PARENTING
15 Juni 2019

Punya Anak dengan Seabrek Aktivitas? Kenapa Tidak!

Saya tak memaksakan kehendak, anak pun begitu menikmatinya. Semua happy!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Prita

Sharing dari : Kartika Anindita E, Ibu dari Ayunda Cayla Nareswari (7 thn) dan Bima Aryasatya (2 thn)

Sejak umur dua tahun, anak saya, Cyla, adalah anak yang luar biasa aktifnya (baca: tidak bisa diam) sampai sering kali yang melihat aksinya merasa lelah sendiri. Anak ini suka sekali melakukan banyak hal. Pun jalan kaki dengan jarak jauh untuk ukuran anak-anak pun (sedari kecil saat jalan ke pusat perbelanjaan bahkan traveling saya tidak membiasakan membawa stroller untuknya) dia melakukannya dengan senang hati tanpa terlihat gurat kelelahan di wajahnya.

Mulai memilihkan aneka kegiatan

Cyla gymnastic 2.jpg

Masuk ke usia sekolah, saya memasukkannya ke PAUD dekat komplek di mana orang tua saya tinggal, Cyla sering dikirim oleh sekolahnya menjadi perwakilan berbagai macam lomba eksternal. Dari lomba menari, senam bahkan lomba apapun, Cyla selalu menjadi salah satu perwakilan yang dikirim oleh sekolahnya. Jelang lulus PAUD, saya mendaftarkan Cyla mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berupa bimbingan pelajaran tambahan oleh guru PAUDnya di luar jam sekolah dan mengaji di masjid dekat rumah, masing-masing dua hari dalam seminggu untuk masing-masing kegiatan tersebut.

Apakah dengan kegiatan tersebut membuat dia lelah dan berhenti menjadi anak rajin bergerak aktif? Oh tentu saja tidak. Kadang kami masih sering kewalahan dengan segala gerak aktifnya. Hingga satu saat saya berpikir sudah seharusnya Cyla punya aktivitas berupa olahraga untuk menyalurkan energi berlebihnya. Maksudnya, dialihkan ke hal-hal yang positif bukan hanya sekedar lari-lari non stop.

Setelah survei berbagai kegiatan olahraga untuk anak, pilihan kami jatuh kepada gymnastic atau berenang. Kenapa keduanya? Pertama, gymnastic adalah senam yang melibatkan tidak hanya kekuatan dan kecepatan, tapi juga keserasian. Tentunya tiga hal tersebut juga akan melatih ketangguhan anak dan melatih mental serta konsentrasi anak. Menurut saya, gymnastic juga mampu melatih kemampuan sosial anak sedari dini. Dengan berlatih teratur (Cyla berlatih tiga kali seminggu) dengan beberapa temannya dalam satu sesi, Cyla jadi punya kesempatan untuk bersosialisasi dengan rekan sebayanya sekaligus belajar bagaimana bekerja sama dalam satu tim.

Cyla gymnastic 1.jpg

Lalu mengapa sempat juga terlintas berenang untuk Cyla dalam benak saya? Selain melatih disiplin, menurut saya, berenang juga dapat melatih keberanian. Sebelumnya, saya sempat membaca satu berita di satu situs mengenai seorang anak yang berenang bersama teman-temannya tanpa pengawasan orang tua, dalam keadaan sebenarnya anak ini tidak bisa berenang sama sekali dan dia tenggelam saat bercanda di pinggiran kolam bersama teman-temannya. Langsung timbul niat saya untuk juga memasukkan Cyla ke sekolah renang. Paling tidak dia bisa berenang, tidak perlu sampai jago. Jadi kalau ada kegiatan penilaian olahraga berenang dari sekolahnya hal seperti yang saya baca di situs berita itu bisa diminimalisir. Jadi berenang menurut saya masuk ke dalam salah satu life skill yang harus dikuasai, selain juga berenang adalah olahraga sepanjang masa yang tak lekang oleh waktu.

Jadi, apa pilihannya? Saya membebaskan Cyla untuk memilih yang disukainya. Apa yang dipilihnya? Ternyata keduanya! Sampai hari ini, Cyla sudah memasuki tahun kedua dia berlatih gymnastic dan berenang. Kedua olahraga ini pun saya sadari mengajari Cyla bagaimana dia mendengarkan orang lain (pelatihnya), menghargai orang lain (rekan satu klubnya), bersikap tenang, fokus dan konsentrasi, serta mendengarkan arahan orang lain.

Kabar gembira, Cyla begitu menikmati kesibukannya

Cyla renang 1.jpg

Hal lain yang saya dapatkan sebagai bonus adalah ternyata sampai saat ini Cyla berkomitmen penuh sama dua olahraga yang dijalaninya (dua olahraga ini juga sedikit banyak melatih anak untuk memiliki komitmen tinggi). Karena komitmennya, Cyla sudah mengikuti dua kali kejuaraan internal dan satu kali kejuaraan eksternal di klub gymnasticnya. Untuk berenang, Cyla sudah mengikuti dua kali kejuaraan eksternal klubnya dan satu kali mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan. Pepatah sambil menyelam minum air agaknya sesuai dengan yang dialami oleh Cyla saat ini. Selain mengikuti kegiatan yang disukainya, dia juga menuai prestasi, selain menambah banyak teman tentunya.

“Apa nggak capek anaknya punya banyak kegiatan seperti itu?” Pertanyaan macam ini sepertinya sudah ratusan kali saya dapatkan. Tak sedikit pula yang menuduh saya memaksakan kehendak (pada anak untuk mempunyai banyak aktivitas). Jawabannya tidak. Karena saya nggak pernah memaksakan semua kegiatan ini padanya. Semua kegiatannya adalah benar-benar atas kemauannya sendiri. Pun jika sedang sakit atau lelah dia pasti bilang istirahat latihan dulu. Jadi semua keputusan benar-benar saya serahkan padanya.

Dengan banyaknya aktivitas Cyla, bukan hanya dia saja yang berlatih. Saya juga belajar dan berlatih untuk lebih percaya padanya. Percaya pada kemampuannya tentu saja.

Artikel Terkait