PROGRAM HAMIL
24 April 2019

Selain IVF, Ini Cara Hamil Buat Penderita PCOS

Yang terpenting, Moms mempersiapkan tubuh dengan baik
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah salah satu penyebab paling umum dari infertilitas. Ada sekitar 5 juta wanita di dunia yang mengalami PCOS. Kendati memiliki masalah kesuburan, para penderita PCOS tetap bisa hamil, Tya Ariestya salah satunya yang berhasil hamil dengan metode bayi tabung/ IVF. 

Tapi, dikutip dari Verywellfamily.com, selain IVF, ada beberapa cara lain yang bisa ditempuh penderita PCOS untuk bisa hamil. Apa saja? Yuk kita cari tahu Moms!

1. Melakukan Diet dan Olahraga

screen shot 2019 01 27 at 3.37.57 pm

Foto : pixabay

Mengonsumsi makanan sehat sangat penting untuk para penderita PCOS. Tujuan makan sehat dan seimbang adalah untuk menjaga berat badan dan menormalkan kerja insulin.

Beberapa penelitian telah mengklaim bahwa diet rendah karbohidrat adalah yang terbaik untuk PCOS, tetapi penelitian lain belum menemukan keuntungan rendah karbohidrat.

Yang paling penting adalah memastikan makanan Moms kaya akan nutrisi dan protein yang cukup serta rendah gula. Menghindari junk food dan makanan olahan adalah pilihan terbaik untuk penderita PCOS.

Baca juga : Tingkatkan Kesuburan dengan 3 Jenis Olahraga Ini!

2. Treatment Metformin

screen shot 2019 01 27 at 3.41.26 pm

Foto : pixabay

Metformin adalah obat diabetes yang digunakan untuk mengobati resistensi insulin. Kadang-kadang, obat ini diresepkan untuk penderita PCOs, bahkan jika mereka sebenarnya tidak resisten insulin.

Menggunakan metformin dapat membantu wanita dengan PCOS.

Menurut penelitian, metformin dapat membantu menurunkan berat badan, memulai kembali siklus menstruasi yang teratur, meningkatkan efektivitas beberapa obat kesuburan, dan mengurangi tingkat keguguran.

Metformin sendiri bukan obat yang bisa membantu penderita PCOS untuk hamil, hanya membantu mempersiapkan tubuh untuk hamil.

Baca juga : Bahaya PCOS Bagi Wanita yang Sedang Program Hamil

3. Treatment Clomid

screen shot 2019 01 27 at 3.43.41 pm

Foto : pixabay

Clomid adalah obat kesuburan yang paling umum digunakan untuk mempercepat kehamilan. Obat ini juga paling umum digunakan untuk perempuan dengan PCOS. Banyak perempuan dengan PCOS akan hamil dengan Clomid.

Sayangnya, ini tidak selalu berhasil untuk semua orang. Beberapa wanita dengan PCOS akan mengalami resistensi Clomid. Dengan kondisi ini, Clomid tidak memicu ovulasi seperti yang diharapkan.

Penelitian telah menemukan bahwa kombinasi Metformin dan Clomid dapat membantu mengalahkan resistensi Clomid. Jika tidak berhasil, dokter dapat mempertimbangkan obat Letrozole.

Baca juga : PCOS, Masalah Hormon yang Membuat Sulit Hamil

4. Treatment Kesuburan dengan Letrozole

screen shot 2019 01 27 at 3.45.38 pm

Foto : pixabay

Letrozole, juga dikenal dengan nama mereknya Femara, bukan obat kesuburan tetapi sering digunakan sebagai untuk penderita PCOS.

Letrozole sebenarnya adalah obat kanker, namun, penelitian telah menemukan bahwa itu mungkin lebih efektif daripada Clomid untuk merangsang ovulasi pada penderita PCOS.

Jangan takut dengan kenyataan bahwa obat ini awalnya dimaksudkan sebagai obat kanker. Efek sampingnya relatif ringan, dan telah banyak diteliti pada wanita yang mencoba untuk hamil.

Baca juga : Benarkah Makan Avokad Bagus untuk Kesuburan?

5. Treatment Gonadotropins

screen shot 2019 01 27 at 3.47.33 pm

Foto : pixabay

Jika Clomid atau Letrozole tidak berhasil, langkah selanjutnya adalah obat kesuburan Gonadotropin yang dapat disuntikkan.

Gonadotropin terbuat dari hormon FSH, LH, atau kombinasi keduanya. Nama merek yang mungkin ada di pasaran adalah Gonal-F, Follistim, Ovidrel, Bravelle, dan Menopur.

Dokter mungkin menyarankan kombinasi obat kesuburan oral dan injeksi. Misalnya, Clomid dengan tembakan ‘pemicu’ LH pertengahan siklus. Kemungkinan lain adalah siklus hanya dengan Gonadotropin.

Dokter juga bisa jadi menyarankan Gonadotropin dengan prosedur IUI (inseminasi intrauterin). IUI melibatkan penempatan sperma pasangan yang dicuci secara khusus langsung ke dalam rahim melalui kateter.

Salah satu risiko yang mungkin timbul dari Gonadotropin adalah sindrom Hiperstimulasi Ovarium (OHSS). Ini terjadi ketika ovarium bereaksi berlebihan terhadap obat kesuburan.

Jika tidak diobati atau makin parah, ini bisa berbahaya. Penderita PCOS memiliki risiko lebih tinggi terkena OHSS. Dokter mungkin menggunakan dosis yang lebih rendah dari obat kesuburan yang dapat disuntikkan untuk menghindari hal ini.

Baca juga : Tes Kesuburan untuk Wanita dan Pria, Apa Saja?

Itulah beberapa cara yang bisa membantu penderita PCOS untuk bisa hamil. Semoga programnya berhasil ya Moms!

(AND)

Sumber: verywellfamily.com

Artikel Terkait