BALITA DAN ANAK
13 Juni 2020

4 Rekomendasi Dongeng Anak Tradisional Indonesia untuk Si Kecil

Kegiatan mendongeng dapat menciptakan imajinasi ibu dan anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Membacakan dongeng anak bisa menjadi salah satu kegiatan bonding pada orang tua dan anak.

Kegiatan mendongeng juga bisa melatih daya imajinasi anak dan menciptakan pengalaman bersama yang menyenangkan.

"Dongeng itu benar-benar menciptakan pengalaman bersama, dan membantu ibu dan anak supaya bisa menciptakan imajinasi bersama," jelas Ariyo Zidni, pengagas dari komunitas Ayo Dongeng Indonesia di acara NIVEA Sentuhan Ibu 2019 'World of Imagination' pada Rabu (13/11/2019) di The Terrace, Jakarta Selatan.

Rekomendasi Dongeng Anak Tradisional

Ada ragam rekomendasi dongeng anak yang bisa menjadi referensi mendongeng, terutama dongeng-dongeng anak tradisional. Berikut ini beberapa pilihannya.

Baca Juga: 6 Manfaat Dongeng Dalam Membentuk Karakter Anak

1. Lutung Kasarung

dongeng anak-1

Lutung Kasarung, atau yang artinya "Lutung yang Tersesat", adalah cerita pantun yang mengisahkan legenda masyarakat Sunda.

Kisah ini menceritakan tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet).

Selama di Bumi, sang lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki, Purbararang.

Putri Purbararang pun mengadakan sayembara untuk perebutan tahta kerajaan, karena ia yakin Purbasari tidak dapat berbuat apa-apa.

Rekomendasi dongeng anak tradisional ini mengandung nilai-nilai moral yaitu agar tidak punya sifat suka memandang rendah orang lain, dan harus memiliki sifat pemaaf dan tidak pendendam.

2. Legenda Asal-usul Danau Telaga Warna

dongeng anak-2

Rekomendasi dongeng anak yang satu ini menceritakan Raja Prabu Suwartalaya dan permaisurinya, Ratu Purbamanah. Raja dan ratu ini sangat bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram.

Namun, pasangan ini tidak kunjung memiliki anak, dan disarankan untuk mengangkat anak. Tetapi raja dan ratu tidak menginginkannya.

Mereka pun terus berdoa, hingga suatu ketika pasangan kerajaan ini berhasil memiliki anak yang sangat disayangi. Semua permintaan anak tersebut dikabulkan, hingga ia tumbuh besar menjadi anak yang manja.

Legenda Danau Telaga Warna ini memiliki pesan moral untuk para orang tua agar dapat mengasuh dan merawat anak dengan baik sehingga anaknya tidak menjadi manja.

Baca Juga: 5 Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

3. Maling Kundang

dongeng anak-3

Malin Kundang menjadi salah satu rekomendasi dongeng anak klasik yang dapat menjadi referensi bacaan bersama Si Kecil.

Malin Kundang, anak dari seorang janda bernama Mande Rubayah, adalah anak yang rajin dan penurut pada ibunya. Namun suatu ketika, Malin meminta izin sang ibu untuk pergi ke kota.

Awalnya, sang ibu tidak mengizinkan, tetapi karena Malin ingin mengubah nasib, Mande akhirnya mengizinkan.

Bertahun-tahun lamanya Malin merantau, hingga suatu ketika ia berhasil menjadi pria sukses dan kaya raya. Bersama istrinya, Malin mengunjungi tempat tinggal sang ibu, tetapi ia tidak mengakui keberadaan ibunya di depan istrinya yang telah meludahi Mande.

Kisah ini mengajarkan bahwa seorang anak jangan pernah menjadi anak durhaka dengan melupakan sang ibu meskipun sudah menjadi sosok yang sukses.

Baca Juga: 11 Nama Bayi Perempuan yang Indah Seperti dari Negeri Dongeng

4. Legenda Batu Batangkup

dongeng anak-4

Legenda Batu Batangkup menceritakan kisah seorang janda bernama Mak Minah yang hidup bersama ketiga anaknya yang nakal, pemalas dan jarang mendengar ucapan orang tuanya.

Mak Minah yang selalu menyiapkan makanan dan mencari uang untuk biaya hidup sehari-hari. Ia melakukan semua pekerjaannya ini sendiri tanpa dibantu anak-anaknya.

Suatu ketika, Mak Minah sedang sakit dan badannya lemas. Ia meminta tolong ketiga anaknya untuk memasak. Tetapi, ketiga anaknya pun tetap tidak mendengarkan ibunya.

Esoknya, Mak Minah pergi ke tepian sungai dekat gubuknya, dan menemukan batu yang bisa berbicara dengan manusia dan dapat membuka dan menutup seperti kerang.

Merasa lelah dengan ketiga anaknya yang nakal dan pemalas, Mak Minah pun meminta batu tersebut untuk menelannya.

Rekomendasi dongeng anak satu ini mengandung nilai-nilai moral bahwa seorang anak janganlah memiliki sifat pemalas, nakal dan suka membantah nasihat orang tua.

Itu dia rekomendasi dongeng anak tradisional Indonesia yang bisa menjadi rekomendasi kegiatan mendongeng bersama Si Kecil.

Artikel Terkait