COVID-19
18 September 2020

Respon Imun Corona Dapat Mengobati Kanker? Berikut Informasinya

Para ilmuwan masih meneliti tentang kemungkinan ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Di tengah berita tentang pandemi COVID-19 yang begitu meresahkan masyarakat, nampaknya ada secercah harapan bagi pengidap kanker.

Peneliti sedang mempelajari tentang respons imun tubuh terhadap COVID-19, yanng mungkin bisa digunakan untuk melawan kanker. Hal ini diketahui dari rilisan resmi dari Universitas Dalhousie, Kanada.

Mengutip Tempo.co, ilmuwan Dr. Shashi Gujar beserta peneliti lainnya dari Amerika Serikat, Denmark, Perancis, Jerman, dan India, saat ini sedang mempelajari apakah respons imun terhadap COVID-19 bisa digunakan untuk melawan kanker menggunakan sistem kekebalan tubuh.

Diketahui bahwa sistem kekebalan tubuh mendeteksi virus dan bakteri asing ancaman, namun hal ini tidak berlaku untuk kanker. Seperti apa penjelasannya? Simak lebih lanjut di artikel ini ya, Moms.

Baca Juga: 3 Tahapan Kondisi Kesehatan Mental Saat Pandemi COVID-19, Wajib Tahu!

Apakah Virus Corona Mengobati Kanker?

respon imun corona bisa obati kanker?

Foto: Orami Photo Stock

Menurut laporan Gujar yang diterbitkan dalam jurnal OncoImmunology, Oncom dijelaskan bahwa dirinya saat ini sedang mengeksplorasi apakah virus corona bisa digunakan sebagai generasi penerus imunoterapi kanker.

"Kami telah menemukan cara mengelabui sel T spesifik virus corona Anda untuk berpikir bahwa kanker Anda terinfeksi oleh virus," ungkap Gujar dalam rilis resminya melansir dari Fox News.

Gujar menjelaskan bahwa ketika seseorang tertular SARS-CoV-2, sistem kekebalan mengenali virus dan "sel T" mengaktifkan dan bertindak dengan cara tertentu untuk membunuh sel yang menyimpan virus.

Sementara itu, Vaksin yang saat ini sedang diuji di seluruh dunia telah menunjukkan kemampuan yang sama untuk memicu sel T spesifik virus corona.

Baca Juga: Fakta RI-GHA COVID-19, Alat Rapid Test Buatan Indonesia

Apa Itu Sel T dan Fungsinya Melawan COVID-19?

respon imun corona bisa obati kanker?

Foto: Orami Photo Stock

Sel T atau T-Cells adalah salah satu tipe darah putih yang berperan sebagai antibodi dalam tubuh. Sel T bekerjasama dengan makrofag untuk menyerang virus dan bakteri secara spesifik.

Dalam hal ini, peneliti menjelaskan bahwa sel T memiliki 'sel memori' yang disimpan di dalam tubuh setelah seseorang melawan infeksi.

Melansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menjabarkan bahwa sistem kekebalan tubuh mengingat apa yang dipelajari tentang bagaimana melindungi tubuh dari penyakit.

'Sel memori' akan bertindak sebagai alarm dan membantu sistem kekebalan mengidentifikasi dan memproduksi antibodi untuk menyerang virus asing atau lainnya.

Para penulis mengatakan dalam rilis penelitian bahwa sel T khusus virus corona dapat mencari virus SARs-CoV-2 di dalam tubuh, dan menghancurkan daerah tempat virus bereplikasi dan membantu tubuh pulih dari infeksi COVID-19.

Baca Juga: Fakta Sputnik V, Vaksin COVID-19 Rusia yang Siap Diluncurkan

Sel T dan Sel Kanker

respon imun corona bisa obati kanker?

Foto: Orami Photo Stock

Ilmuwan lantas mencoba membuat sel T yang nantinya akan digunakan untuk menyerang tumor dengan cara membuat sel kanker mengirimkan sinyal yang sama dengan sel penyimpanan virus corona.

Dengan demikian, sel T akan menjadikannya target yang efeknya seperti sel T melawan virus corona.

"Setelah cara ini berhasil, imunoterapi ini akan langsung memproses dan secepatnya akan dipraktikkan pada pasien. Ini adalah strategi baru yang praktis dalam memanfaatkan sel T spesifik virus corona dalam melawan berbagai jenis kanker. Dan itulah yang membuat hal ini sangat menarik," ujar Gujar.

Sel spesifik virus corona ini dapat ditemukan pada jutaan orang yang terinfeksi COVID-19 atau yang melakukan suntik vaksin COVID-d19. Sehingga jenis imunoterapi ini diharapkan bisa dipraktikkan di seluruh dunia.

Lebih lanjut, Gujar menyebutkan bahwa dirinya bersama kelompok ilmuwan internasional saat ini sedang menguji tanda khusus virus Corona yang menyerang pada beberapa populasi yang berbeda.

Rencananya mereka akan membuat 'koktail' dari tanda-tanda khusus tersebut untuk dijadikan obat kanker di klinik di seluruh dunia.

Artikel Terkait