BALITA DAN ANAK
5 Juni 2020

Selain Kurang Tidur, Ini Hal-Hal yang Menyebabkan Anak Sulit Berkonsentrasi

Jangan disepelekan ya Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms mungkin pernah merasakan kesulitan dalam mengajar Si Kecil. Mereka lebih suka bermain ketimbang belajar dan sangat mudah teralihkan dengan lingkungan di sekitarnya.

Beberapa gejala tersebut menunjukkan bahwa Si Kecil mungkin sulit dalam berkonsentrasi, lho. Konsentrasi tentu menjadi hal yang dibutuhkan untuk belajar dan melakukan banyak hal dalam kehidupannya sehari-hari.

Lantas, apa yang menyebabkan Si Kecil sulit berkonsentrasi?

Penyebab Anak Sulit Berkonsentrasi

Menurut Supriyo dalam Indonesian Journal of Guidance and Counseling, beberapa gejala anak yang kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, yaitu:

  • Anak merasa betah berjam-jam untuk melakukan aktivitas di luar kegiatan belajar;
  • Mudah terkena rangsangan, seperti suara TV atau orang yang lalu lalang di depan kelas;
  • Sering mondar-mandir untuk mencari perlengkapan belajar;
  • Setelah belajar tidak tahu apa yang dipelajari.

Nah, salah satu penyebab anak sulit berkonsentrasi adalah waktu tidur yang kurang dan tidak teratur. Kurangnya waktu tidur dan jam yang tidak teratur ini membuat anak-anak kesulitan dalam mengingat dan mengikuti pelajaran.

Hal ini didukung oleh Sleep Foundation yang menyebutkan bahwa tidur yang baik membantu manusia berpikir secara jelas, mengingat informasi, dan membuat keputusan.

Selama tidur, sel-sel memori akan aktif kembali, koneksi di antara sel-sel otak semakin terhubung, dan informasi yang diterima akan berpindah dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.

Para ahli menyarankan tidur selama 8 sampai 12 jam per harinya, tergantung usia anak tersebut. Lantas, selain kurangnya waktu tidur, berikut beberapa penyebab anak sulit berkonsentrasi lainnya.

Baca Juga: Anak Sulit Konsentrasi di Sekolah? Ini Kebiasaan yang Baik untuk Melatih Daya Ingat

1. Kesehatan Anak

Penyebab Anak Sulit Berkonsentrasi 1.jpg

Foto: pixabay.com

Kesehatan yang baik merupakan hal penting bagi kinerja otak anak. Anak yang sakit tak akan mampu berpikir secara optimal. Imun yang lemah, dehidrasi, dan kebiasaan makan yang buruk akan memengaruhi konsentrasi anak.

Makanan yang diberikan pada anak-anak harus dipastikan gizinya. Misalnya saja makanan yang mengandung banyak karbohidrat dapat membantu tubuh anak rileks, sehingga ia dapat tertidur nyenyak. Sedangkan makanan yang mengandung banyak kafein akan membuat anak terjaga.

Untuk itu, Moms perlu mengoptimalkan kesehatan Si Kecil melalui makanan yang punya gizi seimbang ya, Moms.

2. Pengalih Perhatian

Penyebab Anak Sulit Berkonsentrasi 2.jpg

Foto: Pexels.com

Adanya pengalih perhatian juga menjadi penyebab Si Kecil sulit berkonsentrasi. Anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, karena itu sedikit saja gangguan akan menyebabkan anak hilang fokus.

Penting bagi orang tua untuk memastikan area belajar anak bersih dari gangguan, baik mainan yang berserakan, TV yang menyala, juga gadget orang tua.

Baca Juga: Cara Efektif Mengatasi Gangguan Konsentrasi Pada Anak

3. Motivasi Anak

Penyebab Anak Sulit Berkonsentrasi 3.jpg

Foto: pixabay.com

Anak yang tidak termotivasi akan kesulitan berkonsentrasi dan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dalam belajar. Padahal, motivasi penting untuk mendorong rasa penasaran anak dalam mencari pengetahuan dan pengalaman baru.

Motivasi pada anak dapat tumbuh ketika ia menemukan situasi yang menyenangkan dan mendapat manfaat dari sebuah pembelajaran. Maka, sebagai orang tua, Moms dan Dads harus bisa membuat sebuah materi jadi menarik agar Si Kecil berminat mempelajarinya.

4. Perhatian Orang Tua

Penyebab Anak Sulit Berkonsentrasi 4.jpg

Foto: freepik.com

Kurangnya perhatian orang tua juga jadi penyebab anak sulit berkonsentrasi. Penting bagi orang tua untuk memberikan perhatian yang cukup pada anak, agar anak dapat menemukan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Orang tua dapat menumbuhkan motivasi anak dengan memberikan perhatian yang dibutuhkan dan apresiasi yang wajar bagi anak. Hal ini dapat dilakukan dengan menemaninya belajar dan bermain bersama.

Baca Juga: Selain Melatih Fokus, Ini Manfaat Lain Yoga Untuk Anak

5. Tingkat Kesulitan

Penyebab Anak Sulit Berkonsentrasi 5'.jpg

Foto: freepik.com

Tingkat kesulitan suatu ilmu harus disesuaikan dengan umur anak anak dan kesanggupan mereka mempelajarinya. Soal-soal yang susah dipahami akan membuat Si Kecil kesulitan mengikuti, sehingga mereka cenderung menghindari soal tersebut.

Memecah-mecah soal menjadi tahapan yang lebih kecil dan sederhana akan membuat Si Kecil lebih mudah berkonsentrasi menyelesaikan tugas tersebut.

Pada akhirnya, konsentrasi pada anak harus dilatih terus-menerus. Orang tua harus memberi asupan gizi seimbang, menjaga waktu istirahat anak, mengajar dengan cara-cara yang kreatif, dan hadir bagi anak agar ia dapat berkonsentrasi lebih baik.

Artikel Terkait