PROGRAM HAMIL
2 April 2019

Jangan Remehkan Keputihan Saat Hamil, Ini Dampaknya

Jangan lakukan deretan kebiasaan yang jadi penyebab keputihan saat hamil, ya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Saat Anda hamil, tubuh Anda mengalami berbagai perubahan. Salah satu perubahan pertama yang mungkin Anda alami adalah keputihan Anda.

Penting untuk mengetahui apa yang dianggap normal selama kehamilan untuk memberi tahu dokter Anda tentang segala perubahan yang tampak tidak normal.

Apa itu Keputihan Normal?

327624125 h

Foto: parenting.firstcry.com

Keputihan normal selama kehamilan disebut leukorea. Bentuknya tipis, berwarna putih susu, dan berbau tidak terlalu kuat. Leukore adalah hal yang normal dan tidak ada yang perlu Anda khawatirkan.

Baca Juga: Waspadai 5 Faktor Penghambat Perkembangan Janin Ini

Agar Keputihan Tetap Normal

Demi menjaga kesehatan organ kewanitaan dan menghindari keputihan yang tidak normal, selama kehamilan Moms diharapkan untuk tidak:

  • Menggunakan tampon, sebab bisa memasukkan kuman baru ke dalam vagina.
  • Menggunakan vaginal douche. sebab ia dapat mengganggu keseimbangan bakteri sehat di vagina sehingga menyebabkan infeksi.

Selama mengalami keputihan di saat hamil, Moms bisa menggunakan panty liner jika itu membuat Anda lebih nyaman, namun beri tahu lebih dahulu dokter Anda jika ada perubahan, ya.

Bagaimana Bentuk Keputihan yang Tidak Normal?

green vaginal discharge png

Foto: letsgetchecked.com

Jika keputihan berwarna hijau atau kekuningan, berbau kuat, dan / atau disertai kemerahan atau gatal, Anda mungkin mengalami infeksi vagina.

Salah satu infeksi vagina yang paling umum selama kehamilan adalah kandidiasis, juga dikenal sebagai infeksi jamur.

Kapan Harus Memberi Tahu Dokter Tentang Keputihan yang Tidak Normal?

Moms harus memberi tahu dokter Moms apabila ada perubahan dalam apapun itu perbedaan yang bersifat fisik selama kehamilan. Apalagi jika itu adalah keputihan. Jangan pernah mencoba mendiagnosis dan mengobati diri sendiri.

Keputihan selama kehamilan bisa saja normal, tetapi apapun yang terjadi, berkonsultasilah ke dokter Moms apabila Moms merasa tidak familiar dengan keadaan tersebut.

Beri tahu dokter Anda segera jika Anda mengalami:

  • Bercak atau pendarahan yang banyak sehingga membuat Moms memerlukan pembalut atau tampon
  • Bertahan lebih lama dari sehari, dan disertai dengan kram atau rasa sakit.

Baca Juga: 5 Larangan Bagi Ibu Hamil Selama Trimester Pertama

Warna Keputihan

Berbagai warna keputihan dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang berbeda. Ini termasuk:

Bening atau Putih Susu

Warna ini menunjukkan leukorea, yang biasanya merupakan pengeluaran normal dan sehat, terutama jika baunya ringan.

Namun, setiap perubahan dalam kuantitas atau konsistensi bisa jadi menandakan masalah.

Seorang wanita yang sedang hamil besar tetapi belum tiba waktu melahirkannya, wajib mengunjungi dokter jika dia mengalami peningkatan jumlah keputihan seperti ini, apalagi jika terjadi kebocoran terus menerus atau perubahan tekstur yang tebal dan seperti jeli.

Putih dan Kental

thick white vaginal discharge 1

Foto: flo.health

Keputihan yang kental dan putih atau keruh, menyerupai keju cottage, dapat mengindikasikan infeksi jamur.

Infeksi ragi sering terjadi, dan tubuh sangat rentan terhadapnya selama kehamilan. Gejala lainnya adalah rasa gatal, terbakar, dan buang air kecil atau hubungan seksual yang menyakitkan.

Baca Juga: 5 Penyebab Nyeri Perut Saat Hamil yang Tak Boleh Diremehkan

Hijau atau Kuning

Keputihan berwarna hijau atau kuning tidak sehat dan menunjukkan infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia atau trikomoniasis.

Biasanya penyakit ini diikuti dengan gejala lain seperti kemerahan atau iritasi pada alat kelamin, walau ada pula jenis IMS yang tidak menyebabkan gejala apa pun.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika, IMS dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan yang dapat mempengaruhi wanita dan anak.

Komplikasi ini kadang-kadang tidak muncul sampai bertahun-tahun setelah kelahiran, tetapi mereka dapat mempengaruhi sistem saraf dan perkembangan anak dan menyebabkan infertilitas pada wanita.

Nah, itulah yang perlu Moms ketahui soal keputihan saat kehamilan. Jagalah selalu kesehatan selama mengandung janin Moms, ya.

(GSA)

Artikel Terkait