KESEHATAN
26 Oktober 2019

Ternyata, Punya Sahabat Baik untuk Kesehatan Mental

Sahabat adalah seseorang yang berada di saat susah dan senang
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Sahabat, rasanya mendengarkan kata tersebut pasti pikiran kita akan langsung tertuju pada seseorang yang ada di saat susah dan senang.

Seseorang sudah mengenal kita dalam waktu lama dan sudah mengetahui sifat satu sama lain dengan sangat baik.

Bukan dari seberapa banyak sahabat yang dipunya, ya, Moms, tapi seberapa besar kualitas persahabatan itu sendiri dengan seseorang.

Faktanya, menata hubungan persahabatan juga sulit dan membutuhkan usaha. Seiring bertambahnya usia, bukan tidak mungkin seseorang yang dulu dekat dengan Moms bisa menjadi orang asing yang sudah berbeda jauh.

Hal tersebut wajar terjadi, terlebih lagi banyak perubahan yang terjadi di dalam hidup, terkait dengan pekerjaan, pernikahan, anak, dan hal lainnya. Jadi, apabila saat ini Moms masih mempunyai sahabat, maka sudah seharusnya Moms berbahagia.

Baca Juga: Mengenal Pseudobulbar, Gangguan Mental yang Membuat Joker Tertawa Tak Terkendali

Tentunya, memiliki sahabat yang baik mempunyai kesehatan mental kita juga semakin sehat.

Ketika Moms dan sahabat saling merasa bahagia, mempunyai perasaan saling memiliki, mempunyai tujuan untuk hidupnya masing-masing, berkurangnya tingkat stres, merasa dihargai dan percaya diri, maka Moms berada di lingkaran persahabatan sehat.

Sebaliknya, apabila Moms merasa minder, semakin stres, dan banyak drama yang terjadi dengan sahabat, maka persahabatan tersebut tidak sehat. Persahabatan yang sehat maka sebenarnya mampu menjaga kesehatan mental kita juga, Moms.

Persahabatan dan Kesehatan Mental

Ternyata, Punya Sahabat Baik untuk Kesehatan Mental-2.jpg

Di tahun 2009, Journal of National Medical Association melakukan survei pada 300 pria dan wanita di sebuah klinik kesehatan.

Hasil dari survei ini mengungkapkan, responden dengan dukungan sosial yang kurang rentan menderita gangguan kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan dan depresi.

Hal ini semakin membuktikan bahwa setiap orang sebenarnya membutuhkan seseorang untuk dijadikan teman untuk saling mendukung dan menghargai.

James Coan, profesor psikologis klinis di University of Virginia juga menjelaskan bahwa tingkat kecemasan seseorang dapat berkurang saat bersama sahabat mereka.

“Banyaknya beban stres dalam kehidupan yang dapat membuat seseorang menjadi begitu. Kehadiran seorang sahabat dapat meredakan hal tersebut. Mempunyai sahabat juga dapat mengurangi risiko terkena depresi,” ungkap James, menjelaskan.

Baca Juga: Perhatikan dengan Seksama, Ini 4 Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

Studi dari Health Psychology pada tahun 2014 juga mengungkapkan bahwa kekuatan persahabatan bahkan mencegah keterpurukan seseorang yang kehilangan pasangannya.

Adanya dukungan dari orang-orang terdekat mampu memberikan kekuatan dan mencegah terjadinya depresi. Hal ini semakin membuktikan bahwa mempunyai sahabat bermanfaat bagi kesehatan mental seseorang.

Kualitas Persahabatan yang Baik

Ternyata, Punya Sahabat Baik untuk Kesehatan Mental-3.jpg

Mempunyai sahabat memang baik untuk kesehatan mental, namun semuanya harus kembali pada kualitas persahabatan itu sendiri.

Kualitas maksudnya adalah seberapa sering berkomunikasi secara intens dengan sahabat.

Tidak sedikit seseorang yang saat ini hanya menggunakan media sosial sebagai alat berkomunikasi. Walaupun sebenarnya hal tersebut justru meningkatkan risiko kesepian.

Dr. Stuart Lustig, psikiater di San Fransisco mengungkapkan, waktu berkualitas dan bermanfaat dalam sebuah hubungan, termasuk persahabatan, adalah seberapa banyak meluangkan waktu untuk bertemu.

Dr. Stuart juga menjelaskan media sosial harus digunakan secara bijaksana dan strategis, dan bukannya sebagai pengganti hubungan pribadi dengan seseorang.

“Interaksi bertatap muka, memiliki waktu berkualitas dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan adalah hal yang dapat mencegah rasa kesepian seseorang. Itu juga yang membangun kualitas hubungan dengan seseorang,” ujar Dr. Stuart, menjelaskan lewat American Journal of Health.

Baca Juga: Mari Perhatikan Kesehatan Mental Anak Sejak Dini dengan 4 Cara Ini

Selain intensitas waktu bertemu yang berkualitas, persahabatan yang kuat dapat dibangun dengan kemauan untuk saling menghargai dan memberikan dukungan.

Mungkin saja akan terjadi suatu masalah, namun tetap bisa menegur tanpa harus menyudutkan salah satu pihak. Yuk, miliki persahabatan yang erat untuk kesehatan jiwa yang kuat, ya!

(DG)

Artikel Terkait