KESEHATAN
15 Juli 2019

Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik

Waspada resistensi antibiotik ya Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Setiap kita sakit dan pergi ke dokter, mungkin ada beberapa yang meresepkan obat antibiotik untuk kita.

Antibiotik adalah obat kuat yang melawan infeksi tertentu dan dapat menyelamatkan nyawa bila digunakan dengan benar.

Menurut Alan Carter, PharmD, ahli farmasi dari Amerika Serikat, antibiotik menghentikan perkembangan bakteri atau membunuhnya.

Jadi, sebelum bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan gejala sakit, sistem kekebalan tubuh biasanya dapat membunuh bakteri tersebut.

Namun, ada beberapa kasus di mana jumlah bakteri yang berbahaya di dalam tubuh berlebihan dan sistem kekebalan tubuh kita tak bisa melawan semuanya.

Antibiotik kemudian yang bekerja untuk "sisanya".

Resistensi Antibiotik

Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik 01.jpg

Foto: nhs.org.uk

Apa yang akan terjadi jika kita tidak menghabiskan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter? Jawabannya adalah resistensi antibiotik.

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk membunuh kuman yang disebut bakteri. Seiring waktu, kelompok-kelompok tertentu kuman ini dapat beradaptasi dengan obat-obatan ini.

Bakteri tersebut dapat berubah sedemikian rupa sehingga antibiotik tidak dapat membunuhnya. Istilah untuk ini disebut resistensi antibiotik.

Resistensi antibiotik adalah masalah serius di seluruh dunia. Resistensi antibiotik ini dapat menyebabkan penyakit yang sangat sulit diobati.

Antibiotik standar yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit mungkin tidak lagi berfungsi dalam kasus ini. Pun dengan obat-obatan lain yang akan kehilangan fungsinya.

Baca Juga: Bingung Bagaimana Memberikan Obat Pada Balita dengan Mudah? Coba Lakukan 4 Cara Ini!

Apa yang Menyebabkan Resistensi Antibiotik?

Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik 02.jpg

Foto: mayoclinic.org

Carol DerSarkissian, MD, dokter yang juga merupakan anggota dari American College of Emergency Physicians, ada dua hal utama yang bisa menyebabkan tubuh kita menjadi resistensi antibiotik.

  1. Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep dari Dokter

Ada beberapa kuman atau bakteri yang dapat bertahan hidup di dalam tubuh. Bahkan, mereka dapat mengembangkan kemampuan untuk menghentikan efek obat dan bermutasi menjadi lebih kuat. Jika sudah seperti ini, jenis antibiotik lain mungkin digunakan.

Ketika masih banyak orang yang menggunakan antibiotik tanpa resep dari dokter, ini dapat membuat antibiotik tak bekerja sebagaimana mestinya karena perbedaan bakteri dan jenis antibiotik yang digunakan.

Hal tersebut akhirnya bisa menyebabkan resistensi antibiotik pada tubuh kita.

Menggunakan obat-obatan ini ketika tidak dibutuhkan adalah alasan utama mengapa itu menjadi lebih umum.

Jadi, kita harus menggunakan obat-obatan ini hanya jika diperlukan.

Baca Juga: Tidak Perlu Obat, Ini 7 Essential Oil yang Bisa Mengatasi Flu

  1. Tak Menghabiskan Antibiotik yang Sudah Diberikan Dokter

Ini adalah pedoman kesehatan yang sering diucapkan tenaga ahli, seperti dokter. Bukan tanpa alasan, ketika kita sakit, dokter telah meresepkan obat yang sesuai berikut dengan dosisnya.

Namun, yang sering terjadi adalah kita menghentikan pengobatan setelah gejala atau penyakit yang diderita telah hilang atau menurun atau kita telah merasa lebih baik.

Dengan "memotong" pengobatan dari dokter, ini akan meningkatkan kemungkinan bakteri yang ada untuk bermutasi dan menjadi resisten, sehingga akan mempersulit perawatan di waktu berikutnya.

Jika kita yakin bahwa kita tidak perlu minum obat lagi, dapatkan nasihat dari dokter sebelum menghentikan penggunaan antibiotik.

Cara Mencegah Resistensi Antibiotik

Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik 03.jpg

Foto: ada.org

Tim dokter di Cedars Sinai Hospital, Amerika, mengatakan bahwa setidaknya ada 5 cara untuk mencegah resistensi antibiotik, yakni:

  1. Jangan minum antibiotik untuk virus seperti flu karena antibiotik tidak bekerja melawan virus. Jika flu berat, sebaiknya langsung pergi ke dokter untuk mendapatkan resep obat yang tepat.
  2. Jangan menyimpan antibiotik untuk waktu kita sakit berikutnya.
  3. Minum antibiotik persis seperti yang ditentukan.
  4. Jangan melewatkan dosis. Selesaikan seluruh resep obat meskipun kita merasa lebih baik.
  5. Jangan pernah minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain.

Nah, itulah dia arti dan resistensi antibiotik. Yuk, hindari, dengan cara patuh pada petunjuk dokter.

Baca Juga: Perbedaan Ketergantungan dan Kecanduan Obat. Ini Dia Penjelasannya!

(SA)

Artikel Terkait