KESEHATAN
19 November 2020

Protein Whey: Ini yang Perlu Moms Ketahui!

Selain untuk orang dewasa, protein whey juga bagus untuk bayi dan anak-anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Protein whey adalah campuran protein yang diisolasi dari whey, yaitu bagian cair dari susu yang terpisah selama produksi keju. Ada dua tipe protein di dalam susu, yaitu 80% casein dan 20% whey.

Dalam jurnal Essevier disebutkan bahwa whey ditemukan dalam bagian susu yang encer. Saat keju diproduksi, bagian lemak dari susu akan menggumpal dan whey akan dipisahkan sebagai produk sampingan.

Saat Moms membuka kemasan yoghurt dan melihat ada cairan di bagian atas, itulah whey. Sebelum mengetahui nilai komersialnya, pembuat keju akan membuang bagian tersebut.

Setelah dipisahkan selama produksi keju, whey akan diolah dengan berbagai pemrosesan untuk menjadi apa yang umumnya dikenal sebagai protein whey.

Protein whey berbentuk bubuk dan tidak memiliki rasa yang enak. Biasnaya, produk ini akan diberikan perisa tambahan, seperti coklat, strawberry dan vanilla.

Protein whey mengandung berbagai asam amino esensial yang luar biasa dan dapat diserap dengan cepat. Hal tersebut telah dijelaskan dalam The Journal of Nutritional Biochemistry. Produk ini juga mengandung nutrisi lain yang sangat penting untuk kesehatan tubuh.

Sangat penting untuk membaca daftar bahan baku sebelum konsumsi protein whey. Karena beberapa produk mungkin memiliki bahan tambahan yang tidak sehat, seperti gula buatan. Konsumsi protein whey adalah cara mudah untuk menambahkan asupan protein harian Moms.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Minuman Protein Nabati untuk Kebugaran dan Kecantikan!

Makanan untuk Menambah Masa Otot

protein whey

foto: freepik.com

Protein whey sangat penting untuk binaragawan dan para pecinta olahraga. Karena, makanan yang satu ini dapat membantu memproduksi masa otot tubuh. Selain itu, Moms yang kekurangan protein dan sedang menjalani program penurunan berat badan juga disarankan untuk konsumsi protein whey.

Protein adalah bahan penyusun utama tubuh manusia. Protein digunakan untuk membentuk bagian penting di dalam tubuh, termasuk tendon, organ dan kulit, serta hormon, enzim, neurotransmiter, dan berbagai molekul. Protein juga merupakan bahan penyusun elemen kontraktil di otot.

Produk protein whey yang memiliki rasa juga sangat enak saat dicampurkan dalam smooties. Secara umum, whey dapat dikonsumsi oleh siapa saja. Namun, untuk Moms yang alergi dengan laktosa tetap harus berhati-hati karena mungkin akan menyebabkan alergi.

Baca Juga: Tren Salad Bar yang Kaya Akan Protein

Tipe Protein Whey

protein whey

foto: freepik.com

Ada beberapa macam protein whey yang sangat populer di kalangan masyarakat. Perbedaan utamanya adalah dari proses pengolahannya, yaitu concentrate, isolate dan hydrolysate.

Diantara ketiga jenis tipe protein whey yang paling baik adalah tipe concentrate dan banyak terdapat di online. Selain itu, tipe concentrate juga memiliki rasa yang enak karena kandungan laktosa serta lemak yang ada di dalamnya. Tipe ini juga mengandung lebih banyak nutrisi alami whey lebih banyak serta harganya juga relative murah.

Namun, kalau Moms tidak toleran terhadap concentrate atau sedang diet rendah protein, karbohidrat dan lemak, Moms dapat memilih protein whey tipe isolate atau hydrolysate.

Baca Juga: 5 Makanan Tinggi Protein Ini Bisa Bikin Kenyang Lebih Lama

Pengaruh Suplementasi Whey Pada Massa Otot

protein whey

foto: freepik.com

Salah satu manfaat protein whey yang paling dikenal adalah utuk meningkatkan masa otot di dalam tubuh. Tak heran kalau protein whey sangat terkenal di kalangan binaragawan, model, serta Moms yang sedang diet mengubah lemak menjadi masa otot.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa protein whey sangat efektif dalam meningkatkan masa otot saat dikonsumsi selama menjalani masa pelatihan dengan trainer.

Namun, tinjauan terbaru menympulkan bahwa total asupan protein harian adalah faktor paling relevan dalam pertumbuhan masa otot. Tidak ada masalah, jika protein dikonsumsi saat menjalani latihan atau tidak.

Ketika dibandingkan dengan protein lain, seperti protein kedelai, protein whey tetap dianggap yang lebih baik. Namun, saat dibandingkan dengan kasein, buktinya lebih berbeda.

Protein whey dianggap efektif dalam pertumbuhan otot dalam jangka pendek, sementara kasein merangsang pertumbuhan lebih otot dalam waktu lebih lama. Hanya saja hasil akhirnya akan tetap sama, tetapi keduanya berfungsi untuk menaikan masa otot di dalam tubuh.

Oleh karena itu, bukti protein whey pada otot dan kekuatan beragam, dan hasilnya dapat sangat bervariasi antar individu. Jika Moms sudah banyak konsumsi daging, ikan, telur, dan produk susu atau makanan berprotein tinggi lainnya, Moms sebaiknya jangan terlalu banyak menambahkan protein whey dalam makanan sehari-hari.

Baca Juga : Bukan Daging yang Jadi Sumber Protein Terbaik, Tapi Telur, Kok Bisa?

Protein Whey Meningkatkan Rasa Kenyang dan Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan

protein whey

foto: freepik.com

Diketahui bahwa protein dapat membantu menurunkan berat badan, karena protein merupakan makronutrien yang paling mengenyangkan. Protein dapat meningkatkan pengeluaran energi hingga 80–100 kalori per hari, dan membuat orang secara otomatis makan hingga 441 lebih sedikit kalori per hari. Hal ini sudah dibuktikan melalui beberapa penelitian.

Dalam sebuah penelitian, makan 25% dari kalori harian dalam protein mengurangi keinganan makan hingga 60% dan mengurangi keinginan untuk ngemil hingga setengahnya. Mengonsumsi protein whey adalah cara yang bagus untuk meningkatkan asupan protein harian Moms. Selain itu, protein juga memiliki manfaat besar untuk menurunkan berat badan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengganti sumber kalori lain dengan protein whey dan dikombinasikan dengan latihan angkat beban, dapat menyebabkan penurunan berat badan hingga 3,5 kg sekaligus meningkatkan massa otot tanpa lemak.

Jika Moms ingin menurunkan berat badan dapat mencona suplemen protein whey. Karena suplemen ini dapat membantu menurunkan berat badan dan mempertahankan otot tanpa lemak.

Baca Juga: Mengapa Harus Memberikan Anak Beragam Jenis Protein? Ini Penjelasan Ahli

Dosis dan Efek Samping Protein Whey

protein whey

foto: freepik.com

Dosis yang biasanya direkomendasikan adalah 25-50 gram per hari, biasanya setelah latihan. Moms disarankan untuk mengikuti petunjuk penyajian pada kemasan.

Moms juga harus ingat, kalau asupan protein sudah tinggi, tidak disarankan untuk konsumsi protein whey. Karena jika terlalu berlebihan konsumsi protein juga tidak baik untuk kesehatan.

Terlalu banyak konsumsi protein whey dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti mual, perut kembung, diare, nyeri, dan kram. Selain itu, beberapa orang juga alergi terhadap whey.

Baca Juga: Manfaat Protein untuk Bayi dan Tumbuh Kembangnya

Protein Whey untuk Bayi

protein whey

foto: freepik.com

Protein merupakan nutrisi yang sangat penting untuk bayi, khususnya pada 1000 hari pertama kehidupannya. Seorang ahli gastroenterology dan nutrisi dari Ziekenhuis University, Brussel, Prof. Yvan Vanderplas mengatakan bahwa anak yang kekurangan protein 1000 hari pertama kehidupan rentan mengalami masalah kesehatan.

Para ahli menyebutkan bahwa konsumsi susu merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan asupan protein bagi bayi. Salah satu protein terbaik untuk bayi adalah jenis whey. Karena selain memiliki asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh, protein whey juga mudah dicerna oleh bayi.

Asupan protein whey untuk bayi di masa awal kehidupan bisa dengan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Karena menurut American Academy of Pediatrics protein melaporkan bahwa sekitar 60% dari semua protein yang ada di dalam ASI adalah protein whey.

Selain itu, Moms juga disarankan untuk tetap memberikan ASI eksklusif saat bayi sudah mulai konsumsi makanan pendamping hingga usia 12 bulan. Tidak asalah untuk memberikan ASI lebih dari satu tahun kepada bayi.

The Academy of Nutrition and Dietetics melaporkan bahwa ASI membantu mengurangi risiko penyakit pada bayi dan risiko kanker payudara, kanker ovarium, depresi pascapersalinan, dan diabetes tipe-2 kepada ibu yang menyusui.

Moms yang mengalami kesulitan dalam memproduksi ASI tidak perlu merasa khawatir. Karena protein whey untuk bayi juga bisa didapatkan dalam susu formula dan produk makanan bayi dengan bahan susu lainnya.

Banyak produsen susu formula bayi memasukkan protein whey sebagai bahan baku utama. Whey memiliki semua jenis manfaat makanan yang sangat baik untuk bayi.

Kendati demikian, Moms tidak dianjurkan untuk menambahkan protein whey tambahan atau yang sudah berbentuk suplemen selain yang sudah terkandung di dalam susu formula bayi. Karena susu formula bayi mengandung protein, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin dan mineral yang seimbang. Memberi bayi suplemen protein tambahan berbahaya karena potensi toksisitas protein dan dapat menyebabkan kematian.

Namun, Moms juga perlu teliti dalam memilih susu formula. Protein terbaik adalah yang sudah direkayasa oleh professional di bidang makanan. Ada jenis protein whey seperti alpha-lactalbumin yang ditambahkan ke beberapa susu formula bayi dan menurut penelitian ini adalah nutrisi terbaik untuk bayi.

Baca Juga: Kenali Sumber Protein Penting Bagi Ibu Hamil!

Protein Whey untuk Tumbuh Kembang Anak

protein whey

foto: freepik.com

The International Food Information Council Foundation menjelaskan bahwa protein sangat penting untuk tubuh, khususnya bagi tumbuh kembang anak. Protein dan komponen asam aminonya berfungsi sebagai hormon, enzim, dan pengangkut nutrisi lain. Sehingga sangat dibutuhkan sejak bayi, anak-anak hingga remaja.

Karena banyak terdapat di produk diary, protein whey sangat disukai oleh anak-anak. Whey dapat ditemukan di berbagai jenis produk diary seperti keju, susu dan yoghurt.

Protein whey untuk tumbuh kembang anak memang sangat disarankan. Pada masa pertumbuhan, anak-anak mungkin akan mengalami kekurangan protein. Karena di usia tersebut, mereka mulai pilih-pilih makanan dan aktifitas mulai tinggi padahal di usia ini anak-anak sangat membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhannya.

Menambahkan makanan yang mengandung protein whey salah satu cara terbaik untuk anak-anak. Kebutuhan protein setiap anak berbeda-beda tergantung usianya. Indian Council of Medical Research menyebutkan anak usia 1-3 tahun memerlukan 16.9 gram protein, sementara usia 4-6 tahun membutuhkan 20,1 gram protein. Hal ini menjelaskan bahwa semakin bertambahnya usia, kebutuhan protein semakin tinggi.

Sama halnya seperti untuk orang dewasa, protein whey dikenal mampu meningkatkan masa otot pada anak-anak. Pertumbuhan oto yang maksimal perkembangan tubuh si kecil akan lebih sehat dan seimbang.

Tak berhenti sampai disitu, protein whey juga terbukti efektif untuk mengembalikan berat badan anak-anak dan memenuhi nutrisi pada anak yang kurang gizi. The American Journal of Clinical Nutrition menjelaskan bahwa anak yang konsumsi protein whey memiliki tinggi badan dan ukuran tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang konsumsi protein soya.

Protein whey untuk tumbuh kembang memang sangat penting. Karena dengan konsumsi protein whey, sistem imun anak lebih terjaga, sehingga si kecil tidak mudah sakit dan tubuhnya selalu dalam keadaan prima.

U.S Dairy Export Council menjelaskan bahwa protein whey mengandung asam amino empat kali lebih banyak dibanding dengan protein soya. Karena itulah, protein whey mampi mendukung sistem imun anak lebih kuat dan sangat berguna untuk tumbuh kembang.

Kendati demikian, Moms jangan lupa untuk mengkonsultasikan kepada dokter anak sebelum memberikan protein whey kepada anak-anak. Karena, untuk anak-anak yang alergi terhadap laktosa, protein whey sangat tidak disarankan.

Artikel Terkait