NEWBORN
4 Desember 2017

Selain Ruam Popok, Ini Beberapa Masalah Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

Rawat dengan tepat agar kulit bayi bebas masalah
Artikel ditulis oleh (andia.ratna)
Disunting oleh (andia.ratna)

Kelembutan kulit bayi memang sangat menakjubkan. Namun, untuk tetap mempertahankan kesehatan dan kelembutan kulitnya, Moms harus tetap melakukan perawatan, lho.

Karena kulit bayi pun rawat menjadi kering akibat terkena paparan sinar matahari, angin, atau udara dingin. Faktor alergi juga bisa memicu kulit bayi menjadi bermasalah, terutama untuk bayi berusia 2-4 bulan.

Yuk, ketahui lebih jauh mengenai perawatan kulit bayi ini.

Mencegah Kulit Kering dan Eksim

Baik bayi maupun orang dewasa memang tidak bisa terhindar dari kulit kering dan eksim. Salah satu cara untuk membantu mencegah kulit kering pada bayi setelah mandi adalah dengan segara mengoleskan produk pelembap khusus bayi ke seluruh tubuhnya. Dengan begitu kelembapan kulit bayi senantiasa terjaga dengan baik.

Adapun penyebab dari eksim pada kulit bayi juga bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti iritasi dan alergi. Contohnya seperti terkena paparan asap rokok. Eksim yang paling sering menyerang kulit bayi diantaranya dermatitis atopik atau eksim susu. Untuk mengatasi eksim susu ini, ada beberapa langkah yang bisa Moms lakukan, yaitu:

  • Selalu menjaga kebersihan kulit bayi dari sisa susu. Segera bersihkan area bibir dan pipi yang terkena susu dengan kapas basah/lap basah.
  • Usahan untuk tetap di ruangan sejuk untuk menghindari kulit bayi yang terkena eksim susu ini berkeringat. Ini akan membuat ruam tetap kering.
  • Pastikan kuku bayi tidak panjang, agar tidak lecet ketika dia menggaruk wajahnya. Atau, Moms juga bisa memakaikan sarung tangan pada Si Kecil.

Mengatasi Ruam Popok

Ruam popok memang kondisi umum yang terjadi pada bayi. Ruam popok disebabkan oleh kulit bayi yang terlalu sensitif ketika bersentuhan dengan popok. Dimana hal tersebut terjadi karena bayi tidak cocok dengan bahan popok yang dipakainya. Bukan hanya mencegah kebocoran akan tetapi juga menahan udara terlalu banyak di dalamnya. Sehingga kulit bayi menjadi iritasi dan muncul ruam.

Dalam hal ini Moms perlu memastikan frekuensi penggantian popok. Jangan menunggu hingga popok penuh, baru menggantinya. Apalagi bila Si Kecil memang sensitif dengan bahan popok tersebut. Pastikan juga bahwa kulit bayi benar-benar bersih dan kering setelah atau sebelum memakai popok.

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah, jangan asal menggunakan tisu basah untuk membersihkan kulit bayi, saat mengganti popok. Karena menurut ahli dari laboratorium Health, Beauty and Environmental Sciences di Good Housekeeping Institue, beberapa tisu basah mengandung bahan pengawet methylisothiazolinone (MI), yang bisa menyebabkan alergi (ruam) bila terlalu lama dibiarkan pada kulit bayi.

Melindungi Kulit Bayi Dari Paparan Sinar Matahari

Melalui situs IDAI (Indonesian Pediatric Society) disebutkan bahwa sinar matahari yang sudah menjelang siang meningkatkan risiko berkembangnya melanoma serta kanker saat bayi mulai tumbuh dewasa. Salah satunya adalah kanker kulit yang menyerang berbagai usia. Maka dari itu, sangat penting untuk melindungi bayi dari paparan sinar matahari siang dengan tujuan agar terhindar dari resiko kanker kulit.

Akan tetapi sinar matahari yang juga menyumbang asupan vitamin D juga dibutuhkan oleh bayi. Lalu bagaimana solusinya? IDAI menyarankan agar menjemur bayi pada jam 10.00 dan 16.00 untuk mendapatkan asupan vitamin D bagi bayi.

Selain itu, waktu berjemur yang disarankan hanya sekitar 5 hingga 30 menit (tergantung musim, waktu, garis lintang serta pigmentasi kulit). Dengan tetap mengaplikasikan produk tabir surya khusus bayi, setiap 15-20 menit selama berjemur.

Cara lain untuk menghindari kulit bayi dari terik matahari adalah:

  • Pastikan selalu melindungi tubuh bayi menggunakan pakaian lengan panjang dan topi.
  • Oleskan tabir surya khusus bayi pada bagian-bagian tubuh yang mungkin tidak tertutup oleh pakaian seperti misalnya tangan dan wajah bayi.
  • Hindari membiarkan bayi terpapar sinar matahari antara jam 11.00 – 14.00. Mengingat di jam-jam tersebut sinar matahari sedang sangat panas dan tidak baik, bagi kulit bayi maupun orang dewasa.

Jika dilihat sekilas memang cara merawat kulit bayi bukan pekerjaan yang mudah. Bukan hanya menjaga kelembutan dan kelembapannya, kulit bayi juga perlu dijaga kesehatannya dengan baik. Nah, apakah Moms punya strategi khusus atau pengalaman dalam menjaga kelembutan, kesehatan serta kelembapan kulit bayi?

(RGW)

Artikel Terkait