KESEHATAN
10 April 2019

Selain Makanan, Ini 5 Detoks yang Perlu Dilakukan Demi Kesehatan

Menyeimbangkan kesehatan diri dengan mempraktikkan 5 detoks ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Zaman sekarang hidup sehat tak hanya sebatas menjaga pola makan, tapi juga gaya hidup. Detoksifikasi pun diperlukan untuk kesehatan.

Detoks dilakukan tak hanya untuk memperbaiki sirkulasi, tapi juga merangsang hati untuk membuang racun, menghilangkan toksin melalui feses, urin, dan keringat.

Puasa, sebagai wujud detoks dilakukan untuk mengistirahatkan organ. Dengan demikian diet detoks memberikan nutrisi yang sehat bagi tubuh.

Terapi detoks termasuk sering direkomendasikan karena adanya kemungkinan kita terpapar bahan-bahan kimia beracun dari lingkungan sekitar kita.

Baca Juga : Ini Dia 10 Manfaat Puasa untuk Kesehatan

Detoks dikatakan dapat membantu berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, masalah pencernaan, penyakit autoimun, peradangan, alergi, kembung, dan kelelahan kronis.

Selain makanan, detoks juga penting di area lain dalam hidup lho, Moms. Berikut detoksifikasi yang patut dilakukan untuk menyeimbangkan kesehatan semua aspek kehidupan kita, untuk pemula bisa dimulai selama seminggu.

1. Detoks Digital

Terlalu sering berhadapan dengan layar bisa mengganggu kesehatan mental, bahkan bisa menimbulkan kanker, obesitas, dan merusak fisik otak.

Menyediakan waktu untuk mematikan dan menjauhkan diri dari perangkat-perangkat digital adalah pilihan yang bijak.

2. Detoks Sosial Media

Sosial media, suka atau tidak, sewaktu-waktu bisa menyita perhatian kita sepenuhnya dari realita, mengakibatkan kita kehilangan momen di saat ini.

Pertama-tama cobalah untuk menentukan jangka waktu berapa lama Moms ingin terbebas dari belenggu sosial media.

Jika sudah tentukan waktu selama seminggu, hapuslah aplikasi sosial media tersebut dari gawai dan sebisa mungkin jangan turuti keinginan untuk “mengecek sebentar” karena itu berarti berjam-jam lamanya.

Baca Juga : Mengenal Gangguan Psikosomatik, Gangguan Jiwa yang Berpengaruh ke Fisik

3. Detoks Kebiasaan Mengeluh

Bagi sebagian orang, mengeluh adalah kebiasaan gugup atau cara untuk memulai percakapan.

Untuk detoksifikasi ini, tantang diri untuk berhenti mengeluh selama satu minggu, tahan diri untuk mengucapkan kata-kata penuh keluhan dan carilah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah.

Perhatikan cara tersebut menggeser cara pandang selama seminggu. Keuntungan lain dari detoks ini adalah mengurangi stres.

4. Detoks Kekacauan

Mainan yang berserakan dimana-mana, tumpukan baju yang sudah tak lagi muat dipakai anak tapi entah mau dipindah kemana, dan berbagai kekacauan lainnya yang terus menumpuk.

Cobalah kuatkan fokus pada satu ruangan terlebih dahulu per akhir pekan. Ini tak hanya penting untuk sekalian mengajarkan Si Kecil merapikan kamar, tapi juga penting untuk kesehatan mental Moms sendiri. Pastikan barang-barang yang disimpan adalah barang berguna.

5. Detoks Energi Negatif

Bersih dari energi negatif ibarat mendorong sifat optimis. Ini dilakukan dengan memperhatikan emosi.

Minggu ini perhatikan semua hal yang terbersit dalam benak yang membuat Moms bahagia, dan semua hal yang membuat sedih.

Tulis di jurnal jika perlu, untuk melihat adanya perubahan dalam diri.

Perhatikan semua hal yang dilakukan dan dinikmati, kemudian terka caranya mengubah segala yang negatif menjadi positif.

Praktik seminggu ini bisa Moms lanjutkan hingga dua minggu, sebulan, dan bahkan bertahun-tahun lho.

(MDA/CAR)

Artikel Terkait