KESEHATAN
20 Mei 2019

Jangan Makan Kurma Berlebihan saat Buka Puasa, Ketahui Risikonya!

Semua yang dikonsumsi berlebihan tidak baik untuk tubuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Berbuka puasa memang disarankan untuk mengonsumsi makanan yang manis. Dari sekian banyak takjil yang tersedia, beberapa orang gemar untuk berbuka puasa dengan kurma.

Kurma memiliki kalori dan kandungan nutrisi yang menyehatkan tubuh. Mengutip dari Healthline, kurma juga mengandung serat, antioksidan, membantu menjaga kesehatan otak, dan dapat menjadi pemanis alami.

Agar dapat menikmati manfaat kurma di bulan puasa, porsi ideal untuk mengonsumsi kurma yaitu sebanyak 1/2 cangkir kurma, setara sekitar empat biji kurma.

Namun, perlu diingat bahwa tidak ada yang baik dari konsumsi sesuatu secara berlebihan. Ada beberapa dampak negatif makan kurma berlebihan.

Dikutip dari Style Craze, berikut risiko kesehatan terlalu banyak makan kurma.

Baca Juga: Anak Berpuasa, Perhatikan Menu Sahur dan Berbukanya

1. Makan Kurma Berlebihan Bisa Menyebabkan Masalah Perut

risiko makan kurma-1.jpg

Sebenarnya, kurma itu sendiri tidak menyebabkan masalah perut, akan berbeda jika memiliki sulfit ditambahkan ke dalamnya.

Sulfit adalah senyawa kimia yang ditambahkan ke buah kering untuk mengawetkan dan bahkan menghilangkan bakteri berbahaya.

Individu yang sensitif terhadap sulfit dapat menderita reaksi tertentu seperti sakit perut, gas, kembung, dan diare.

Kurma merupakan sumber serat yang sangat baik. Tetapi bila Moms belum mengonsumsi serat yang cukup, makan kurma berlebihan memicu lonjakan serat mendadak, akibatnya timbul masalah perut seperti sembelit dan kembung.

2. Makan Kurma Berlebihan Dapat Menyebabkan Serangan Asma

Memang masih belum ada penelitian yang cukup jika kurma dapat serangan asma. Tetapi kurma dapat menyebabkan alergi, yang kemudian mengakibatkan asma.

Sekitar 80 persen penderita asma memiliki alergi terhadap zat-zat yang ada di udara seperti jamur, yang juga ditemukan dalam buah kering seperti kurma, dikutip dari Web MD.

Baca Juga: Yuk Bikin Nabeez, Infused Water Kurma Favorit Nabi!

3. Makan Kurma Berlebihan Menyebabkan Berat Badan Naik

risiko makan kurma-2.jpg

Meskipun kurma mengandung serat tinggi, kurma juga punya kandungan kalori yang tinggi sehingga memengaruhi kenaikan berat badan.

Kurma mengandung 2,8 kalori per gramnya. Karena itu, perhatikan jumlah kurma yang dikonsumsi ketika berbuka puasa ya, Moms.

4. Makan Kurma Berlebihan Bisa Menyebabkan Hiperkalemia

Hiperkalemia adalah kondisi di mana kadar kalium menjadi terlalu tinggi dalam darah. Kurma adalah sumber yang kaya akan kalium, dan terlalu banyak mengonsumsi dapat menyebabkan kondisi ini.

Bila kadar potasium seseorang tinggi, hindari makan kurma.

Kadar kalium darah yang ideal adalah antara 3,6-5,2 milimol per liter. Tingkat kalium darah yang lebih tinggi dari 7 milimol per liter bisa berisiko dan memerlukan penanganan medis segera.

Baca Juga: Konsumsi Kurma Muda Bikin Cepat Hamil, Benarkah?

5. Makan Kurma Berlebihan Dapat Menyebabkan Intoleransi Fruktosa

risiko makan kurma-3.jpg

Rasa manis alami kurma ada karena kandungan fruktosa di dalamnya. Orang-orang tertentu mengalami kesulitan mencerna fruktosa, yang mengarah pada kondisi yang disebut intoleransi fruktosa.

Hal ini berakibat gula alami yang tidak diserap dengan benar, membuat tubuh tidak dapat memecahnya melalui saluran pencernaan.

Pada akhirnya, dapat menyebabkan rasa sakit gas dan perut, karena gula mulai bereaksi dengan bakteri alami di usus.

Nah, ternyata makan kurma berlebihan bisa berisiko untuk kesehatan ya Moms. Mulai sekarang, yuk batasi konsumsi kurma. Tiga butir kurma saat berbuka sudah cukup.

Artikel Terkait