tekanan pada tali pusat dan apabila tali pusat telah keluar, usahakan tahan dengan handuk yang bersih.

Baca Juga: Menyimpan Darah Tali Pusat Bayi Baru Lahir, Sejauh Mana Manfaatnya?

Artikel Terkait