PROGRAM HAMIL
28 September 2020

Sebenarnya, Perlu Berapa Kali Berhubungan Agar Dapat Hamil?

Menghitung berapa kali berhubungan seks agar dapat hamil malah akan membuat stres
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Amelia Puteri

Saat merencanakan kehamilan, seks akan menjadi lebih dari sekadar bersenang-senang. Moms ingin melakukan segalanya dengan benar di tempat tidur untuk memaksimalkan peluang untuk hamil.

Lalu, sebenarnya perlu berapa kali berhubungan agar dapat hamil?

Tidak ada metode yang terbukti menghasilkan kehamilan. Namun, beberapa perubahan pada waktu dan frekuensi berhubungan seks mungkin membantu meningkatkan peluang kehamilan.

Sebenarnya Moms bisa hamil kapan saja selama siklus menstruasi, bahkan jika sedang menstruasi, menurut studi Amaltea Medical. Inilah salah satu alasan metode KB seperti metode kalender tidak terlalu bisa diandalkan dalam mencegah kehamilan.

Baca Juga: 4 Posisi Seks yang Bisa Membantu Program Hamil, Simak di Sini!

Berapa Kali Berhubungan Agar Dapat Hamil?

Berapa Kali Berhubungan Agar Dapat Hamil? -1

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun hubungan seks tanpa kondom tidak selalu mengarah pada kehamilan, Moms bisa saja hamil bahkan jika hanya sekali berhubungan seks.

Tetapi, jika tidak berhasil dalam sekali berhubungan seks, Moms mungkin ingin mencari tahu berapa kali berhubungan agar dapat hamil. Secara umum, kesuburan akan menurun seiring bertambahnya usia, catat sebuah studi di Fertstert.

Sebenarnya, berapa kali berhubungan seks agar dapat hamil tergantung pada preferensi pribadi dan pasangan, dan apakah ada masalah ketidaksuburan pria atau tidak.

Para ahli menyarankan agar Moms tidak berhubungan seks lebih dari sekali sehari. Sebab, hal ini bahkan dapat menurunkan jumlah sperma yang sehat, dikutip Biomed Central.

"Itu salah satu kesalahpahaman yang dialami banyak orang. Hal terbesar yang tidak jelas adalah seberapa sering pasangan harus berhubungan badan agar cepat hamil," kata Wendy Chang, M.D., spesialis endokrinologi reproduksi di Pusat Reproduksi California Selatan.

Untuk mengeteahui berapa kali berhubungan agar dapat hamil, usahakan untuk berhubungan seks setidaknya tiga hingga empat kali seminggu, sepanjang siklus. Ada teori bahwa sperma dapat membantu perkembangan embrio.

Ini berarti bahwa seks setelah ovulasi, dan setelah benar-benar hamil, dapat membantu kehamilan tetap melekat.

Jika jumlah sperma normal atau sehat, maka yang terbaik adalah berhubungan seks setiap hari agar memiliki lendir serviks yang subur, bisa melakukan tes pendeteksian ovulasi yang positif, dan bisa melakukan tes pakis air liur yang positif.

Volume dan konsentrasi sperma memang turun seiring dengan frekuensi ejakulasi, tetapi Mayo Clinic mencatat bahwa penurunan ini biasanya tidak menjadi masalah bagi pria sehat.

Studi yang dipublikasikan di Science Daily juga menunjukkan bahwa ejakulasi harian dapat meningkatkan kualitas dan motilitas sperma.

"Jika sperma disimpan terlalu lama di saluran genital, oksidasi bisa terjadi," jelas Alan B. Copperman, MD, direktur divisi endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Mount Sinai Hospital dan direktur medis dari Reproductive Medicine Associates of New York.

Jika sudah memetakan suhu basal, Moms bisa mengetahui perkiraan hari berovulasi setiap bulan.

Dalam hal ini, Moms harus berhubungan seks selama tiga hari untuk menjawab pertanyaan berapa kali berhubungan agar dapat hamil, sebelum berharap untuk berovulasi dan mungkin pada hari yang Moms harapkan untuk berovulasi juga.

Namun, Moms tetap harus berhubungan seks selama siklus hanya untuk menjaga kualitas sperma dalam kondisi prima. Moms juga harus berusaha menyediakan waktu untuk menikmati seks tanpa terikat misi membuat bayi.

Baca Juga: Tips Anti Canggung Membahas Seks dengan Suami

Kapan Waktu Terbaik untuk Berhubungan Seks?

Berapa Kali Berhubungan Agar Dapat Hamil? -2

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mengalami kesulitan untuk hamil meski sudah tahu berapa kali berhubungan agar dapat hamil, ada beberapa hal yang perlu diketahui untuk membantu memaksimalkan peluang mendapatkan kehamilan.

1. Masa Subur

Moms memiliki waktu satu minggu setiap bulan saat hubungan seks yang paling mungkin mengarah pada kehamilan. Ini dianggap sebagai masa subur yang dimulai dua hingga tiga hari sebelum berovulasi.

Kesempatan terbaik untuk hamil adalah pada hari-hari sebelum ovulasi, dikutip dari Frontiers Journal.

Karena itu, tidak perlu terpatok pada berapa kali berhubungan agar dapat hamil. Kemungkinan hamil mungkin akan jadi lebih tinggi bula berhubungan seks di masa subur.

2. Ovulasi dan Fertilisasi

Tidak cukup hanya dengan mengetahui berapa kali berhubungan agar dapat hamil, tetapi penting juga untuk tahu kapan waktu obulasi dan fertilisasi.

Ovulasi biasanya terjadi sekitar hari ke 12 hingga 14 dari siklus 28 hari, tetapi ini bervariasi untuk setiap perempuan berdasarkan lamanya siklus dan bahkan dapat bervariasi dari siklus ke siklus.

Moms mungkin saja memiliki waktu subur sedini hari ke 8 dan 9 jika siklus haid lebih pendek, atau paling lambat hari ke 19 dan 20 dengan siklus yang lebih panjang, misalnya.

Sel telur yang berovulasi hanya dapat dibuahi selama 12 hingga 24 jam setelah dikeluarkan dari ovarium, namun dengan bantuan lendir serviks, sperma dapat hidup hingga lima hari di saluran reproduksi perempuan.

Karena hampir tidak mungkin untuk menentukan dengan tepat saat ovulasi, berhubungan seks sebelum berovulasi dan bukan setelahnya dapat membantu meningkatkan peluang pembuahan dengan menyiapkan sperma dan menunggu sel telur.

Moms mungkin pernah mendengar bahwa hari ke-14 dari siklus adalah saat berovulasi. Akibatnya, banyak perempuan berhubungan seks pada hari ke 11, 12, dan 13, karena mengira ini akan memberi kesempatan terbaik untuk pembuahan.

Tetapi banyak perempuan tidak berovulasi pada hari ke-14. Ovulasi normal dapat terjadi sejak hari ke-10 dan hingga hari ke-20. Jika Moms memiliki siklus yang tidak teratur, ovulasi dapat terjadi lebih lama lagi.

3. Lendir Serviks

Penelitian dari Journal of The American Board of Family Medicine mengatakan, Moms bisa mencoba berhubungan seksual saat melihat banyak lendir serviks.

Ini adalah keputihan yang menyerupai putih telur mentah. Keputihan ini sehat dan normal, dan biasanya muncul pada hari-hari sebelum ovulasi.

Lendir serviks berfungsi untuk meningkatkan gerakan sperma dan membantunya bertahan, dikutip Medical Express. Semakin banyak sperma yang bertahan dan bergerak ke saluran tuba, semakin tinggi kemungkinan terjadinya pembuahan.

Ini menjadi waktu yang tepat untuk bisa berhubungan agar dapat hamil.

Baca Juga: 5 Makanan Peningkat Gairah Seksual yang Wajib Dicoba

Seperti Apa Cara untuk Melacak Ovulasi?

Berapa Kali Berhubungan Agar Dapat Hamil? -3

Foto: Orami Photo Stock

Selain mengetahui berapa kali berhubungan agar dapat hamil, Moms juga dapat mencari tahu kapan waktu ovulasi.

Moms dapat melacak ovulasi berdasarkan kalender atau melihat perubahan fisiologis seperti suhu tubuh, lendir serviks, atau kadar hormon untuk melacak tanda-tanda ovulasi.

Berikut ini beberapa metode yang dapat dipertimbangkan.

1. Menggunakan Tes Prediktor Ovulasi

Tes prediktor ovulasi bekerja sangat mirip dengan tes kehamilan, namun ini memberi tahu kapan kemungkinan Moms akan berovulasi. Alat tes ini berbentuk seperti tongkat tes atau strip tes yang bereaksi dengan urin.

Untuk menggunakannya, Moms dapat buang air kecil ke dalam cangkir dan kemudian mencelupkan strip tes ke dalamnya. Moms akan mendapatkan hasilnya berdasarkan perubahan warna atau pembacaan digital.

Tes ini dapat mendeteksi hormon luteinizing (LH) dalam urin. LH akan melonjak tepat sebelum berovulasi.

Jadi ketika hasil tes menunjukkan positif, ini menandakan bahwa tubuh berusaha untuk memicu pelepasan sel telur dari ovarium dan mungkin menjadi waktu optimal untuk hamil.

2. Grafik Suhu Tubuh

Bagan suhu tubuh basal mengharuskan Moms untuk mengukur suhu setiap pagi sebelum bangun. Suhu tubuh basal adalah suhu tubuh saat istirahat total, dan kadar hormon akan memengaruhi suhu ini.

Hormon progesteron akan meningkatkan suhu tubuh. Progesteron akan meningkat setelah ovulasi, jadi ketika suhu basal tubuh naik dan tetap tinggi setidaknya selama beberapa hari, ini berarti mungkin waktu berovulasi sebelum mengamati kenaikan tersebut.

Moms bisa berhubungan agar dapat hamil di waktu ini.

3. Lendir Serviks

Supaya hamil, tidak hanya mempertimbangkan berapa kali berhubungan agar dapat hamil, tetapi juga penting memeriksa lendir serviks untuk mengecek ovulasi.

Saat memeriksa lendir serviks, Moms dapat memantau sekresi vagina. Keputihan akan berubah sepanjang siklus haid dan memiliki karakteristik yang berbeda ketika mendekati ovulasi ovulasi karena akan terlihat seperti lebih melar dan lebih seperti lendir.

Ketika menyerupai putih telur mentah, Moms mungkin berada di waktu paling subur setiap bulan.

4. Menggunakan Tes Saliva

Tes air liur adalah tes di rumah yang menggunakan mikroskop untuk memeriksa sampel air liur. Tes ini bisa bermanfaat bagi sebagian perempuan, dan sulit ditafsirkan bagi yang lain.

Pola pakis, yang tampak seperti embun beku di bawah mikroskop, juga bisa menjadi tanda ovulasi.

5. Aplikasi Kesuburan

Siklus ovulasi juga bisa dicari tahu dengan menggunakan aplikasi, sehingga Moms dan Dads tahu kapan waktu tepat untuk berhubungan agar dapat hamil.

Ada banyak aplikasi online dan smartphone yang melacak siklus ovulasi. Yang lebih akurat biasanya akan mengharuskan untuk memasukkan suhu basal tubuh atau perubahan lendir serviks.

Tetapi biasanya aplikasi sederhana saja dapat membantu menentukan hari-hari paling subur jika menstruasi sangat teratur.

Moms perlu memasukkan informasi kapan mendapatkan menstruasi, sehingga aplikasi akan mempelajari siklus dan memberi tahu kapan kemungkinan besar akan berovulasi.

Baca Juga: 5 Tips Berhubungan Seks Saat Masa Ovulasi Agar Cepat Hamil

Kapan Sebaiknya Menemui Dokter?

Berapa Kali Berhubungan Agar Dapat Hamil? -4

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah tahu tentang berapa kali berhubungan agar dapat hamil, serta cara mendeteksi waktu ovulasi.

Tetapi, jika Moms beberapa kali berhubungan agar dapat hamil tetapi tidak berhasil, temui dokter spesialis kandungan atau spesialis kesuburan. Ini juga akan tergantung usia Moms.

Perempuan di bawah 35 tahun harus mencoba setidaknya 1 tahun sebelum mencari bantuan dokter. Perempuan 35 atau lebih tua harus menemui dokter setelah 6 bulan mencoba.

Buatlah janji lebih awal jika memiliki salah satu masalah berikut, yang dapat memengaruhi kesuburan:

  • Tidak teratur atau tidak ada haid,
  • Endometriosis,
  • Penyakit radang panggul,
  • Memiliki riwayat keguguran,
  • Pernah operasi hernia atau masalah dengan testis

Dokter akan melakukan evaluasi kesehatan dan riwayat kesehatan. Pengobatan, teknik inseminasi, dan pembedahan dapat membantu Moms yang memiliki masalah kesuburan untuk hamil.

Selain menghitung berapa kali berhubungan seks agar dapat hamil, menjaga kondisi tubuh selalu dalam keadaan sehat adalah hal yang terpenting.

Artikel Terkait