PROGRAM HAMIL
4 Agustus 2020

Hamil di Usia 40-an Tahun, Ketahui Semua Informasinya di Sini!

Bisa meningkatkan risiko pada janin dan ibu hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bertambahnya usia tidak hanya mengurangi stamina dan kemampuan seseorang untuk lebih aktif, tetapi juga mengurangi kesempatan untuk dapat hamil.

Bagi wanita yang ingin memiliki keturunan di usia yang lebih tua, ada beberapa risiko jika hamil di usia 40-an yang bisa membahayakan janin dan juga Moms sendiri.

Hal ini disampaikan oleh dr. Aida Riyanti, Sp. OG-KFER, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi di RS Pondok Indah - Pondok Indah dan Jaya.

Baca Juga: Perbedaan Kehamilan di Usia 20-an, 30-an, dan 40-an

Risiko Hamil di Usia 40 Tahun

risiko hamil usia 40-an-1.jpeg

Foto: baby-chick.com

Dijelaskan oleh dr. Aida, bahwa ada beberapa risiko yang bisa terjadi bila seorang wanita memutuskan untuk hamil di usia 40-an. Ketahui risikonya berikut ini:

  • Meningkatnya risiko melahirkan secara caesar
  • Meningkatnya risiko kelahiran prematur
  • Meningkatnya risiko lahir dengan berat lahir rendah
  • Meningkatnya risiko lahir dengan kelainan
  • Meningkatnya risiko penyakit, seperti diabetes dan hipertensi akan menyebabkan peningkatan risiko terjadinya diabetes dalam kehamilan dan pre-eklamsia

Dalam jurnal Public Library of Science (PLOS), disebutkan bahwa terjadi penurunan yang tajam terhadap kemampuan wanita untuk hamil secara alami di usia 40-an.

Di usia ini, peluang wanita untuk hamil setelah 3 bulan mencoba adalah sekitar 7 persen saja lho, Moms. Ini karena seiring waktu, jumlah dan kualitas telur akan menurun.

Sel telur yang lebih tua ini bisa memiliki lebih banyak masalah pada kromosomnya, sehingga meningkatkan kemungkinan memiliki bayi dengan cacat lahir.

Cara Mengurangi Risiko Hamil di Usia 40 Tahun

risiko hamil usia 40-an-2.jpg

Foto: netdoctor.co.uk

Memiliki anak di usia 40-an mungkin tidak begitu lumrah di Indonesia, tetapi di Amerika Serikat, angka wanita yang memiliki bayi di usia 40-an meningkat dua kali lipat antara tahun 1990 dan 2012, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko jika ingin hamil di usia 40-an?

"Cara mengurangi risikonya yaitu dengan melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Sehingga jika ada kelainan, dapat ditangani sedini mungkin untuk mencegah peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi," jelasnya.

Pada American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), disebutkan bahwa Moms bisa melakukan tes skrining prenatal untuk menilai risiko apakah bayi akan mengalami cacat lahir atau kelainan genetik tertentu.

Setiap wanita harus melakukan tes ini dengan dokter kandungan dan ginekologi, atau profesional perawatan kesehatan lainnya, agar dapat membuat pilihan yang tepat dan mencegah risiko hamil usia 40-an.

Baca Juga: Epilepsi pada Masa Kehamilan: Penyebab, Gejala, Risiko, dan Pengobatannya

Kesuburan di Usia 40-an Tahun

kesuburan di atas 40 tahun

Foto: Orami Photo Stock

Kemajuan teknologi kesuburan telah menjadi kekuatan pendorong dalam peningkatan jumlah wanita yang hamil di usia 40-an tahun. Namun, tetap saja, tingkat kesuburan wanita menurun secara signifikan setelah usia 35 tahun.

Menurut Office on Women's Health, sepertiga dari pasangan setelah usia 35 mengalami masalah kesuburan. Ini dapat dikaitkan dengan faktor-faktor risiko berikut yang meningkat seiring bertambahnya usia:

  • jumlah telur yang tersisa lebih sedikit untuk dibuahi
  • telur yang tidak sehat
  • ovarium tidak dapat melepaskan telur dengan baik
  • peningkatan risiko keguguran
  • peluang lebih tinggi dari kondisi kesehatan yang dapat menghalangi kesuburan

Jumlah sel telur (oosit) yang Moms miliki juga berkurang secara signifikan setelah usia 35 tahun. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), jumlahnya turun dari 25.000 pada usia 37 menjadi hanya 1.000 pada usia 51. Selama pubertas, Moms memiliki antara 300.000 dan 500.000 oosit.

Cara Hamil di Usia 40-an Tahun

cara hamil di usia 40 tahun

Foto: Orami Photo Stock

Butuh waktu untuk hamil, berapapun usianya. Tetapi jika Moms berusia di atas 40 tahun dan tidak berhasil memiliki bayi secara alami selama enam bulan, mungkin ini saatnya untuk menemui spesialis kesuburan.

Seorang spesialis kesuburan akan melakukan tes untuk melihat apakah ada faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan Moms untuk hamil. Ini mungkin termasuk ultrasonografi untuk melihat rahim dan ovarium atau tes darah untuk memeriksa ovarium.

Menurut ACOG, kebanyakan wanita setelah usia 45 tahun tidak dapat hamil secara alami

Jika Moms mengalami ketidaksuburan, bicarakan dengan dokter tentang opsi berikut untuk membantu menentukan apakah ada yang tepat untuk Anda:

  • Obat kesuburan. Obat akan membantu Moms dengan hormon yang dapat membantu kteberhasilan ovulasi.
  • Teknologi reproduksi berbantuan ( Assisted reproductive technology/ART). Ini bekerja dengan mengeluarkan telur dan membuahinya di laboratorium sebelum memasukkannya kembali ke dalam rahim. ART dapat bekerja untuk wanita dengan masalah ovulasi, dan itu juga dapat bekerja untuk pengganti. Diperkirakan tingkat keberhasilan 11 persen pada wanita berusia 41 hingga 42 tahun. Salah satu jenis ART yang paling umum adalah IVF.
  • Inseminasi intrauterin ( Intrauterine insemination /IUI). Juga disebut inseminasi buatan, proses ini bekerja dengan menyuntikkan sperma ke dalam rahim. IUI mungkin sangat membantu jika dicurigai terjadi infertilitas pria.

Baca Juga: 5 Risiko Berat Badan Berlebih Saat Hamil, Berbahaya!

Kehamilan di Usia 40-an Tahun

kehamilan di usia 40 tahun

Foto: Orami Photo Stock

Untuk wanita sehat di atas 40, usia lanjut tidak serta merta mengubah bagaimana kehamilan terasa atau berkembang.

Sebagian besar wanita mengalami berbagai gejala selama trimester pertama, termasuk mual di pagi hari. Tidak ada bukti bahwa gejala ini lebih buruk atau berbeda pada wanita di atas 40.

Trimester pertama mungkin lebih membuat stres karena alasan lain. Usia yang lebih tua memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi, terutama bagi wanita yang sebelumnya mengalami keguguran.

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa risiko keguguran adalah 53 persen pada wanita di atas 45, dibandingkan dengan 10 persen pada wanita berusia 25-29.

Saat kehamilan berlanjut, wanita 45 tahun atau lebih memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi terkait kehamilan, seperti:

  • diabetes gestasional
  • tekanan darah tinggi
  • persalinan prematur

Untuk alasan ini, dokter atau bidan dapat merekomendasikan peningkatan pemantauan medis. Pemantauan ini dapat mencakup janji temu sebelum lahir atau tes tambahan.

Beberapa wanita juga dapat memilih tes genetik untuk menilai kemungkinan memiliki bayi dengan kelainan kelahiran.

Meskipun terdapat peningkatan risiko ini, wanita berusia di atas 40 tahun dapat dan memang memiliki kehamilan yang sehat. Sebuah studi tahun 2015 tidak menemukan peningkatan risiko komplikasi kehamilan pada wanita sehat berusia 40 atau lebih dengan perawatan prenatal berkualitas.

Risiko Komplikasi Hamil di Usia 40-an Tahun

risiko hamil usia 40 tahun

Foto: Orami Photo Stock

Umur meningkatkan risiko infertilitas karena kualitas telur menurun. Risiko kondisi medis yang berkaitan dengan infertilitas juga meningkat. Ini termasuk:

  • endometriosis
  • fibroid rahim
  • gangguan saluran tuba

Pada wanita 40 tahun atau lebih, risiko komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, preeklampsia, dan diabetes gestasional, meningkat.

Tingkat kelainan kelahiran atau kondisi genetik pada bayi juga meningkat. Dikutip dari National Down Syndrome Society, pada usia ibu 40 tahun, peluang untuk memiliki anak dengan down syndrome adalah sekitar 1 banding 100, dan pada usia 45, ia meningkat menjadi 1 dalam 30.

Baca Juga: Lakukan Ini, Cara Membantu Hamil di Usia 40-an!

Dampak Hamil Usia 40-an Tahun pada Persalinan

melahirkan di usia 40 tahun

Foto: Orami Photo Stock

Berusia di atas 40 tidak selalu mempengaruhi proses persalinan. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa hasil kehamilan dan kelahiran di atas 40 tahun tidak berbeda secara signifikan dari wanita yang lebih muda, selama wanita di atas 40:

  • melakukan perawatan prenatal yang berkualitas
  • tidak memiliki kondisi medis kronis
  • kontrol pranatal secara teratur
  • mempertahankan gaya hidup sehat
  • melahirkan bayi di pusat prenatal

Ini berarti bahwa, untuk wanita sehat, hamil setelah 40 tahun mungkin tidak lebih berbahaya daripada hamil di usia yang lebih muda. Namun, tingkat kelahiran lewat operasi caesar lebih tinggi di antara perempuan di atas 40 tahun.

Penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat komplikasi pada wanita di atas 40 lebih tinggi. Sebuah penelitian pada 2017 di Berlin yang membandingkan hasil dari wanita yang melahirkan di atas 45 tahun dengan wanita berusia 29 tahun menemukan bahwa:

  • Wanita yang lebih muda membutuhkan perawatan kesuburan pada tingkat 3 persen, dibandingkan dengan 34 persen pada kelompok yang lebih tua.
  • 28 persen wanita yang lebih tua, dibandingkan dengan 11 persen wanita yang lebih muda, melahirkan prematur.
  • 59 persen wanita yang lebih tua melakukan persalinan caesar, dibandingkan dengan 29 persen wanita yang lebih muda.

Persalinan caesar mungkin memiliki peningkatan risiko komplikasi tambahan, terutama untuk wanita yang lebih tua. Sebuah studi tahun 2019 mengaitkan persalinan caesar dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi, seperti stroke, emboli, dan perdarahan.

Moms juga harus mendiskusikan potensi komplikasi dengan penyedia layanan kesehatan mereka. Menghindari caesar pilihan dapat membantu mengurangi komplikasi kelahiran.

Baca Juga: Hamil di Usia 40 Tahun, Ini Cara Jaga Kesehatan Janin

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang hamil di usia 40-an tahun. Jika Moms sudah menginjak usia 40 tahun dan hendak merencanakan kehamilan, selalu konsultasikan dengan dokter ahli ya.

Bila Moms masih memerlukan informasi tambahan seputar kehamilan, Moms bisa bergabung dengan komunitas dan mengikuti Kuliah WhatsApp (KulWAP) dengan expert di WhatsApp Group Orami Moms Community.

Selain mengikuti KulWAP, di WhatsApp Group Orami Moms Community, Moms bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog, dokter kandungan, dokter anak, konselor laktasi, konselor pernikahan, dan lain sebagainya.

orami wag

Moms juga bisa saling bertukar cerita dengan ibu-ibu lainnya, lho! Jadi Moms akan mendapatkan banyak teman, sekaligus informasi baru.

Moms bisa langsung add WhatsApp di nomor 0811-8852-250 atau klik link ini untuk informasi lebih lanjut.

Yuk gabung WhatsApp Group Orami Moms Community untuk mendapatkan berbagai keuntungan!

Artikel Terkait