KEHAMILAN
30 November 2019

Salicylic Acid untuk Ibu Hamil, Aman atau Tidak ya?

Salep salicylic acid mudah ditemui di apotek, tapi apakah aman?
Artikel ditulis oleh Erwanto
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Moms mengalami kulit yang berjerawat saat hamil? Tapi tenang saja Moms, sebab jerawat memang umum terjadi pada ibu hamil.

Perubahan hormon selama hamil bisa menyebabkan kulit berminyak, mudah berjerawat, muncul flek hitam, dan berbagai masalah kulit lainnya.

Bila mengalami kulit berjerawat, pengobatan paling umum yang ada di apotek adalah salep antijerawat yang mengandung salicylic acid.

Zat ini memang dikenal ampuh mengatasi jerawat, tapi apakah salicylic acid untuk ibu hamil aman? Mari simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Ini Bahaya Retinoid dan Retinol untuk Ibu Hamil, Hati-hati!

Salicylic Acid untuk Ibu Hamil

Salicylic Acid untuk Ibu Hamil  (1).jpg

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), salicylic acid aman digunakan oleh ibu hamil. Selain salicylic acid, benzoyl peroxide, azelaic acid, dan glycolic acid adalah bahan lainnya yang direkomendasikan oleh ACOG.

Hal yang sama juga diungkapkan pada studi Safety of Skin Care Products During Pregnancy, yang mengatakan salicylic acid dalam jumlah sedikit boleh digunakan saat hamil dan tidak berbahaya bagi janin.

Namun, keamanan salep salicylic acid untuk ibu hamil masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, oleh sebab itu Moms tetap harus berkonsultasi dengan dokter kandungan bila ingin memakai salep atau krim jerawat.

Selain salicylic acid berbentuk topikal (dioles), ada juga salicylic acid jenis oral (diminum). Nah, salicylic acid oral inilah yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Obat ini sama dengan aspirin, yang telah terbukti bisa meningkatkan risiko perdarahan internal.

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Aman Mengatasi Jerawat Saat Hamil

Mengatasi Jerawat Saat Hamil

Salicylic Acid untuk Ibu Hamil  (2).jpg

ACOG memberi beberapa saran untuk mengatasi jerawat saat hamil, di antaranya:

  • Mencuci muka dua kali sehari dengan sabun muka yang ringan dan air bersuhu ruangan
  • Kalau punya rambut berminyak, keramas setiap hari dan jangan biarkan rambut menyentuh wajah
  • Jangan memegang atau memencet jerawat supaya tidak timbul bekas
  • Pilih makeup dengan klaim oil-free

Selain itu, Moms juga harus memastikan untuk memakai sunscreen demi melindungi kulit dari dampak buruk sinar matahari yang bisa memperparah kondisi jerawat.

Selain itu, banyak makan buah dan sayur agar kulit tetap ternutrisi. Jangan lupa minum air putih agar kulit terhidrasi dengan baik.

Pengobatan Jerawat yang Harus Dihindari

Salicylic Acid untuk Ibu Hamil  (3).jpg

Ada juga beberapa cara mengobati jerawat yang tidak direkomendasikan oleh ACOG, karena berbahaya bagi ibu hamil dan janin, yakni:

  • Terapi hormon, meningkatkan risiko cacat janin
  • Obat isotretinoin, memengaruhi kecerdasan bayi, cacat jantung, otak, dan cacat fisik lainnya
  • Obat tetracyclines, antibiotik yang mengubah warna gigi janin dan memengaruhi pertumbuhan tulang bayi
  • Salep retinoid, bisa menyebabkan gangguan saraf bagi ibu hamil dan janin, tapi dibolehkan bila sesuai anjuran dokter

Baca Juga: 4 Alternatif Bahan Skincare Aman untuk Ibu Hamil

Sekarang sudah tahu kan Moms, bahwa salep salicylic acid untuk ibu hamil aman digunakan, tapi harus tetap dengan pengawasan dokter ya!

Artikel Terkait