GAYA HIDUP
20 Agustus 2020

Amandel pada Anak, Ini Hal-hal yang Wajib Moms Ketahui

Amandel merupakan kondisi yang umum terjadi pada anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Apakah Moms pernah melihat Si Kecil sakit tenggorokan berulang kali disertai demam dan kesulitan menelan? Hati-hati karena itu adalah salah satu gejala amandel pada anak.

Amandel sendiri sebenarnya adalah gumpalan jaringan pada kedua sisi tenggorokan belakang yang berfungsi membantu melawan infeksi dengan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Namun, amandel pada anak juga bisa terinfeksi dan dia akan mengalami peradangan di mana amandel akan terlihat membengkak dan merah.

Siapapun dan pada usia berapa pun bisa menderita radang amandel. Melansir U.S. National Library of Medicine, amandel pada anak paling sering terjadi di atas usia dua tahun. Tetapi, dalam jurnal Research Gate, radang amandel biasanya menyerang anak-anak sejak usia 4 tahun (umumnya di rentang usia 4-8 tahun).

Sebenarnya, apa sih penyebab dan bagaimana cara mengatasi amandel pada anak? Berikut ulasannya.

Baca Juga: Lakukan Pengangkatan Amandel Untuk Cepat Hamil

Gejala Amandel pada Anak

gejala amandel pada anak.jpg

Foto: familydoctor.org

Melansir The Royal’s Children Hospital Melbourne, salah satu tanda Si Kecil menderita penyakit amandel adalah terdapat pembesaran kelenjar getah bening di area bawah rahang atau tenggorokan.

Jika sudah terjadi gejala ini, biasanya anak akan mengalami gangguan penelanan dan sakit tenggorokan. Selain itu, gejala anak menderita amandel yang paling umum ialah bila ia mengeluh sakit tenggorokan dan sulit menelan.

Mengutip National Health Service, gejala amandel pada anak bisa terasa seperti pilek atau flu. Amandel di bagian belakang tenggorokan akan berwarna merah dan bengkak.

Secara garis besar, gejala utama pada anak-anak dan orang dewasa itu sama. Seperti adanya sakit tenggorokan, kesulitan menelan, suara serak, suhu tubuh 38 derajat Celcius atau lebih, batuk, sakit kepala, sakit telinga, dan merasa lelah.

Terkadang gejalanya bisa lebih parah dan termasuk kelenjar yang bengkak dan menyakitkan di leher (terasa seperti benjolan), bintik-bintik putih nanah di amandel di bagian belakang tenggorokan, dan bau mulut.

Gejala amandel pada anak biasanya akan hilang setelah 3 hingga 4 hari. Meskipun amandel bukan merupakan penyakit menular, tetapi infeksi yang menyebabkannya seperti masuk angin dan flu bisa menular.

Baca Juga: 3 Hal Penting yang Harus Diketahui Seputar Penyebab Bau Mulut Anak

Risiko Amandel pada Anak

risiko amandel pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Amandel adalah garis pertahanan sistem kekebalan tubuh pertama melawan bakteri dan virus yang masuk ke mulut. Fungsi ini dapat membuat amandel sangat rentan terhadap infeksi dan peradangan.

Namun, fungsi sistem kekebalan amandel menurun setelah masa pubertas. Hal ini menjadi faktor mengapa jarang terjadi kasus pada orang dewasa.

Ada beberapa faktor risiko amandel pada anak yang bisa terjadi. Mengutip Mayo Clinic, faktor risiko untuk amandel bisa meliputi hal-hal berikut di bawah ini:

1. Usia Muda

Amandel paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi jarang pada mereka yang lebih muda dari usia 2 tahun.

Risiko amandel pada anak di usia muda yang disebabkan oleh bakteri paling umum terjadi pada anak-anak usia 5 hingga 15 tahun, sedangkan amandel karena virus lebih umum terjadi pada anak-anak dengan usia yang lebih muda.

2. Sering Terpapar Kuman

Anak-anak usia sekolah berada dalam kontak dekat dengan teman sebaya mereka. Hal ini membuat Si Kecil sering terpapar virus atau bakteri yang dapat menyebabkan amandel pada anak.

Ada beberapa komplikasi yang juga terjadi karena peradangan atau pembengkakan amandel pada anak seperti sulit bernapas, gangguan pernapasan saat tidur (obstructive sleep apnea), infeksi yang menyebar jauh ke jaringan di sekitarnya (tonsillar cellulitis), infeksi yang menghasilkan nanah di belakang amandel (abses peritonsillar), infeksi strep.

Jika radang amandel yang disebabkan oleh streptokokus grup A atau jenis bakteri streptokokus lain tidak diobati, atau jika pengobatan antibiotik tidak lengkap, Si Kecil memiliki risiko yang meningkat terhadap gangguan langka.

Baca Juga: Radang Amandel Tidak Boleh Minum Es?

Penyebab Amandel pada Anak

Radang Amandel.png

Foto: factdr.com

Anak-anak dengan radang amandel mungkin merasa tidak sehat, disertai sakit kepala, sakit telinga, sakit perut, dan tidak nafsu makan.

Simon Carney, Professor of Otolaryngology - Head & Neck Surgery, Flinders University, mengatakan sebenarnya amandel hanya penting dalam enam bulan pertama kehidupan. Namun setelah itu, amandel pada dasarnya tidak bekerja.

Akan tetapi seiring dengan bertambahnya usia, makanan dan kuman masih bisa mendarat pada celah amandel yang disebut crypts. Bakteri dan kuman yang menyangkut kemudian dapat menyebabkan infeksi berkembang, sehingga menyebabkan sakit tenggorokan dan radang amandel.

"Beberapa infeksi juga dapat menyebabkan amandel bertambah besar. Amandel yang besar atau membengkak dapat menghalangi jalan napas dan menyebabkan mendengkur, masalah menelan, juga masalah bicara," katanya seperti dikutip dari The Conversation.

Bakteri lain yang paling sering menyebabkan radang amandel adalah streptokokus grup A. Bakteri strep menyebabkan hampir sepertiga dari semua sakit tenggorokan.

Selain karena bakteri, radang amandel juga biasanya disebabkan virus seperti adenovirus atau sekelompok virus yang dapat menginfeksi lapisan jaringan saluran pernafasan, mata, usus, saluran kemih, dan sistem saraf.

Virus influenza dan epstein-barr (Mononukleosis) juga bisa menjadi salah satu penyebab radang amandel. Mononukleosis adalah sekelompok gejala seperti demam, nyeri otot, kelelahan, dan sakit tenggorokan.

Baca Juga: 4 Cara Alami Mengatasi Radang Amandel Pada Ibu Hamil

Cara Mengatasi Amandel pada Anak

Cara Obati Radang Amandel.jpg

Foto: factdr.com

Cara mengatasi amandel pada anak akan tergantung pada penyebabnya. Seperti dikutip dari Kids' Health, jika radang amandel disebabkan oleh virus, maka dalam hal ini tubuh akan melawan infeksi dengan sendirinya.

Sementara jika dikarenakan bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Mendorong Si Kecil untuk minum antibiotik dengan tepat seperti yang diarahkan dokter dapat membantu penyembuhan gejala dengan cepat dan mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain.

Menghabiskan obat yang diresepkan terutama antibiotik adalah sesuatu yang lebih baik, meskipun Si Kecil sudah merasa sembuh. Hal ini dilakukan untuk menghindari infeksi yang kembali meradang.

Ini juga membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius atau yang dapat menyebabkan streptokokus seperti demam rematik yang dapat merusak jantung.

Sebagai cara mengatasi amandel pada anak lainnya, pastikan Si Kecil minum banyak cairan dan banyak istirahat. Jika menelan dirasa sakit, sediakan makanan lunak dan berair bisa menjadi solusi radang amandel. Beberapa anak lebih suka makanan dan minuman hangat, seperti sup atau teh manis.

Anak-anak lain lebih nyaman dan menyukai makanan dingin atau beku untuk tenggorokan mereka, seperti milkshake, smoothie, dan es krim. Anak-anak yang lebih besar boleh mengkonsumsi permen pelega tenggorokan.

Operasi amandel pernah menjadi prosedur umum. Namun, saat ini hal tersebut jarang direkomendasikan. Kecuali, infeksi benar-benar cukup parah sehingga membuat Si Kecil sulit bernapas pada malam hari.

Sekarang para ahli lebih merekomendasikan untuk melihat dan menunggu, karena amandel yang bengkak sering menyusut dengan sendirinya seiring waktu.

Kondisi amandel pada anak termasuk penyakit ringan, tetapi bisa sangat mengganggu. Terkadang, dapat membuat Si Kecil demam dan kesulitan makan karena susah untuk menelan.

Sebelum Moms membawa ke dokter, coba dahulu cara alami berikut untuk menyembuhkan amandel pada anak. Semuanya bisa Moms dapatkan dengan mudah di rumah, lho.

1. Teh Hangat dengan Madu Murni

radang amandel anak

Foto: npr.org

Minuman hangat seperti teh hangat dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan yang dapat terjadi sebagai cara mengatasi amandel pada anak yang alami.

Ini karena madu murni, punya sifat antibakteri yang kuat, dan dipercaya dapat membantu mengobati infeksi yang menyebabkan tonsilitis.

Cara pembuatannya juga mudah lho, Moms. Cukup campurkan madu ke dalam teh, aduk hingga larut, dan berikan pada Si Kecil dalam keadaan hangat untuk diminum.

Selain bisa mencampur teh hangat dan madu, Moms juga dapat mencampurkan teh dengan jahe sebagai cara lain untuk mengatasi amandel pada anak.

Dalam International Journal of Preventive Medicine, jahe dipercaya memiliki kandungan anti-inflamasi yang kuat, yang dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman.

Namun ingat ya, Moms, ramuan madu atau jahe hanya dapat diberikan pada anak di atas umur 2 tahun. Di bawah itu, Moms perlu konsultasikan pada dokter.

2. Kumur Air Garam

radang amandel anak

Foto: goodyfeed.com

Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu meredakan sakit tenggorokan dan nyeri yang disebabkan oleh amandel pada anak. Ini juga dapat mengurangi peradangan, bahkan dapat membantu mengobati infeksi.

Aduk sekitar ½ sendok teh garam dalam 120 mL air hangat. Aduk sampai garam larut, lalu minta buah hati untuk kumur-kumur dan diamkan di dalam mulut selama beberapa detik sebelum dimuntahkan.

Namun, jika Si Kecil sulit diminta untuk berkumur air garam, berkumur dengan air hangat biasa juga tidak apa ya, Moms.

Baca Juga: 7 Bahan Rumahan untuk Atasi Radang Amandel

3. Pelembap Udara

radang amandel anak

Foto: inverse.com

Terkadang penyebab sakit tenggorokan adalah karena udara kering. Dampak dari udara kering dapat mengiritasi tenggorokan.

Untuk mengatasinya, Moms bisa menggunakan humidifier atau pelembap udara yang dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan atau amandel pada anak.

Mengutip Family Doctor, cool-mist humidifier paling menguntungkan, terutama ketika virus adalah penyebab radang amandel anak. Moms bisa menggunakan alat ini pada saat diperlukan, terutama ketika anak sedang tidur di malam hari.

Jika Moms tidak memiliki pelembap udara, cara mengatasi amandel pada anak yang lainnya bisa dengan duduk di ruangan yang dipenuhi uap dari shower juga dapat menjadi alternatif.

4. Tablet Hisap Licorice

radang amandel anak

Foto: momjunction.com

Obat pelega tenggorokan dapat membantu menenangkan tenggorokan dan mungkin menjadi cara mengatasi amandel pada anak, tetapi tidak semua obat diciptakan sama.

Beberapa tablet hisap mengandung bahan-bahan dengan sifat anti-inflamasi alami, atau bahan-bahan yang dapat meredakan rasa sakit dengan sendirinya.

Dalam jurnal AAPS PharmSciTech obat pelega tenggorokan yang mengandung licorice memiliki manfaat anti-inflamasi yang kuat. Kandungan tersebut diklaim dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan mengurangi pembengkakan di amandel serta tenggorokan.

Tetapi, penting dicatat bila Si Kecil belum bisa mengemut permen dan takut tersedak, Moms bisa ganti dengan semprotan tenggorokan sebagai pilihan alternatif yang jauh lebih baik sebagai cara mengatasi amandel pada anak.

Bila Moms merasa ragu, ada baiknya untuk mengkonsultasikan dengan dokter anak terkait hal ini sebelum memberikannya obatnya pada Si Kecil.

Itulah penjelasan tentang gejala, risiko, serta cara mengatasi amandel pada anak untuk meredakannya. Jika Si Kecil masih merasakan gejala yang sama, langsung konsultasikan ke dokter, ya!

Artikel Terkait