PROGRAM HAMIL
12 November 2017

Seberapa Perlu USG 4 Dimensi untuk Ibu Hamil?

Katanya USG 4D bisa mengidentifikasikan kelainan hingga 85 persen, tapi seberapa perlu dilakukan?
Artikel ditulis oleh (ade.ryani)
Disunting oleh (ade.ryani)

Teknologi USG (Ultrasonografi) yang semakin canggih merupakan impian para ahli kandungan. Dimulai dari gambar hitam putih tak bergerak (2 dimensi), rekonstruksi 3 dimensi, bahkan kini pemeriksaan ultrasonografi 4 dimensi (USG 4D) dengan teknologi terbaru mampu mendeteksi kelainan pada janin sedini mungkin.

USG 4D dihadirkan karena USG 3D dirasa belum cukup karena belum mampu merekam gerak janin. Padahal USG 4D hampir sama dengan teknolosi USG 3D yakni mampu mendeteksi secara lebih akurat jika terjadi kelainan pada janin.

Bedanya, teknologi USG 4D juga mampu merekam gerakan-gerakan janin, seperti menghisap ibu jari, menendang, memukul, ngulet, dan lainnya, sehingga USG 4D bisa memberikan informasi lebih banyak mengenai keadaan janin.

Terutama dalam pengamatan perilaku janin (fetal behavior) tanpa keterlambatan waktu. Gerakan-gerakan yang direkam tersebut bisa disimpan dalam database komputer, selanjutnya disimpan dalam flashdisk atau CD.

Baca Juga: Tips Aman Lakukan USG Saat Hamil

Di usia kandungan 11-14 minggu, USG 4D bisa mengidentifikasikan kelainan hingga 85 persen, mampu mengidentifikasi down's syndrome dan kelainan kromosom lain, serta kelainan jantung bawaan dini.

Di usia kandungan 18-22 minggu mampu mendeteksi kelainan janin struktural (detail anomaly scan). Sementara di usia kandungan 28-32 minggu mampu mendeteksi kelainan pertumbuhan janin, kelainan letak janin, letak plasenta, tali pusat, jumlah air ketuban, profil biofisik janin, kelainan organ janin yang baru tampak pada usia kehamilan lanjut (seperti pada otak, ginjal, dan lainnya), serta kelainan letak tulang bayi.

Baca Juga: Menakjubkan! Seperti Ini Tahap Kehamilan dan Perkembangan Janin dari Minggu 1-40 Pada Tubuh Calon Ibu

Umumnya, wanita hamil tidak memerlukan pemeriksaan USG 4D untuk alasan medis. Pemeriksaan khusus seperti ini hanya dilakukan bila kelompok Ibu dengan riwayat kelahiran anak cacat sebelumnya atau digolongkan pada kelompok kehamilan risiko yang kemungkinan melahirkan anak dengan gangguan, misal hamil dengan usia tua, dan Ibu yang selama hamil muda terekspos dengan obat atau bahan tertentu yang berbahaya.

Namun, banyak calon ibu yang mengikuti proses USG 4D agar dapat melihat ’rupa janinnya’ lebih dari detail. Dari segi medis tentunya ini bukan kegunaan ultrasonografi yang sesungguhnya. Sebenarnya banyak dokter yang tak mau menyebut USG ini dengan nama 4D, melainkan Live 3D atau 3D Real Time mengingat dimensi itu hanya ada tiga.

Dan untuk lebih menarik perhatian konsumen, maka produsen dan pemasar produknya yang menggunakan nama ini. Akhirnya, nama USG 4D pun digunakan lebih umum.

Baca Juga: 6 Fakta Tendangan Janin dalam Rahim

Secara etika kedokteran, dokter yang melakukan USG haruslah dokter yang sudah mempunyai sertifikat kompetensi dalam bidang USG yang dikeluarkan perkumpulan profesi atau badan dunia semacam WHO. Sertifikasi ini diperlukan mengingat teknik-teknik melakukan dan membaca USG harus dipelajari dengan baik dan benar, guna mendukung hasil yang akurat.

Kekurangan USG 4D sangat bergantung pada posisi janin dan biayanya yang sangat mahal. Bila janin sedang membelakangi kita atau posisi menelungkup, maka sulit melihat organ-organ tubuh bagian depan, seperti jenis kelamin, bentuk wajah, keadaan tangan dan kaki, serta dinding dada dan perut.

Baca Juga: Cara Stimulasi Janin dalam Kandungan

Untuk bisa melihatnya, kita harus menunggu janin bergerak hingga mukanya menghadap ke depan (ke arah pemeriksa). Selain itu, untuk merekam gerak janin membutuhkan waktu USG lebih lama karena butuh waktu beberapa detik untuk merekamnya.

Walau kemajuan teknologi dan inovasi pemeriksaan USG 4D ini dapat memberikan pemeriksaan yang lebih baik dibandingkan pemeriksaan USG 2D dan 3D, namun beberapa dokter meyakini pemeriksaan ultrasonografi yang tidak diperlukan untuk indikasi medis sebaiknya dihindari.

Selain itu, perlu dipertimbangkan bahwa walau pada pemeriksaan USG 4D dapat memberikan gambaran berkualitas tinggi, namun juga menggunakan tingkat energi yang lebih tinggi yang belum diketahui dampaknya terhadap janin.

Setelah melakukan pemeriksaan dengan USG, dokter yang baik akan memberikan penjelasan kepada kita mengenai kondisi janin secara lengkap. Mulai ukuran lingkar kepala janin, panjang lengan atas, lingkar perut, panjang paha, berat badan, umur, hingga dinding perut, yang berurutan secara sistematis.

Jika tak diberikan penjelasan, kita berhak menanyakan, bahkan secara detail apabila muncul kelainan. Gunakan hak kita sebaik-baiknya mengingat kita tidak gratis mendapatkan pelayanan dokter.

Baca Juga: 2 Jenis Infeksi Kehamilan dan Bahayanya

Biaya USG 4D memang beragam dan bahkan di beberapa tempat jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan USG biasa. Namun hal tersebut kembali kepada anda sebagai calon orang tua, apabila dengan kondisi medis (misal terdeteksi ada kelainan pada janin) sebaiknya memang USG 4D dilakukan, agar penanganan yang tepat bisa segera diatasi.

Oleh karena itu, bagi Ibu yang ingin / akan menjalani pemeriksaan ultrasonografi, sebaiknya Ibu mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai manfaat dan teknologi USG yang digunakan. Pastikan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis terlatih, berpengalaman serta bersertifikasi mengoperasikan USG.

(HEI)

Artikel Terkait