BALITA DAN ANAK
20 Desember 2019

Sakit Mata pada Anak, Bagaimana Pengobatannya?

Cukupkah menggunakan obat tetes mata?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sakit mata, tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa saja, namun juga anak-anak. Mungkin Moms pernah melihat mata anak berubah menjadi merah dan ia mengeluhkan matanya terasa sakit. Hal ini dikenal juga dengan sakit mata.

Penyebab Umum Sakit Mata Pada Anak

Penyebab umum sakit mata pada anak biasanya dikarenakan beberapa hal, seperti mata kering, masuknya benda asing atau lecet kornea, konjungtivitis alergi atau infektif, blepharitis (radang margin kelopak mata), sinusitis, dan bulu mata yang masuk.

Baca Juga: 3 Masalah Mata yang Umum Dialami Bayi

Penyebab-penyebab ini biasanya disertai dengan beberapa derajat mata yang terlihat memerah dan agak sakit.

Dilansir dari jurnal yang diterbitkan oleh American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus, biasanya anak akan kesulitan memberitahu gejala sakit mata pada orang dewasa, makanya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana cara mengobati sakit mata pada anak? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengobati Sakit Mata pada Anak

sakit mata pada anak

Foto: thenewageparents.com

Pengobatan sakit mata pada anak tergantung dari penyebab sakit mata itu sendiri. Kasus infeksi mata misalnya memerlukan obat tetes mata antibiotik yang cocok untuk anak-anak.

Sementara jika penyebabnya adalah konjungtivitis alergi, sebagian besar akan sembuh dengan obat tetes mata anti-alergi, dan menghindari kemungkinan sumber alergi seperti debu, tungau debu, dan hewan peliharaan berbulu.

Obat tetes mata, lebih disukai yang bebas pengawet, karena biasanya bermanfaat untuk sebagian besar kasus sakit mata pada anak, baik itu mata kering, lecet kornea, bulu mata yang masuk, konjungtivitis, bahkan blepharitis.

Baca Juga: Penyebab dan Gejala Sakit Mata pada Anak yang Wajib Diwaspadai

Pada beberapa kasus sakit mata pada anak, kunjungan ke dokter keluarga akan menjadi pilihan yang tepat, karena dokter bisa menjelaskan penyebabnya, serta perawatan yang tepat dalam bentuk tetes mata sudah cukup.

Gejala lain yang muncul saat anak mengalami sakit mata, mungkin memerlukan rujukan ke spesialis mata, dengan pemeriksaan mata yang lebih detail menggunakan pemeriksaan lampu celah pembesar dan pemeriksaan tekanan mata dapat dilakukan.

Pada anak-anak, membatasi penggunaan gadget pada anak-anak dapat mengurangi kelelahan mata dan kekeringan mata. Sebisa mungkin meminimalisir menggosok mata juga diperlukan untuk mencegah memburuknya berbagai kondisi mata.

Artikel Terkait