KESEHATAN
3 Februari 2020

Sakit Perut Bagian Bawah, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Sakit perut di bagian bawah bisa jadi tanda bahwa ada masalah dengan organ di daerah panggul
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Sakit perut di bagian bawah atau sering disebut nyeri panggul, mengacu pada ketidaknyamanan yang terjadi pada atau di bawah pusar. Rasa sakitnya mungkin stabil atau mungkin datang dan pergi.

Sakit perut di bagian bawah bisa seperti sakit yang tajam dan menusuk di tempat tertentu, atau rasa sakit tumpul dan menyebar.

Jika rasa sakitnya parah, kondisinya bisa menghalangi aktivitas Moms atau Dad sehari-hari.

Dilansir dari NetDoctor, perempuan mungkin biasa merasakannya saat menstruasi atau saat berhubungan seks.

Baca Juga: 5 Langkah Mengatasi Asam Lambung Pada Anak

Sakit perut di bagian bawah bisa jadi tanda bahwa ada masalah dengan salah satu organ di daerah panggul Moms, seperti rahim, ovarium, saluran tuba, leher rahim, atau vagina.

Beberapa perempuan bisa merasakan sakit perut bagian bawah tersebut dikarenakan lebih dari satu penyebab.

Sementara bagi pria, penyebabnya bisa jadi adalah masalah dengan prostat. Pada pria dan perempuan, sakit perut di bagian bawah bisa jadi merupakan gejala infeksi atau masalah dengan saluran kemih, usus bagian bawah, rektum, otot, atau tulang.

Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah

Berikut merupakan kemungkinan penyebab sakit perut bagian bawah pada perempuan dan pria, beserta cara mengatasinya.

1. Gangguan Kemih

Gangguan Kemih.jpg

Sakit perut bagian bawah karena gangguan kemih terkadang tidak hanya dirasakan perempuan, tetapi juga terjadi pada pria.

Rasa sakitnya mirip seperti terbakar atau panas ketika Moms atau Dads buang air kecil. Hal ini juga bisa membuat lebih sering ke toilet.

Infeksi urine adalah gejala utamanya. Infeksi dapat menyebar ke ginjal (pielonefritis) dan dapat membuat merasa tidak enak badan seperti demam dan sakit

The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menyebutkan gejala infeksi saluran kemih adalah rasa sakit seperti terbakar ketika buang air kecil dan anyang-anyangan.

Jika Moms atau Dads merasakan sakit yang menyebar dari punggung ke pangkal paha dan terasa cukup parah, dokter mungkin lebih khawatir karena penyebabnya bisa jadi adalah batu ginjal.

Segeralah kunjungi dokter, karena uji laboratorium dengan urine akan dibutuhkan untuk mencari penyebab dan mengatasi sakit perut bagian bawah yang Moms atau Dads rasakan.

2. Masalah Usus

Masalah Usus.jpg

Sakit perut bagian bawah bisa datang dari usus besar dikarenakan sistem pencernaan yang buruk. Pada kondisi seperti ini, sakit tersebut juga bisa terjadi pada perempuan dan pria.

Gejala lain yang mungkin terjadi akibat permasalahan usus ini adalah nyeri terkait dengan buang air besar, perubahan kebiasaan buang air besar, kehilangan darah saat buang air besar, dan kembung karena angin.

Penyebab potensial rasa sakit yang timbul dari usus adalah irritable bowel syndrome (IBS) yang dapat menimbulkan diare, sembelit, dan kembung secara bergantian.

Pada kondisi lain atau terjadi pada pasien yang lebih tua, penyakit divertikular dan komplikasinya mungkin saja terjadi.

Begitu pula penyakit radang usus (kolitis ulserativa atau Crohn), serta diagnosis yang jarang ditemukan namun penting yaitu kanker kolorektal.

Bertemu dokter adalah solusi dari sakit perut bagian bawah yang disebabkan masalah usus.

Dokter akan mendiagnosa berdasarkan gejala dan mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, pemeriksaan tinja, endoskopi, dan USG.

Baca Juga: Nyeri Perut Mendadak, Bisa Jadi Gejala Usus Buntu

3. Masalah Sistem Produksi

01 stomach ache or kidney stone warning signs to watch out for 174952326 fotostorm

Rasa sakit perut bagian bawah pada perempuan dapat berasal dari rahim, saluran tuba atau ovarium. Biasanya rasa sakit ini terasa di tengah perut bagian bawah.

Beberapa kondisi yang mempengaruhi sistem reproduksi juga dapat menyebabkan rasa sakit selama hubungan seksual.

Ini disebut dispareunia dan penting untuk memberi tahu dokter jika kondisinya memang mengkhawatirkan.

Contoh-contoh kondisi sakit perut bagian bawah karena organ reproduksi yang mungkin dialami perempuan antara lain:

1. Endometriosis

Dikutip Medical News Today, endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim.

Jaringan ini dapat berdarah selama siklus menstruasi seseorang, serta menempel pada organ lain dan menyebabkan rasa sakit beserta gejala lainnya. Lokasi rasa sakit tergantung pada tempat implan jaringan.

Sementara beberapa orang mengalami gejala hanya selama menstruasi, yang lain mengalami rasa sakit perut bagian bawah di waktu lainnya.

2. Fibroid

Fibroid merupakan pertumbuhan jinak (non-kanker) di dalam rahim yang dapat menyebabkan rasa sakit di seluruh perut dan punggung bagian bawah.

Fibroid juga dapat menyebabkan tekanan pada dubur atau kandung kemih serta perasaan perlu pergi ke kamar mandi lebih sering.

3. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi yang terjadi pada struktur reproduksi wanita dan biasanya diakibatkan infeksi menular seksual (IMS).

PID menyebabkan sakit perut bagian bawah, punggung bawah, perubahan periode menstruasi, dan keputihan yang tidak biasa.

4. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh pada indung telur (ovarium) perempuan. Kista ini biasanya muncul selama masa subur atau selama perempuan mengalami menstruasi.

Selain sakit perut bagian bawah, perempuan pengidap kista ovariun juga mengalami mual dan demam ringan.

Bertemu dokter dan mendiskusikannya apakah dibutuhkan operasi atau tidak, merupakan solusi yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Asam Lambung Naik Saat Hamil, Ini 7 Cara Mengatasinya!

4. Prostatitis

Prostatitis.jpg

Erica Jacques, Terapis Bersertifikasi Pusat Trauma Level 1 US, mengungkapkan seorang pria mungkin mengalami sakit perut pada bagian bawah dikarenakan sejumlah gangguan seperti disfungsi urine atau IBS.

Namun, prostatitis adalah satu-satunya penyebab yang paling sering terjadi.

Kondisi ini menunjukkan pembengkakan dan radang kelenjar prostat. Ini bisa menyakitkan dan sulit diobati tergantung pada penyebabnya.

"Prostatitis kronis sering dijumpai dan menyerang hingga 10% pria dewasa," katanya seperti disebutkan verywellhealth.com.

Karena banyak kasus prostatitis dengan penyebab yang tidak diketahui, mendapatkan perawatan agar bisa membuat lebih baik akan cukup memakan waktu. Sayangnya, rasa sakit yang disebabkan oleh prostatitis bisa sulit diobati.

Baca Juga: Usus Buntu Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Dalam banyak kasus, sulit untuk mendiagnosis penyebab pasti dari rasa sakit perut bagian bawah.

Akan tetapi, mencatat beberapa jenis tanda atau gejala lain akan membantu dokter untuk mendiagnosis.

(RIE/ERW)

Artikel Terkait