KESEHATAN
25 Desember 2019

Diare Akut, Kapan Harus Datangi Dokter?

Harusnya diare tidak lebih dari beberapa hari. Jika sudah keseringan dan memanjang, diare Anda sudah akut dan perlu bantuan dokter.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Tengok penjelasan tentang diare akut di sini. Jika Moms sepertinya tidak bisa keluar dari kamar mandi karena diare, mungkin Moms bertanya-tanya, apa sih penyebabnya, dan kapan harus telepon dokter.

"Ada berbagai potensi penyebab diare," kata Dr Seth Kaufer, ahli gastroenterologi Geisinger Wyoming Valley Medical Center."Tapi, untungnya, diare hampir selalu hilang sendiri dalam beberapa hari."

Tetapi jika tidak hilang, atau Moms mulai melihat gejala yang lebih parah, mungkin memiliki lebih banyak pertanyaan yang hanya bisa dijawab tenaga medis.

Inilah yang perlu Moms ketahui tentang potensi penyebab diare akut, dan kapan Moms harus pergi ke dokter untuk perawatan.

Baca Juga: Ternyata Banyak Jenisnya! Ini 5 Macam Diare yang Dapat Menyerang Tubuh

Apa yang Menyebabkan Diare Akut

Ini Dia, Penyebab Perut Sebelah Kiri Sakit 3 freepik.jpg

Dikutip dari American Family Physician, sebagian besar kasus diare akut disebabkan oleh virus yang menginfeksi usus Moms, juga dikenal sebagai flu perut. Ini bisa berasal dari makanan yang terkontaminasi atau dari kuman yang dilewati oleh tangan yang tidak dicuci.

“Makanan menjadi terkontaminasi ketika bersentuhan dengan kotoran hewan, baik itu dari proses panen atau pemupukan,” kata Dr. Kaufer. "Moms juga bisa mendapatkannya dari kontak fisik dengan permukaan atau hewan yang mungkin terkontaminasi."

Di luar infeksi, Moms dapat mengalami diare sebagai efek samping dari kondisi pencernaan kronis seperti penyakit Crohn, yaitu sindrom iritasi usus atau kolitis ulserativa.

Ini juga dapat disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol, alergi, obat-obatan atau jika Moms memiliki masalah dengan tiroid.

Gejala, Perawatan dan Konsultasi Diare Akut

Haid Buruk dan Sakit Perut

Saat terserang flu perut atau infeksi virus, Moms mungkin akan kesulitan untuk mengatur pergerakan usus dan menghabiskan banyak waktu di kamar mandi selama dua atau tiga hari.

Banyak orang juga akan mengalami mual dan kembung, serta kemungkinan dehidrasi.

"Setiap kali Moms berurusan dengan diare, penting untuk tetap terhidrasi karena tubuh kehilangan begitu banyak air," kata Dr. Kaufer. "Dehidrasi seringkali lebih berbahaya daripada infeksi ringan yang diperangi tubuh."

Jika mengalami dehidrasi, air seni Moms akan berwarna keruh, atau Moms juga akan jarang buang air kecil. Biasanya, detak jantung akan naik, muncul sakit kepala, dan sering merasa bingung.

Tetap terhidrasi dengan minum air atau makan makanan sederhana seperti nasi untuk menenangkan perut. Secara keseluruhan, cobaan ini hanya akan berlangsung dua atau tiga hari. Jika Moms mengalami gejala diare akut sampai tiga hari, Anda harus menghubungi dokter.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dia 4 Hal Penyebab Bayi Diare

Anda juga harus menghubungi dokter jika mulai melihat gejala baru atau memburuk. Kadang-kadang diare adalah akibat dari infeksi bakteri, yang seringkali lebih serius daripada infeksi virus dan akan membutuhkan antibiotik.

Jenis infeksi bakteri yang umum termasuk Escherichia coli (E. coli) dan salmonella, dan gejala diare yang lebih serius termasuk feses berdarah atau hitam, penurunan berat badan, kram parah atau demam.

Saat ini terjadi, dokter Anda mungkin menyarankan tes darah dan feses untuk mengidentifikasi penyebab gejala Anda. Bahkan, bisa juga merekomendasikan kolonoskopi dalam kasus-kasus ekstrim.

“Antibiotik paling sering diresepkan untuk membersihkan infeksi, tetapi dokter Anda dapat merekomendasikan perawatan penggantian cairan atau penyesuaian pada obat apa pun yang mungkin menyebabkan masalah,” kata Dr. Kaufer.

Baca Juga: Apa Penyebab Bayi Terserang Diare?

Artikel Terkait