RUPA-RUPA
21 Februari 2019

Rabies Meluas di NTB, Mengapa Bisa Terjadi?

Hingga saat ini, wabahnya telah merambah dua wilayah yaitu kabupaten Dompu dan Sumbawa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh mentari.delita
Disunting oleh mentari.delita

Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) kini tengah dihebohkan dengan kasus rabies yang semakin mewabah.

Hingga saat ini total korban dari serangan anjing gila di wilayah Dompu tersebut telah mencapai lebih dari 600 orang, dengan delapan di antaranya meninggal dunia.

Ditetapkan sebagai kasus luar biasa, inilah beberapa fakta seputar kasus rabies di NTB:

Menyebar di Dua Kabupaten

Wabah rabies yang dimulai sejak akhir Januari lalu ini, pada awalnya menyerang 19 orang yang menjadi korban gigitan anjing.

Dari uji laboratorium sampel otak hewan penggigit yang dilakukan oleh Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar, hewan tersebut memang positif rabies.

Hingga saat ini, wabahnya telah merambah dua wilayah yaitu kabupaten Dompu dan Sumbawa.

Menyikapi semakin merebaknya wabah rabies tersebut, dinas kesehatan telah menyiapkan vaksin anti rabies.

Hingga saat ini total 2.000 vaksin telah tersebar untuk wilayah Dompu dan Sumbawa.

Baca Juga: Kronologi Ledakan Granat yang Tewaskan Anak di Bogor

Menyerang Ratusan Korban

Hingga saat ini, total korban gigitan rabies sudah mencapai lebih dari 600 orang, dengan delapan diantaranya meninggal dunia.

“Data sampai saat ini total korban gigitan anjing sudah 619 orang. Angka kematian jadi enam orang, lima orang di Kecamatan Kempo dan satu orang di Banggo Menggelewa. Korban itu semuanya kasus gigitan lama," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Zaenal Arifin, dilansir dari Kompas.com.

Upaya Pembasmian Anjing Liar

Mengantisipasi adanya korban berikut dari gigitan anjing gila, Bupati Dompu, Drs. Bambang M Yasin telah menugaskan tim pembasmi anjing liar dan anjing gila di wilayah setempat.

Hal ini dilakukan lantaran di wilayah Dompu sendiri populasi anjir liar memang cukup tinggi. "Berdasarkan keterangan dari Direktorat Peternakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, populasi anjing di Kabupaten Dompu sudah mencapai 27.000 ekor atau 10 persen dari jumlah penduduk," jelas Bambang.

Cara pembasmian tersebut dilakukan dengan memberikan vaksinasi terhadap hewan peliharaan serta membasmi anjing-anjing yang diduga menyebarkan virus rabies dengan cara ditembak dan diberi racun.

"Sampai saat ini jumlah anjing yang telah dieliminasi sebanyak 1.078 ekor yang tak bertuan yang kami duga mengandung rabies. Itu jumlah yang dicampur oleh laporan mandiri dari masyarakat. Untuk jangka panjang kami terus memberikan vaksinasi," tambah Zaenal.  

Baca Juga: Meledak Karena Digunakan Menelepon Sambil di-Charge, Begini Cara Aman Mengisi Baterai Ponsel

Waspada Gejala Rabies

Melihat semakin tingginya angka penyebaran virus rabies, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan NTB, Zainul Arifin menghimbau masyarakat setempat untuk memahami gejala rabies.

Saat diserang virus rabies, gejalanya memang akan terlihat dalam rentang waktu antara 2 minggu hingga 2 tahun.

Namun, gejala akan terlihat dalam kurun waktu 1 hingga 2 bulan. Adapun gejala seseorang yang terinfeksi rabies adalah gelisah, takut cahaya hingga takut air.

Hingga saat ini kewaspadaan di wilayah Dompu dan sekitarnya masih terus ditingkatkan, lantaran jumlah korban yang juga masih terus bertambah.

(MDP)

Artikel Terkait