NEWBORN
1 Juli 2019

Pusar Bayi Berdarah, Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

Bisa jadi karena gesekan dengan popok
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Memiliki bayi baru lahir bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua baru. Salah satunya perihal merawat pusar bayi.

Ketika bayi lahir, tali pusat bayi yang menjadi jalur makanan dari ibu ke bayi, akan dijepit dan dipotong. Hal ini akan sedikit meninggalkan tali pusat di perut bayi baru lahir.

Dalam beberapa minggu, sisa tali pusat di pusar bayi akan terlepas dengan sendirinya. Namun di antara waktu tersebut, tidak jarang pusar bayi berdarah dan menimbulkan kepanikan.

Berikut ini penyebab dan hal apa yang perlu diwaspadai saat pusar bayi berdarah.

Baca Juga: 3 Cara Merawat Tali Pusat Bayi Yang Perlu Diketahui

Kondisi Normal

1 Kondisi Normal.jpg

Foto: parents.com

Tali pusat bayi rata-rata terlepas 10-14 hari setelah bayi lahir. Tali pusat akan perlahan mengering dan menjadi lebih kecil, lalu terlepas sendiri.

“Ketika sisa tali pusat mulai terlihat akan terlepas, maka mungkin akan ada beberapa tetes darah atau nanah. Ini normal dan akan hilang dalam satu atau dua hari. Tali pusat yang kering akan berbau, karena merupakan jaringan mati,” ungkap Dr Dina Kulik, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Sehingga, Moms tidak perlu langsung panik jika menemukan darah di sekitar pusar bayi baru lahir. Darah ini biasanya terlihat saat sedang mengganti popok bayi, mandi, atau saat sedang membersihkan pusar bayi.

Baca Juga: Menyimpan Darah Tali Pusat Bayi Baru Lahir, Sejauh Mana Manfaatnya?

Penyebab Pusar Bayi Berdarah

2 Penyebab Pusar Bayi Berdarah.jpg

Foto: news.sanfordhealth.org

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan pusar bayi berdarah. Penyebab pertama yang paling mungkin adalah titik di mana tali pusat yang akan mulai terpisah dari tubuh bayi. Selain itu, gesekan pusar bayi dengan popok atau saat mandi juga rentan menyebabkan pusar bayi berdarah.

Untuk itu, memang memerlukan perawatan ekstra hati-hati saat membersihkan area sekitar pusar bayi, untuk mencegah muncul pusar bayi berdarah. Selain sedikit tetesan darah, Moms juga mungkin akan menemukan sekresi lendir berwarna merah darah. Ini juga merupakan hal yang normal.

Jika Moms menemukan pusar bayi berdarah, tidak perlu panik. Cukup bersihkan sisa darah secara perlahan dari pusar bayi dengan menggunakan kapas bersih yang diberi air hangat bersih.

Lalu keringkan segera area di sekitar pusar bayi. Setelahnya, pastikan pusar bayi tidak tertekan dengan popok untuk menghindari kejadian ini terulang kembali.

Baca Juga: Tali Pusat Bayi Tidak Dipotong Setelah Lahir, Bisa Picu Infeksi?

Perhatikan Gejala Infeksi

3 Perhatikan Gejala Infeksi.jpg

Foto: todaysparent.com

Meski jarang terjadi, namun infeksi pada pusar bayi juga perlu diwaspadai. "Hal yang perlu diwaspadai antara lain tali pusat yang berbau, cairan berbau busuk, mengeluarkan nanah, kemerahan, pembengkakan di sekitar pusar bayi, pendarahan terus menerus, demam, lesu, kurang makan, dan mudah rewel,” ungkap Dokter Anak Margaret Grell, MD dari Rumah Sakit Joe DiMaggio Children’s, Hollywood, Florida, seperti dikutip dari parents.com.

Saat muncul gejala-gejala ini, ada baiknya Moms segera berkonsultasi pada Dokter mengenai perawatan dan tindakan yang tepat dalam mengatasi masalah pada pusar bayi.

(GS)

Artikel Terkait