DI ATAS 5 TAHUN
7 November 2017

Rontgen Pada Anak, Berbahayakah?

Apa benar radiasinya meningkatkan risiko kanker pada anak?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (ade.ryani)
Disunting oleh (ade.ryani)

Foto rontgen atau sinar X merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh. Ini merupakan cara yang efektif untuk melihat dan mendeteksi kelainan pada tubuh anak.

Bagaimana Cara X-Ray Bekerja?

foto 1

Saat memasuki tubuh, energi dari sinar X diserap oleh tulang dan beberapa organ. Hasilnya bisa kita lihat dalam bentuk gambar. Bagian tubuh yang lebih padat, seperti tulang, lebih sulit ditembus sinar X.

Oleh sebab itu, pada hasil rontgen, tulang ditunjukkan dengan warna putih. Sementara, organ tubuh yang lebih ‘lembut’, seperti jantung dan paru-paru, berwarna hitam.

Prosedur foto rontgen biasanya dilakukan dengan cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit. “Seperti dipotret saja,” kata Andy Rogers, Wakil Presiden British Institute of Radiology.

Baca Juga: 5 Penyebab Anak Sering Mengeluh Sakit Perut

Pada dasarnya, rontgen bisa memberikan informasi penting dari kondisi tubuh anak yang tidak bisa mereka dapatkan dari pemeriksaan fisik saja.

Lantas permasalahan apa saja yang bisa dideteksi dari rontgen?

  • tulang retak atau patah
  • masalah pada gigi seperti berlubang atau abses
  • skoliosis
  • gangguan pada paru-paru seperti pneumonia dan kanker paru
  • dysphagia (kesulitan saat menelan)
  • sakit jantung
  • kanker payudara

Benarkah Radiasi Picu Kanker?

foto 2

Radiasi sinar X telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

“Sinar X merupakan bentuk radiasi yang memiliki kemampuan untuk mengubah cara sel ‘bertindak’ dalam tubuh. Itulah yang memicu timbulnya kanker. Namun, risiko kankernya lebih kecil jika dibandingkan dengan pola makan yang buruk dan kurangnya olahraga,” kata Andy.

Meskipun begitu, jika memang tidak diperlukan, sebaiknya hindari rontgen pada anak.

Baca Juga: 6 Artis yang Selamat dari Kanker Payudara

Menurut Cancer Research UK, anak di bawah usia 16 tahun memiliki risiko kanker dua kali lipat dari orang dewasa. Sebab, mereka memiliki waktu hidup yang lebih panjang dan kanker masih mungkin berkembang. Anak masih berada dalam masa pertumbuhan dan sel-selnya yang masih membelah bisa dipengaruhi radiasi.

Namun sayangnya, ada beberapa dokter yang menyarankan orang tua mengambil tindakan rontgen untuk anaknya. Padahal, prosedur itu sebenarnya tidak perlu.

Baca Juga: Bra Berkawat Sebabkan Kanker, Fakta atau Mitos?

Sebagai contoh, kelompok kolaboratif dokter anak dari Royal Australasian College of Physicians, menemukan fakta, bahwa sinar X yang dilakukan pada 95 persen anak yang memiliki masalah perut, ternyata tidak ada gunanya.

Data dari Choosing Wisely, lembaga yang berinisiatif mengkampanyekan pentingnya komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan, mengatakan, hanya 1 dari 10 anak pengidap masalah pernapasan yang berhasil didiagnosa melalui rontgen.

“Yang sering terjadi adalah banyak anak yang dibawa ke ruang gawat darurat dengan masalah pernapasan, dan langsung diminta melakukan rontgen. Namun, itu tidak mengubah perawatan, malah menambah dampak radiasi kepada mereka. Tantangannya adalah kita perlu tau kapan anak butuh rontgen dan tidak,” papar dr. Sarah Dalton, Presiden The Royal College of Physicians’ Paediatrics & Child Health Division.

Oleh sebab itu, Mom sebaiknya bertanya lagi kepada dokter atau radiolog mengenai pentingnya rontgen. Apa yang ingin mereka tahu dan apakah sinar X mempengaruhi proses pengobatan anak.

“Pastikan rontgen memang bermanfaat buat anak Anda, bukan sebaliknya,” kata dr. Sarah.

(GLW)

Artikel Terkait