RUPA-RUPA
22 Februari 2020

Sebutan "Tuli" atau "Tunarungu", Mana yang Lebih Disarankan?

Ternyata istilah "tunarungu" dan "tuli" memiliki perbedaan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Banyak orang menggunakan istilah "tunarungu" ketimbang "tuli" untuk mendeskripsikan seseorang yang tidak mampu mendengar, karena dirasa lebih halus.

Tetapi, pengertian tunarungu itu sendiri ternyata tidak sama dengan tuli lho, Moms. Mengutip Tempo.co, nyatanya bagi sebagian kelompok dengan disabilitas pendengaran lebih suka disebut Tuli, dengan huruf kapital "T".

"Tunarungu adalah istilah medis untuk menggambarkan keterbatasan dari sebuah fungsi, sedangkan Tuli merupakan istilah budaya atau cara berkomunikasi yang berbeda," jelas Michele, staf pengajar bahasa isyarat di Pusat Bahasa Isyarat Indonesia atau Pusbisindo, melansir Tempo.co.

Lalu, di antara kata tuli dan tunarungu, mana sebutan yang lebih disarankan untuk digunakan?

Baca Juga: 4 Mainan Terbaik Untuk Balita Berkebutuhan Khusus

Kata "Tuli" Menunjukkan Identitas dan Lebih Sopan

sebutan tuli atau tunarungu-1.jpg

Mengutip situs Universitas Sanata Dharma, secara penulisan, kata "Tuli" itu sendiri dipandang lebih sopan dan lebih nyaman untuk dipakai sebagai kata sapaan ketimbang tunarungu.

"Karena penulisan Tuli dengan Huruf kapital (T) sekaligus sapaan 'Tuli' menunjukkan identitas orang Tuli sebagai sebuah kelompok masyarakat yang punya identitas, memiliki bahasa, dan budayanya tersendiri," jelas situs tersebut.

Sementara, tunarungu dianggap sebagai sebuah keharusan untuk mengoptimalkan kemampuan pendengarannya dengan berbagai cara, agar supaya menyerupai orang-orang yang dapat mendengar.

Istilah "tunarungu", lebih dianggap sebagai keterbatasan fisik dalam mendengar dan berbicara.

Baca Juga: Bayi Tuli Sejak Lahir, Bisakah Disembuhkan?

Jenis Tuli dan Tunarungu dalam Istilah Kedokteran

sebutan tuli atau tunarungu-2.jpg

Penting diketahui, bahwa tidak semua orang Tuli memiliki kemampuan berkomunikasi yang sama.

Ada yang hanya bisa menggunakan oral untuk berkomunikasi, hanya bisa menggunakan isyarat, ada yang bisa duanya, dan ada juga yang tidak bisa kedua-duanya (karena tidak pernah sekolah).

Kata "Tuli", dalam istilah kedokteran dibagi menjadi tiga jenis:

1. Gangguan Dengar Konduktif

Ini adalah gangguan dengar yang disebabkan kelainan di telinga bagian luar dan/atau telinga bagian tengah.

Namun, saraf pendengarannya masih baik, dan dapat terjadi pada orang dengan infeksi telinga tengah, infeksi telinga luar atau ada serumen di liang telinga.

2. Gangguan Dengar Saraf atau Sensorineural

Merupakan gangguan dengar akibat kerusakan saraf pendengaran, meski tidak ada gangguan di telinga bagian luar atau tengah.

3. Gangguan Dengar Campuran

Ini merupakan gangguan campuran dari jenis gangguan dengar konduktif dan saraf. Selain mengalami kelainan di telinga bagian luar dan tengah, orang dengan kondisi ini juga mengalami gangguan pada saraf pendengaran.

Baca Juga: 3 Tips Mengajak Balita Memahami Penyandang Disabilitas dan Kebutuhan Khusus

Bahasa Isyarat Adalah Bentuk Komunikasi yang Paling Nyaman

sebutan tuli atau tunarungu-3.jpg

Surya Sahetapy, putra Dewi Yull dan Ray Sahetapy, sekaligus pengajar di Pusat Bahasa Isyarat Indonesia menjelaskan, dirinya lebih nyaman menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi.

"Saya lebih nyaman menggunakan bahasa isyarat karena lugas dan jelas menyampaikan segala hal," ujarnya mengutip Tempo.co.

Ia melanjutkan, "Berkomunikasi seperti ini bukan sebuah aktivitas yang mudah bagi saya, karena harus melalui tahapan terapi wicara sejak umur delapan tahun."

Melakukan terapi wicara juga bukan kegiatan yang nyaman untuk dilakukan bagi teman-teman yang Tuli. Ada beberapa alat yang dipakai dengan cara dimasukkan ke dalam mulut.

Karenanya, pengenalan bahasa isyarat adalah cara berkomunikasi di kalangan umum yang dapat menjadi pilihan agar dapat menyampaikan pesan dengan jelas dan efektif.

Artikel Terkait