BALITA DAN ANAK
16 Januari 2020

Sakit Perut Pada Anak: Penyebab, Jenis, Gejala, dan Pengobatannya

Sakit perut pada anak bisa membuat orangtua panik. Kenali gejala, penyebab dan cara tepat menanganinya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Moms, total 30% anak di bawah 15 tahun pernah mengunjungi dokter paling tidak sekali seumur hidup. Dan, kebanyakan keluhannya sakit perut.

Jangan heran! “Sakit apapun yang dialami anak seperti infeksi telinga atau radang usus buntu juga dapat membuatnya menderita sakit perut,” kata Robyn Strosaker, M.D., dokter anak di Rainbows Children and Baby Hospital di Cleveland.

Tricky-nya, masalah sakit perut juga mengganggu kegiatan sekolah. Jadi, Moms harus tahu gejala dan penyebab sakit perut pada anak.

Baca Juga: 7 Bahan Alami untuk Mengobati Sakit Perut

Penyebab Sakit Perut pada Anak?

anak sering mengeluh sakit perut hero banner magz (1510x849)

Ada tiga alasan utama yang menyebabkan sakit perut pada anak.

Yang pertama, jika ada organ di dalam perut yang terkena iritasi, seperti gas yang membuat perut kembung.

Ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit di bagian perut.

Kedua, jika otot di perut menjadi tegang, seperti saat anak mau muntah, dia akan merasakan sakit perut.

Dan ketiga, sakit di bagian tubuh lain, namun perut juga merasakan efeknya.

Yang membedakan dari ketiga jenis sakit perut di atas ialah, seberapa dalam sumber rasa sakitnya.

“Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan seberapa parah sakit yang diderita anak, maka Anda harus membawa anak ke dokter,” kata Dr Strosaker.

Baca Juga: Sering Mengeluh Sakit Perut, Apakah Mungkin Balita Sakit Maag?

Jenis Sakit Perut Pada Anak

Flu Perut Pada Anak

Ini dia, Moms, jenis-jenis sakit perut yang rawan terjadi pada buah hati

1. Gastroenteritis/Flu Perut

Dikutip dari jurnal Clinical and Experimental Gastroenterology, hal ini disebabkan oleh bakteri, parasit, dan virus yang menyebabkan infeksi hingga membuat perut terasa sakit.

Gejala yang timbul ditandai dengan kondisi pencernaan anak yang tidak baik, seperti anak terkena diare atau disentri.

Sakit perut jenis ini akan hilang jika infeksinya berkurang.

Untuk mengurangi infeksi, Moms bisa menggunakan kantung air hangat yang ditempelkan di perutnya. Jangan pernah memberikan obat sebelum berkonsultasi ke dokter.

2. Gas di Perut

Meski kelihatannya tidak berbahaya dan konyol, tetapi gas berlebih di perut bisa membuat anak susah tidur, dan akibatnya dia menjadi rewel atau gampang marah. Gas bisa membuat perut anak terlihat menggembung.

Moms bisa mengetahui apakah ada gas atau tidak di perut anak dengan cara memencet pusarnya. Jika ada suara berongga yang keluar, berarti perut anak dipenuhi gas.

3. Penyakit Usus

Ini adalah kondisi serius yang kronis, di mana perut anak sensitif terhadap makanan tertentu atau perut mengalami stres.

Gejala yang timbul biasanya ditandai dengan diare yang sebentar muncul lalu hilang, lalu timbul kembali, atau sembelit selama beberapa waktu.

4. Intususepsi

Ini adalah kondisi serius pada anak, yang membuat satu bagian ususnya terlipat dan menembus bagian perut yang lain. Hal ini membuat anak merasakan sakit yang berat di area perut.

Bila terjadi pada bayi, dia akan menangis kencang tanpa alasan yang bisa diketahui. Bila anak lebih besar, dia akan terlihat kuyu dan lemas.

Gejala yang timbul biasanya sakit perut yang berlangsung selama 12 jam dan terus menerus tanpa henti. Tinja yang keluar memiliki bercak darah atau lendir berwarna merah.

Perut anak akan terlihat bengkak, dan kemungkinan anak muntah bisa terjadi. Bila ini terjadi, langsung bawa anak ke dokter karena kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera.

5. Radang Usus Buntu

Dikutip dari American's Academy of Physician's Assistants, usus buntu kadang menjadi bengkak dan membuat anak mengalami sakit perut. Gejala yang timbul melibatkan demam dan muntah-muntah.

Penyakit ini hanya bisa ditangani oleh petugas medis profesional. Bawa anak Anda ke dokter segera, siapa tahu ia membutuhkan operasi.

6. Ovarium atau Testis yang Terpilin

Lingkaran testis atau ovarium kadang bisa terpilin sendiri. Hal ini mengakibatkan pembuluh darah mengecil dan menyumbat aliran darah ke testis dan ovarium.

Gejala yang timbul ialah sakit parah di bagian perut bawah, dan biasanya terjadi setelah melakukan aktivitas fisik yang berat. Sakit yang dialami bisa sangat parah hingga anak tidak mampu duduk.

Bila terjadi pada testis, kantung semar anak akan terlihat berbeda dari biasanya. Segeralah bawa anak ke dokter jika dia mengalami gejala seperti tersebut di atas.

Baca Juga: Ini Bedanya Sakit Perut Saat Hamil yang Normal dan Tidak

Nah, Moms. Sekarang Moms tahu kan, apa saja penyebab, jenis, dan gejala sakit perut pada anak. Semoga bisa menghadapinya dengan baik, ya, Moms!

Artikel Terkait