PERNIKAHAN & SEKS
13 Januari 2020

Risiko Oral Seks Saat Hamil, Bisa Bahayakan Moms dan Janin

Tetap ekstra hati-hati jika ingin berhubungan intim di masa kehamilan
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Dina Vionetta

Yuk, simak risiko oral seks saat hamil di sini. Meskipun sedang berada di masa kehamilan, tentunya Moms juga ingin tetap menjaga kemesraan dengan Dads dengan berhubungan intim. Tetapi, mungkin Moms ingin menghindari oral seks selama hamil.

Ada beberapa risiko oral seks saat hamil, salah satunya kemungkinan tertular penyakit menular seksual. Ketahui lebih lanjut tentang risiko oral seks saat hamil berikut ini.

Baca Juga: Hati-Hati, Sering Oral Seks, Bisa Tertular 3 Penyakit Ini

Risiko Oral Seks Saat Hamil

1. Kemungkinan Si Kecil Tertular Herpes

risiko oral seks saat hamil-1.jpeg

Foto: blog.pregistry.com

Salah satu risiko oral seks saat hamil adalah kecenderungan bayi mendapatkan herpes ketika dilahirkan. Terutama bila Moms melakukan oral seks di trimester ketiga.

"Risiko terbesar adalah ketika wanita terjangkit herpes pada trimester ketiga, maka ada kemungkinan 50 persen bayi Anda akan mendapatkannya saat dilahirkan," jelas Terri Warren, praktisi perawat dengan rekam jejak spesialisasi herpes dan penulis The Good News About The Bad News: Herpes: Everything You Need to Know mengutip Vice.

Namun, risiko herpes berkurang pada bayi yang dilahirkan secara sesar, menurut dokter kandungan Natalie Greenwold, MD.

"Jika bayi dilahirkan melalui persalinan pervaginam dan ibu telah terjangkit herpes, itu jauh lebih berbahaya bagi anak yang belum lahir, yang kemungkinan akan mendapatkan IMS," kata dr. Natalie mengutip The Independent.

Baca Juga: 3 Langkah untuk Kehidupan Seks yang Berkualitas

2. Komplikasi Serius pada Vagina

risiko oral seks saat hamil-4.jpg

Foto: parents.com

Risiko oral seks saat hamil yang lain yaitu komplikasi serius pada vagina, seperti dijelaskan oleh Mary Jane Minkin, MD, profesor klinis di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Fakultas Kedokteran Universitas Yalem.

"Kekhawatirannya adalah ketika pembuluh darah di vagina melebar, udara dapat ditiup ke dalam pembuluh dan menyebabkan emboli udara," lanjut Dr. Mary.

Dalam Canadian Medical Association Journal, emboli udara ini merupakan peristiwa yang jarang tetapi berpotensi mengancam jiwa.

Pada studi yang mengidentifikasi 22 kasus emboli udara terkait dengan aktivitas seksual, 19 diantaranya terjadi selama kehamilan atau masa nifas. Sementara, 18 dari 22 wanita meninggal.

Namun, dr. Mary mengingatkan, bahwa kasus emboli udara ini adalah peristiwa yang sangat langka dan bisa dihindari.

Baca Juga: Hamil Muda Boleh Berhubungan Seks?

3. Tertular Penyakit Menular Seksual Lain

risiko oral seks saat hamil-3.jpg

Foto: verywellfamily.com

Risiko oral seks saat hamil lainnya adalah kecenderungan tertular penyakit menular seksual (IMS) lainnya, seperti HIV, gonore, atau klamidia.

Tetapi mungkin yang paling berisiko adalah virus herpes simpleks, yang dapat menular ke janin selama kelahiran dan berpotensi menyebabkan komplikasi seperti kerusakan neurologis, peradangan otak, dan kematian.

Jadi, itu dia beberapa risiko oral seks saat hamil yang bisa membahayakan Moms dan janin dalam kandungan. Tetap gunakan kondom untuk mengurangi risiko tertular penyakit seksual ketika berhubungan intim ya, Moms.

Artikel Terkait