PROGRAM HAMIL
7 November 2019

Seberapa Sering Berhubungan Seks Agar Dapat Hamil?

Terlalu sering atau terlalu jarang berhubungan seks memberi pengaruh buruk pada kesuburan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat ingin hamil, beberapa pasangan hanya berhubungan seks saat ovulasi. Sebaliknya, ada juga pasangan yang sering melakukan hubungan seks dengan maksud meningkatkan peluang kehamilan.

Sebenarnya bagaimana rutinitas seks yang dianjurkan oleh ahli guna mewujudkan impian melihat dua garis pertanda kehamilan? Cek ulasannya berikut ini.

1. Terlalu Banyak (Seks) Tidak Baik

berhubungan seks saat ovulasi

Foto: boldsky.com

Untuk mencapai kehamilan, memang perlu melakukan hubungan seks. Namun jika melakukannya terlalu sering, maka menjadi tidak efektif.

Dikutip dari thebump.com, Dokter kandungan asal Connecticut, Dr. Shieva Ghofrany menyebutkan bahwa berhubungan seksual setiap hari, dapat menurunkan jumlah sperma pria. Hal ini terutama dapat terjadi pada pria dengan masalah jumlah sperma yang sedikit. Hal ini didukung pada isi jurnal US National Library of Medicine National Institutes of Health.

Namun ada juga ahli lain yang melihat hubungan seks terlalu sering memberi dampak lain. “Jika seks untuk tujuan reproduksi saja, maka melakukan hubungan seks beberapa kali sehari atau bahkan setiap hari dapat menyebabkan kelelahan, dan pasangan akan mulai melihat seks hanya sebagai tugas pra-ovulasi,” Direktur Medis di The Reproductive Sciences Center, La Jolla, California, Samuel Wood, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Baca Juga: 5 Tips Berhubungan Seks untuk Pasangan LDR

2. Batasan Seks Rutin

berhubungan seks saat ovulasi

Foto: verywellhealth.com

Meski direkomendasikan untuk tidak terlalu sering berhubungan seks, namun bukan berarti hanya berhubungan seks saat ovulasi. Waktu ovulasi sendiri biasanya terjadi 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya.

“Sangat mudah melewatkan masa subur jika hanya berhubungan seks saat ovulasi, karena banyak wanita yang merasa bahwa sedang ovulasi, ketika sebenarnya tidak,” ungkap Samuel Wood, seperti dikutip dari parents.com. Hal ini tentu akan mengurangi peluang Moms untuk hamil.

Selain itu, hanya berhubungan seks saat ovulasi juga dapat mengurangi kualitas sperma. “Banyak pasangan yang sedang mencoba untuk memiliki bayi, hanya berhubungan seks sekitar waktu ovulasi.

Padahal ini buruk bagi sperma, karena hanya akan disimpan di testis dan kualitasnya menurun dari waktu ke waktu,” ungkap Ketua British Fertility Society, Profesor Adam Balen, seperti dikutip dari marieclaire.co.uk.

Untuk itu, Profesor Adam menyarankan pria untuk ejakulasi setiap dua sampai tiga hari sekali dan tidak membiarkannya menjadi periode yang panjang di antara waktu ejakulasi.

Baca Juga: Merasa Sakit Saat Sedang Berhubungan Seks? Hati-hati Bahaya 5 Penyakit Ini

3. Posisi Seks

berhubungan seks saat ovulasi

Foto: momtastic.com

Pemilihan waktu untuk tidak hanya berhubungan seks saat ovulasi memang dapat memengaruhi peluang kehamilan, namun pemilihan posisi seks rupanya tidak terlalu berpengaruh.

“Saat pria ejakulasi, sperma akan langsung berenang menuju ke lendir serviks dan ke dalam tuba falopi,” ungkap Direktur Divisi Endokrin Reproduksi dan Infertilitas di Institute for Reproductive Medicine and Science, Saint Barnabas Medical Center, Pennsylvania, Serena Chen, MD, seperti dikutip dari parents.com.

Hal ini terjadi dalam hitungan detik, terlepas apapun posisi seks yang Moms dan Dads lakukan. Sehingga Moms dan Dads dapat bereksplorasi dengan gaya bercinta dan tidak hanya berhubungan seks saat ovulasi.

Artikel Terkait