PROGRAM HAMIL
13 Februari 2019

Hati-hati! Ini 3 Risiko Jika Ibu Hamil Tidak Berolahraga

Yuk gerak saat hamil!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Banyak orang yang takut olahraga saat hamil karena berpikir akan bermasalah dengan janin.

Memang jika Moms dalam komplikasi kehamilan tertentu biasanya dokter akan melarang untuk melakukan olahraga.

Tetapi pada Moms yang sehat, olahraga saat hamil sangat dibutuhkan.

Justru ada risiko yang bisa terjadi jika ibu hamil tidak melakukan olahraga. Apa saja?

Risiko Jika Tidak Olahraga Saat Hamil

ini risiko jika ibu hamil tidak berolahraga 01

Kurangnya olahraga atau aktivitas fisik saat hamil akan meningkatkan risiko komplikasi seperti meningkatnya denyut nadi serta tekanan darah.

Hal ini dapat meningkatkan risiko Moms mengalami diabetes gestasional. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan Moms selama hamil tetapi juga kesehatan janin.

Kurang olahraga saat hamil juga membuat Moms memiliki kenaikan berat badan yang terlalu drastis.

Hal ini akan membuat Moms jadi susah menurunkan berat badan setelah melahirkan. Bahkan, Moms juga jadi berisiko mengalami masalah pencernaan.

Ingat bahwa sebagian besar olahraga aman untuk dilakukan, jadi sebaiknya Moms tak perlu merasa takut yang berlebihan saat ingin berolahraga.

Baca Juga: 6 Olahraga yang Aman Selama Trimester Pertama

Aturan Olahraga Saat Hamil

ini risiko jika ibu hamil tidak berolahraga 02

Banyak ibu hamil yang menghindari olahraga dengan alasan takut dapat menyebabkan keguguran.

Menurut American Pregnancy Association hal tersebut adalah hal yang tidak benar.

Justru ibu hamil harus melakukan aktivitas fisik untuk mempersiapkan tubuh dalam rangka proses persalinan nanti.

Moms tak perlu khawatir mengenai anggapan bahwa olahraga saat hamil dapat menyebabkan persalinan prematur. Tubuh tidak akan memberikan sinyal melahirkan sampai Moms dan janin benar-benar siap.

Ada pula yang menyarankan bahwa ibu hamil harus menjaga detak jantung di bawah 140 denyut per menit. American College of Obstetricians and Gynecologists telah menghilangkan pedoman tersebut pada 1990-an.

Moms yang mengetahui kemampuan tubuh sehingga tahu kapan harus berhenti untuk berolahraga dan tahu posisi tubuh yang aman.

Baca Juga: 7 Jenis Olahraga yang Bantu Persalinan Normal Lebih Lancar

Olahraga yang Aman

ini risiko jika ibu hamil tidak berolahraga 03

Aktivitas olahraga yang paling aman adalah berenang, jalan cepat, serta melakukan gerakan aerobik sederhana.

Olahraga ini memiliki risiko cedera yang lebih kecil dan memberi manfaat bagi tubuh.

Hindari kegiatan yang membutuhkan gerakan yang cepat seperti tennis dan bulu tangkis.

Jogging bisa Moms lakukan dengan kecepatan sedang apalagi pada Moms yang rajin melakukan olahraga ini sebelum hamil.

Pilihlah olahraga yang tidak memerlukan keseimbangan atau koordinasi karena hal ini akan bermasalah di akhir kehamilan.

Selain olahraga saat hamil, Moms juga wajib mengetahui kegiatan yang sebaiknya dihindari. Kegiatan ini tentu berhubungan dengan fisik.

Hindari kegiatan yang memantul, melompat atau tiba-tiba mengubah arah. Maka olahraga seperti menunggang kuda, ski atau yang membutuhkan kontak fisik dengan orang lain sebaiknya dihindari.

Apalagi pada Moms yang harus bed rest khususnya di trimester pertama kehamilan. Jangan lakukan aktivitas fisik yang dapat memberatkan.

Moms juga harus memahami berbagai batasan lainnya saat melakukan olahraga saat hamil. Segera hentikan aktivitas fisik dan olahraga jika Mos mengalami pendarahan, rasa sakit yang tak biasa, pusing, muncul kontraksi atau terasa ada cairan yang keluar pada vagina.

Maka penting bagi Moms untuk membicarakan rencana olahraga yang akan dilakukan. Sebab dokter biasanya akan melihat mana aktivitas yang sebaiknya tak dilakukan.

Ingat bahwa setiap kehamilan punya kondisi yang berbeda jadi jangan samakan kondisi kehamilan Moms dengan kehamilan lainnya. Nah, jenis olahraga apa yang Moms lakukan saat hamil?

(GSA)

general mkt 60 gdn 728x90
Artikel Terkait