2-3 TAHUN
18 September 2019

Rambut Anak Rontok, Wajarkah?

Ternyata penyebab rambut anak rontok ada bermacam-macam
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Masalah rambut rontok biasanya disebut alopesia atau kebotakan. Di Amerika Serikat, rambut anak rontok menjadi penyebab 3% orang tua memeriksakan anaknya ke dokter.

Sebagian anak terlahir dengan rambut tebal, sedangkan yang lain lebih tipis, dengan kondisi kebotakan, atau memiliki pertumbuhan rambut yang lambat.

Dikutip dari situs web Livestrong, Bud Zukow, penulis buku Baby: An Owner's Manual mengatakan bayi ras kaukasia rentan mengalami kebotakan jangka panjang, sementara bayi keturunan Eropa akan memiliki rambut sedikit sampai usia 2 tahun.

Umumnya, rambut anak rontok bukanlah masalah yang perlu dikhawatirkan. Sama seperti rambut orang dewasa, rambut anak-anak pun memiliki siklus hidup yang dapat diprediksi. Setiap helai rambut anak tumbuh aktif selama dua hingga enam tahun.

Baca Juga: Rambut Rontok? Mungkin Tubuh Kita Kekurangan 4 Nutrisi Ini!

Setelah itu, rambut melewati siklus istirahat yang disebut fase telogen. Setelah sekitar tiga bulan dalam fase telogen, rambut anak rontok dan tumbuh rambut baru di tempat tersebut.

Dikutip dari situs web Web MD, rambut anak rontok biasanya disebabkan oleh infeksi atau gangguan kulit kepala. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang beberapa penyebab rambut anak rontok dan solusinya masing-masing.

1. Trichotillomania

Rambut si Kecil rontok, normal atau tidak- plus cara mengatasinya (1).jpg

Masalah rambut anak rontok yang ini ditandai dengan kebiasaan anak menarik paksa rambut mereka hingga putus.

Sebagian anak melakukannya untuk semacam pelepasan emosi, sedangkan yang lain justru tidak sadar mereka melakukannya.

Masalah ini termasuk gangguan psikologis. Untuk mengatasinya, dokter akan mencari tahu faktor apa yang mendorong anak menarik-narik rambut mereka.

Baca Juga: 8 Cara Merawat Rambut Rontok pada Ibu Hamil

2. Telogen Effluvium

Rambut Anak Beruban Ternyata Inilah 6 Penyebabnya 6.jpg

Masalah ini terjadi manakala siklus hidup rambut anak terganggu. Normalnya, sekitar 10 hingga 15 persen rambut di kepala si Kecil berada dalam fase telogen.

Pada kasus telogen effluvium, kebanyakan atau semua rambut justru berada pada fase telogen sehingga setelah beberapa minggu atau bulan, rambut Si Kecil pun mengalami kebotakan (parsial atau menyeluruh).

Beberapa penyebab telogen effluvium: demam ekstrem, stres akibat anestesi umum, overdosis vitamin A, cedera, efek samping obat tertentu, atau stres emosional yang parah.

3. Tinea Capitis

Rambut si Kecil rontok, normal atau tidak- plus cara mengatasinya (2).jpg

Infeksi tinea capitis dikenal juga dengan istilah kurap pada kulit kepala yang berbentuk lesi bersisik seperti cincin. Selain menyerang rambut pada kulit kepala, infeksi jamur ini juga bisa muncul di alis dan bulu mata.

Area rambut rontok akan terlihat bersisik dan dipenuhi rambut yang patah. Tinea capitis dapat diobati dengan obat antijamur dan sampo khusus selama delapan minggu.

Baca Juga: Ini 5 Masalah Kesehatan yang Jadi Penyebab Rambut Rontok Setiap Hari

4. Alopecia Areata

Rambut si Kecil rontok, normal atau tidak- plus cara mengatasinya (3).jpg

Bila rambut anak rontok dalam pola bulat atau oval, dengan permukaan kulit kepala tampak halus dan tidak meradang, kemungkinan ia mengalami alopecia areata.

Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh anak secara keliru menyerang folikel rambutnya sendiri.

Alopecia areata tidak bisa disembuhkan, tetapi dokter kulit dapat meresepkan pengobatan khusus untuk mendorong pertumbuhan rambut.

Anak-anak umumnya tidak terlalu peka terhadap masalah rambut rontok. Bila Moms melihat rambut anak rontok berlangsung cukup lama dan mulai khawatir, segera bawa Si Kecil ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

(AN)

Artikel Terkait