KESEHATAN
28 April 2019

Sakit Kepala, Kapan Harus Waspada dan Temui Dokter?

Jangan anggap sakit kepala adalah penyakit receh yang tak memerlukan penanganan dokter
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms mungkin sudah biasa mengalami sakit kepala, hingga kadang menganggapnya sepele dan hanya butuh diobati dengan tidur atau secangkir teh hangat.

Padahal, ada kalanya sakit kepala mengindikasikan kondisi yang lebih serius, yang sesungguhnya memerlukan penanganan medis segera.

Misalnya saja, keracunan karbon monoksida dapat menyebabkan sakit kepala parah. Beberapa infeksi berbahaya, seperti meningitis, juga gejala awalnya adalah sakit kepala.

Jadi, sakit kepala yang seperti apa yang memerlukan perhatian serius? Todd J. Schwedt, MD, FAHS, profesor neurologi dari Mayo Clinic, Phoenix, AS, memberi petunjuk penting mengenai tanda-tanda bahwa sakit kepala sudah berbahaya. Mari simak ulasannya!

Baca Juga: Lakukan 7 Hal Ini untuk Redakan Serangan Migrain

Tanda Sakit Kepala Perlu Diwaspadai

sakit kepala, kapan harus ke dokter 2

- Sakit kepala yang sangat parah, yang dalam beberapa menit langsung mencapai tingkat keparahan maksimum.

- Sakit kepala posisional, yang intensitas sakitnya berubah jika Moms berubah posisi, misalnya berdiri setelah berbaring, atau sebaliknya.

- Sakit kepala yang awalnya dimulai dengan batuk, bersin, atau mengejan.

- Sakit kepala yang mengalami peningkatan signifikan dalam frekuensi sakit kepala atau perubahan signifikan dalam karakteristik sakit kepala.

- Sakit kepala konstan yang selalu terjadi di lokasi yang sama.

- Sakit kepala dengan gejala neurologis, misalnya disertai dengan kesemutan pada wajah, kelemahan satu sisi tubuh, perubahan tingkat kesadaran, kesulitan berjalan yang signifikan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan.

- Sakit kepala yang dibarengi dengan gejala sistemik, termasuk demam, menggigil, berat badan turun, dan keringat berlebih.

Menurut Harvard Health Publishing, pembuluh darah di kepala dan leher dapat memberikan sinyal nyeri dan sakit, begitu juga jaringan-jaringan yang mengelilingi otak. Semua hal ini lah yang dapat memicu timbulnya sakit kepala.

Jika Moms mengalami salah satu jenis sakit kepala di atas, segera buat janji konsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis.

Baca Juga: Ini 7 Makanan yang Bisa Memicu Sakit Kepala

Sakit Kepala yang Berbahaya

stocksy woman headache glasses jamie grill atlas

Moms harus segera menuju ke ruang gawat darurat jika mengalami sakit kepala dengan gejala berikut:

1. Sakit kepala yang diikuti gejala stroke, yang meliputi penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan, kelemahan, bicara tidak jelas, kebingungan, atau kehilangan ingatan.

2. Sakit kepala yang diikuti dengan kehilangan kesadaran, atau disertai dengan muntah yang tidak terkendali.

Jadi, mulai sekarang jangan lagi menganggap sepele sakit kepala. Kenali gejalanya agar Moms tahu kapan harus segera ke dokter saat sakit kepala menyerang.

(VAN/INT)

Artikel Terkait