KESEHATAN
11 September 2019

Serba-Serbi Bisul di Badan: Penyebab dan Gejalanya

Agar bisa mencegah atau mengobati bisul di badan, tak ada salahnya Moms mencoba mengenalnya!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Bisul adalah infeksi kulit yang ada di folikel rambut atau kelenjar minyak. Pada awalnya, kulit menjadi merah di daerah infeksi, dan benjolan lembut berkembang.

Setelah empat hingga tujuh hari, benjolan mulai memutih. Itu disebabkan nanah terkumpul di bawah kulit. Jika infeksi menyebar ke jaringan kulit yang lebih dalam, maka ia menjadi abses atau furunkel.

“Bisul di badan biasanya muncul di leher, ketiak, bahu, dan bokong. Jika beberapa bisul muncul bersamaan dalam satu kelompok, ini adalah jenis infeksi yang lebih serius yang disebut carbuncle,” jelas Jennifer Herrmann, MD, FAAD, dermatologis asal Amerika.

carbuncle_elbow-1296x728-slide2.jpg

Foto: healthline.com

Penyebab Bisul

Bisul biasanya disebabkan oleh bakteri yang disebut Staphylococcus (staph). Beberapa infeksi staph berkembang menjadi abses dan dapat menjadi sangat serius dengan cepat.

Kuman ini dapat hadir pada kulit normal dan masuk ke dalam tubuh melalui kerusakan kecil di kulit atau dengan mengikuti rambut ke folikel. Kerusakan kecil pada kulit dapat disebabkan oleh luka, goresan, bercukur, rambut tumbuh ke dalam, gigitan serangga, atau bahkan penyakit atau kondisi kulit.

Baca Juga: 6 Langkah Mengobati Bisul Pada Balita, Jangan Dipencet, Ya!

Faktor Risiko Bisul

Moms, orang dengan masalah kesehatan tertentu, bisa rentan terserang infeksi kulit. Bisul salah satunya. Lantas, siapa lagi ya yang masuk golongan berisiko bisulan?

  • Penderita diabetes mellitus,
  • Orang-orang yang bermasalah dengan sistem kekebalan tubuh,
  • Orang-orang bernutrisi buruk,
  • Orang-orang yang tidak menjaga kebersihan,
  • Orang yang terpapar bahan kimia keras yang mengiritasi kulit

Oh iya, Moms juga berisiko terkena bisul saat kontak dengan penderita bisul. Karena bisul bisa menular.

Tanda dan Gejala Bisul

aid4770384-v4-1200px-Stop-Recurring-Boils-Step-18-Version-2.jpg

Foto : wikihow.com

Gejala bisul awalnya hanya berupa benjolan berisi nanah yang keras, merah, dan menyakitkan. Ukurannya kurang dari satu inci.

Baru setelah beberapa hari, benjolan melunak, namun menjadi lebih besar, dan lebih menyakitkan.

Setelahnya, terbentuk kantong nanah di bagian atas bisul.

Moms, perhatikan tanda dan gejala infeksi kulit lebih lanjut. Berikut tanda-tandanya!

  • Kulit merah, menyakitkan, dan bengkak di sekitar bisul;
  • Lebih banyak bisul muncul di sekitar yang asli;
  • Demam;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di dekat bisul.

Ingat, bisul yang aktif, bisa menular karena bakteri yang menyebabkannya menular.

“Sampai bisul dikeringkan, penularannya masih terjadi. Melalui kontak kulit-ke-kulit atau berbagi benda. Bisul harus ditutup dengan perban untuk mencegah penyebaran infeksi ke orang lain,” jelas Dr Herrmann.

Baca Juga: Apakah Telur Menyebabkan Bisul? Ini Penjelasannya!

Kapan Harus Menemui Dokter?

Saat kondisi ini terjadi, Moms harus segera ke dokter!

  • Demam menyerang
  • Kulit di sekitar bisul berubah menjadi garis merah atau merah.
  • Rasa sakitnya menjadi parah.
  • Bisul tidak mengering.
  • Bisul kedua muncul.
  • Moms atau orang yang bisulan memiliki murmur jantung, diabetes, atau masalah apa pun dengan sistem kekebalan tubuh.Atau sedang minum obat yang menekan sistem kekebalan tubuh (semisal kortikosteroid atau kemoterapi untuk kanker).

Bisul biasanya tidak perlu terlalu serius diperhatikan. Namun, jika Moms dalam kondisi kesehatan yang buruk dan menderita demam tinggi. Serta merasa kedinginan disertai infeksi, itu adalah petunjuk untuk segera menemui dokter di IGD.

Baca Juga: 7 Cara Alami Mengobati Bisul dengan Cepat

(RYO/DIN)

Artikel Terkait