DI ATAS 5 TAHUN
5 Oktober 2017

Puzzle, Mainan Edukatif untuk Mengasah Otak Anak

Ternyata permainan ini memiliki banyak manfaat untuk anak
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Anak-anak akan menangkap ilmu pendidikan dengan lebih baik bila diberikan melalui permainan. Dengan bermain, anak merasa lebih santai dan tidak bosan namun pertumbuhan otak dan tubuhnya berkembang dengan pesat.

Dari sekian banyak jenis permainan yang tersedia untuk anak-anak, puzzle tidak hanya mengembangkan otak tetapi juga dapat melatih mental. Mainan edukatif ini tersedia dalam berbagai macam gambar, ukuran, dan tingkat kesulitan, sehingga puzzle dapat dimainkan oleh anak-anak mulai usia 10 bulan sampai orang dewasa. Selain sebagai permainan asah otak, puzzle juga membuat si kecil terbiasa bersikap tenang, tekun, dan sabar untuk menyelesaikan sesuatu.

Selain membuat anak merasa tertantang untuk mencari penyelesaian masalah, permainan puzzle juga memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhan otak anak. Berikut di antaranya:

Mengembangkan koordinasi mata dan tangan

Anak akan dilatih untuk bisa mengatur koordinasi mata dan tangan saat meletakkan kepingan puzzle pada tempat yang tepat. Anak belajar melibatkan gerakan, tetap berkonsentrasi, serta mengenali apa yang terlihat dalam waktu bersamaan.

Pengembangan motorik

Saat anak mengambil kepingan puzzle, meletakkannya sesuai garis, dan memindahkan kepingan tanpa merusaknya, keterampilan motorik mereka ikut diasah. Pengembangan keterampilan motorik ini juga membantu melatih mereka untuk melakukan hal-hal dasar seperti menulis dan makan dengan baik.

Meningkatkan kemampuan berpikir

Anak akan belajar untuk berkonsentrasi dan sel-sel otaknya akan terlatih untuk berpikir mencari penyelesaian supaya kepingan-kepingan yang tercecer dapat dirangkai sesuai tempatnya.

Pengembangan keterampilan kognitif

Anak belajar mengenal bentuk, ukuran, serta warna-warna yang berbeda pada tiap objek. Saat anak berusaha untuk meletakkan semuanya secara harmonis, maka keterampilan kognitif anak terlatih. Permainan ini juga dapat membantu anak dengan dasar-dasar pelajaran sekolah seperti alfabet, berhitung, dan mengenal nama-nama objek.

Baca juga: Permainan yang Merangsang Calistung pada Anak

Melatih daya ingat dan nalar

Anak akan mengingat bentuk, gambar, dan warna puzzle yang disusun. Bersamaan dengan itu, anak dilatih untuk bernalar karena anak harus bisa menyimpulkan urutan gambar yang tepat menggunakan logikanya.

Kemampuan setiap anak itu berbeda. Oleh karena itu, sebaiknya Mama pilihkan puzzle yang tepat sesuai dengan kemampuan si kecil dan bukan berdasarkan umurnya. Awalnya, kenalkan puzzle sederhana yang memiliki tingkat kesulitan rendah dan hanya terdiri dari satu keping saja kepada anak. Mainan puzzle jenis ini melatih si kecil untuk menyesuaikan keeping puzzle dengan arah dan tempat kepingan yang semestinya.

Untuk menambah motivasi dan tingkat kesulitan berpikir yang sesuai dengan bertambahnya usia, berikan puzzle dengan jumlah kepingan yang meningkat. Dampingi si kecil dan berikan arahan saat ia mengalami kesulitan. Jika ia berhasil menyelesaikan permainan puzzle-nya, jangan lupa berikan pujian.

(HEI)

Artikel Terkait