GAYA HIDUP
10 Januari 2020

Radang Amandel pada Anak, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Amandel hanya penting pada 6 bulan pertama kehidupan, lalu kenapa radang amandel tidak dioperasi saja?
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Apakah Moms pernah melihat Si Kecil sakit tenggorokan berulang kali disertai demam dan kesulitan menelan? Hati-hati karena itu adalah salah satu gejala radang amandel.

Amandel sendiri sebenarnya adalah gumpalan jaringan pada kedua sisi tenggorokan belakang yang berfungsi membantu melawan infeksi dengan menjaga sistem kekebalan tubuh. Namun, amandel juga bisa terinfeksi dan dia akan mengalami peradangan di mana amandel akan terlihat membengkak dan merah.

Siapapun dan pada usia berapa pun bisa menderita radang amandel. Penyakit ini paling umum terjadi pada anak-anak dan remaja usia 5 - 15 tahun. Faktanya memang banyak anak kecil dan balita menderita radang amandel atau penyakit yang biasa disebut tonsillitis.

Sebenarnya, apa sih penyebab dan bagaimana cara menangani radang amandel pada anak? Berikut ulasannya.

Baca Juga: Hindari 9 Makanan yang Memicu Asam Lambung Ini

Penyebab Radang Amandel pada Anak

Radang Amandel.png

Foto: factdr.com

Anak-anak dengan radang amandel mungkin merasa tidak sehat, disertai sakit kepala, sakit telinga, sakit perut, dan tidak nafsu makan.

Simon Carney, Professor of Otolaryngology - Head & Neck Surgery, Flinders University, mengatakan sebenarnya amandel hanya penting dalam enam bulan pertama kehidupan. Namun setelah itu, amandel pada dasarnya tidak bekerja.

Akan tetapi seiring dengan bertambahnya usia, makanan dan kuman masih bisa mendarat pada celah amandel yang disebut crypts. Bakteri dan kuman yang menyangkut kemudian dapat menyebabkan infeksi berkembang, sehingga menyebabkan sakit tenggorokan dan radang amandel.

"Beberapa infeksi juga dapat menyebabkan amandel bertambah besar. Amandel yang besar atau membengkak dapat menghalangi jalan napas dan menyebabkan mendengkur, masalah menelan, juga masalah bicara," katanya seperti dikutip dari theconversation.com.

Bakteri lain yang paling sering menyebabkan radang amandel adalah streptokokus grup A. Bakteri strep menyebabkan hampir sepertiga dari semua sakit tenggorokan.

Selain karena bakteri, radang amandel juga biasanya disebabkan virus seperti adenovirus atau sekelompok virus yang dapat menginfeksi lapisan jaringan saluran pernafasan, mata, usus, saluran kemih, dan sistem saraf.

Virus influenza dan epstein-barr (Mononukleosis) juga bisa menjadi salah satu penyebab radang amandel. Mononukleosis adalah sekelompok gejala seperti demam, nyeri otot, kelelahan, dan sakit tenggorokan.

Baca Juga: Apakah Penderita Penyakit Lupus Bisa Hamil?

Cara Mengobati Radang Amandel Pada Anak

Cara Obati Radang Amandel.jpg

Foto: factdr.com

Pengobatan radang amandel pada anak akan tergantung pada penyebabnya. Seperti dikutip dari kidshealth.org, jika radang amandel disebabkan oleh virus, maka dalam hal ini tubuh akan melawan infeksi dengan sendirinya.

Sementara jika dikarenakan bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Mendorong Si Kecil untuk minum antibiotik dengan tepat seperti yang diarahkan dokter dapat membantu penyembuhan gejala dengan cepat dan mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain.

Menghabiskan obat yang diresepkan terutama antibiotik adalah sesuatu yang lebih baik, meskipun Si Kecil sudah merasa sembuh. Hal ini dilakukan untuk menghindari infeksi yang kembali meradang. Ini juga membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius atau yang dapat menyebabkan streptokokus seperti demam rematik yang dapat merusak jantung.

Pastikan Si Kecil minum banyak cairan dan banyak istirahat. Jika menelan dirasa sakit, menyediakan makanan lunak dan berair bisa menjadi solusi radang amandel. Beberapa anak lebih suka makanan dan minuman hangat, seperti sup atau teh manis.

Anak-anak lain lebih nyaman dan menyukai makanan dingin atau beku untuk tenggorokan mereka, seperti milkshake, smoothie, dan ice cream. Anak-anak yang lebih besar boleh mengkonsumsi permen pelega tenggorokan.

Operasi amandel pernah menjadi prosedur umum. Namun, saat ini hal tersebut jarang direkomendasikan. Kecuali, infeksi benar-benar cukup parah sehingga membuat Si Kecil sulit bernapas pada malam hari.

Sekarang para ahli lebih merekomendasikan untuk melihat dan menunggu, karena amandel yang bengkak sering menyusut dengan sendirinya seiring waktu.

Baca Juga: Tidak Kalah Hits, Ini 5 Oleh-oleh khas Surabaya yang Tradisional Banget

Itulah penyebab umum radang amandel pada anak dan cara efektif untuk meredakannya. Selamat mencoba Moms!

(RIE/ERN)

Artikel Terkait