PROGRAM HAMIL
17 Februari 2020

Ini Risiko Hamil di Usia 40-an Tahun, Moms Wajib Tahu!

Bisa meningkatkan risiko pada janin dan ibu hamil
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bertambahnya usia tidak hanya mengurangi stamina dan kemampuan seseorang untuk lebih aktif, tetapi juga mengurangi kesempatan untuk dapat hamil.

Bagi wanita yang ingin memiliki keturunan di usia yang lebih tua, ada beberapa risiko jika hamil di usia 40-an yang bisa membahayakan janin dan juga Moms sendiri.

Hal ini disampaikan oleh dr. Aida Riyanti, Sp. OG-KFER, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi di RS Pondok Indah - Pondok Indah dan Jaya.

Baca Juga: Perbedaan Kehamilan di Usia 20-an, 30-an, dan 40-an

Apa Saja Risiko Hamil Usia 40-an?

risiko hamil usia 40-an-1.jpeg

Foto: baby-chick.com

Dijelaskan oleh dr. Aida, bahwa ada beberapa risiko yang bisa terjadi bila seorang wanita memutuskan untuk hamil di usia 40-an. Ketahui risikonya berikut ini:

  • Meningkatnya risiko melahirkan secara caesar
  • Meningkatnya risiko kelahiran prematur
  • Meningkatnya risiko lahir dengan berat lahir rendah
  • Meningkatnya risiko lahir dengan kelainan
  • Meningkatnya risiko penyakit, seperti diabetes dan hipertensi akan menyebabkan peningkatan risiko terjadinya diabetes dalam kehamilan dan pre-eklamsia

Dalam jurnal Public Library of Science (PLOS), disebutkan bahwa terjadi penurunan yang tajam terhadap kemampuan wanita untuk hamil secara alami di usia 40-an.

Di usia ini, peluang wanita untuk hamil setelah 3 bulan mencoba adalah sekitar 7 persen saja lho, Moms. Ini karena seiring waktu, jumlah dan kualitas telur akan menurun.

Sel telur yang lebih tua ini bisa memiliki lebih banyak masalah pada kromosomnya, sehingga meningkatkan kemungkinan memiliki bayi dengan cacat lahir.

Baca Juga: 5 Risiko Berat Badan Berlebih Saat Hamil, Berbahaya!

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Hamil Usia 40-an?

risiko hamil usia 40-an-2.jpg

Foto: netdoctor.co.uk

Memiliki anak di usia 40-an mungkin tidak begitu lumrah di Indonesia, tetapi di Amerika Serikat, angka wanita yang memiliki bayi di usia 40-an meningkat dua kali lipat antara tahun 1990 dan 2012, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko jika ingin hamil di usia 40-an?

"Cara mengurangi risikonya yaitu dengan melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Sehingga jika ada kelainan, dapat ditangani sedini mungkin untuk mencegah peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi," jelasnya.

Pada American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), disebutkan bahwa Moms bisa melakukan tes skrining prenatal untuk menilai risiko apakah bayi akan mengalami cacat lahir atau kelainan genetik tertentu.

Setiap wanita harus melakukan tes ini dengan dokter kandungan dan ginekologi, atau profesional perawatan kesehatan lainnya, agar dapat membuat pilihan yang tepat dan mencegah risiko hamil usia 40-an.

Baca Juga: Epilepsi pada Masa Kehamilan: Penyebab, Gejala, Risiko, dan Pengobatannya

Nah, itulah beberapa risiko hamil di usia 40-an tahun yang perlu Moms ketahui. Jika Moms sudah menginjak usia 40 tahun dan hendak merencanakan kehamilan, selalu konsultasikan dengan dokter ahli ya.

Artikel Terkait