KESEHATAN
8 Oktober 2020

Manfaat Sunat untuk Kesehatan dan Agama, Bisa Cegah Kanker Penis

Apakah sunat benar-benar dibutuhkan Si Kecil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Masa liburan sekolah biasanya dimanfaatkan oleh para orang tua untuk membawa anak laki-lakinya dikhitan atau disunat.

Khitan, sunat, atau sirkumsisi pada dasarnya adalah pemotongan sebagian dari preputium (kulit yang menutupi penis) sehingga keseluruhan glans penis terlihat.

Namun, apakah melakukan sunat pada anak adalah hal penting? Apa saha manfaat sunat yang bisa didapatkan?

Dalam ajaran Islam, tindakan ini biasa dilakukan pada usia anak-anak menjelang akil balig. Namun, kini, tak jarang juga orang tua yang mengajak anak laki-lakinya dikhitan sejak usia balita, meski tanpa adanya indikasi medis.

Berikut ini hal yang perlu diketahui tentang sirkumsisi atau sunat pada anak, seperti dijabarkan oleh dr. Yessi Eldiyani, Sp. BA, Dokter Spesialis Bedah Anak di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya.

Baca Juga: Jangan Asal, Ini Perawatan Bayi Setelah Disunat yang Tepat

Pengertian Metode Sunat pada Anak

Sebagian besar operasi bedah sirkumsisi memang dilakukan bukan berdasarkan alasan medis, tetapi lebih kepada ajaran agama maupun adat istiadat dan budaya. Sedangkan sebagiannya lagi dilakukan karena adanya indikasi medis, di antaranya:

1. Fimosis

Fimosis merupakan kulup penis yang melekat kencang pada kepala penis sehingga tidak dapat ditarik ke belakang melewati kepala penis. Kondisi ini umum terjadi pada anak berusia 2-6 tahun.

Seiring waktu, kulup penis seharusnya mulai terpisah dari kepala penis secara alami. Namun, bagi beberapa anak, kulup penis masih belum dapat ditarik ke belakang hingga usia 17 tahun.

Fimosis ini biasanya berhubungan dengan peradangan pada kepala penis (balanitis) dan peradangan pada kulup dan kepala penis (balanopostitis) yang terjadi secara berulang.

Fimosis masih dianggap wajar dan tidak menimbulkan masalah selama terjadi saat masih bayi dan balita.

2. Infeksi Saluran Kemih Berulang

Infeksi saluran kemih, atau ISK, adalah infeksi yang disebabkan pertumbuhan dan kuman yang berkembang biak di dalam saluran kemih yang steril.

Infeksi saluran kemih (ISK) sering terjadi pada anak. Setidaknya pada bayi yang baru lahir, infeksi saluran kemih rentan terjadi pada bayi laki-laki (75-80%) dibandingkan dengan bayi perempuan.

3. Paraphimosis

Ini merupakan kondisi di mana preputium (kulit yang menutupi penis) yang telah ditarik ke bagian belakang, tidak dapat dikembalikan pada posisi semula.

Ada dua cara tindakan operasi bedah sirkumsisi yang biasa dilakukan, yaitu secara konvensional dan smart clamp. Cara pertama (konvensional) adalah dengan memotong kulit yang menutupi glans penis, kemudian menjahitnya.

Sementara, smart clamp adalah metode menghentikan aliran darah ke preputium sehingga preputium akan mengalami kematian dan terlepas sendiri.

Kekurangan dari cara kedua adalah pengerjaannya membutuhkan waktu yang lebih lama bila dibandingkan dengan cara yang pertama.

"Sebelum melakukan tindakan sirkumsisi, anak akan diberikan anestesi lokal. Namun, pada tindakan sirkumsisi yang dilakukan saat bayi dan balita, biasanya diberikan anestesi umum, agar memudahkan dokter untuk melakukan tindakan," terang dr. Yessi.

Namun ingat, tidak ada yang sempurna ya Moms, bahkan operasi sunat pada anak yang tergolong tindakan mudah dapat menghasilkan infeksi ataupun komplikasi.

Infeksi luka operasi setelah sirkumsisi sangat jarang, dengan kecenderungan kurang dari lima persen. Tetapi, apabila itu terjadi maka pemberian antibiotika oral dan mandi teratur dapat mengurangi infeksi tersebut.

Pasien juga dapat mengalami perdarahan setelah tindakan sirkumsisi. Namun, perdarahan ringan di sela-sela jahitan sirkumsisi dan tidak sampai mengalir, atau perdarahan saat anak ereksi di pagi hari selama 1-2 hari pertama setelah disunat masih dianggap normal.

Ketika terjadi perdarahan, cukup dikeringkan dan dioles salep antibiotika topikal untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi.

Tetapi, segera konsultasikan dengan dokter apabila setelah sirkumsisi ditemukan perdarahan yang tidak wajar dengan jumlah banyak, mengalir tidak berhenti, bahkan setelah ditekan dengan kain kassa.

Masalah lain yang dapat terjadi setelah tindakan sirkumsisi adalah meatal stenosis, yaitu penyempitan atau perlekatan pada saluran buang air kecil. Keadaan ini dapat terjadi pada 11 persen kasus pasien sirkumsisi.

Pada bayi, hal tersebut berhubungan dengan dermatitis yang disebabkan karena kontak dengan popok sekali pakai.

Pasien yang memiliki kondisi medis tertentu tidak dapat melakukan tindakan sirkumsisi, karena dapat berisiko terjadinya komplikasi.

Beberapa kondisi medis tertentu tersebut seperti adanya hipospadia di muara uretra yang terletak tidak pada ujung penis, tetapi pada bagian ventral penis. "Hipospadia adalah kondisi di mana pasien seakan-akan telah disunat dari dalam kandungan," ujar dr. Yessi.

Pasien juga tidak dapat melakukan tindakan sirkumsisi apabila memiliki kelainan pembekuan darah, seperti hemofilia dan anemia aplastik.

Ada baiknya tindakan sirkumsisi dilakukan di rumah sakit bersama dokter spesialis bedah umum atau dokter spesialis bedah anak, sehingga bila ditemukan adanya kelainan organ atau kondisi medis tertentu, dokter dapat memberikan penjelasan dan penanganan yang lebih tepat.

Kapan usia yang tepat untuk anak melakuka sunat?

Dari sisi medis, tidak ada usia tertentu yang dipandang ideal atau terbaik untuk melakukan prosedur sirkumsisi. Apabila tidak ada masalah atau indikasi medis tertentu, sirkumsisi bisa dilakukan kapan saja.

Sekarang, semakin banyak orang tua yang tak segan membawa anaknya untuk dikhitan sejak dini. Selain karena adanya indikasi medis, juga untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

Manfaat yang didapat dengan sirkumsisi yang dilakukan ketika bayi tak jauh berbeda dengan tindakan sirkumsisi ketika anak di usia sekolah.

Bedanya, penggunaan bius bisa lebih sedikit. Lalu, saat sirkumsisi dilakukan ketika masih bayi, bayi belum terlalu banyak bergerak, sehingga proses penyembuhan pun bisa lebih cepat.

Agar lebih mengerti tentang sunat anak, simak manfaat sunat di bawah ini yuk, Moms.

Baca Juga: Apakah Bayi Perempuan Harus Disunat?

Manfaat Sunat untuk Anak

manfaat sunat untuk kesehatan

Foto: Orami Photo Stock

Bagi anak yang sudah melakukan khitan, tentu banyak manfaat sunat yang didapat. Sirkumsisi bisa menurunkan risiko terjadinya infeksi pada saluran kemih.

Selain itu, sirkumsisi juga dapat mencegah terjadinya fimosis dan paraphimosis, yaitu ketika kulup tidak bisa ditarik kembali dan terjebak di sekitar ujung penis.

1. Menurunkan Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Manfaat sunat yang umum didapatkan tentu adalah menurunkan risiko terjadinya ISK pada anak, terutama pada tahun pertama kehidupan seorang anak.

Berdasarkan jurnal dalam U.S. National Library of Medicine, ISK yang parah atau berulang dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau bahkan sepsis (infeksi aliran darah).

2. Mengurangi Risiko Kanker Penis dan Serviks

Manfaat sunat tampaknya mengurangi risiko kanker penis, meski para peneliti tidak yakin mengapa.

HPV berkontribusi pada risiko kanker penis, jadi itulah salah satu kemungkinan alasannya, tetapi karena kanker penis sangat jarang terjadi di Amerika Serikat, manfaat mengurangi kanker penis kecil.

3. Mengurangi Risiko Kanker Prostat

Sebuah studi besar baru-baru ini yang diterbitkan di BJU International menemukan bahwa sunat memiliki efek perlindungan terhadap risiko kanker prostat, terutama di antara pria kulit hitam yang berisiko tinggi.

Studi tersebut menemukan bahwa pria yang disunat ketika berusia lebih dari 35 tahun mengalami penurunan risiko kanker prostat sebesar 45 persen.

Untuk pria yang disunat dalam 1 tahun setelah lahir, risiko kanker prostat menurun 14 persen. Temuan akan kemungkinan manfaat sunat ini penting, terutama untuk populasi yang berisiko tinggi terkena kanker prostat.

Baca Juga: Kanker Prostat VS Infertilitas Pria

4. Menurunkan Risiko Tertular HIV

Tiga penelitian menemukan bahwa manfaat sunat memiliki efek perlindungan terhadap HIV. Penelitian yang dilakukan di Kenya, Afrika Selatan, dan Uganda mengungkapkan bahwa sunat menurunkan risiko seorang pria tertular HIV sebanyak 60 persen.

5. Mengalami Lebih Sedikit Kondisi Medis

Sebuah studi baru menemukan bahwa setengah dari laki-laki yang tidak disunat akan mengidap kondisi medis yang merugikan yang disebabkan oleh kulup mereka selama hidup mereka.

Studi tersebut mengatakan bahwa manfaat sunat melebihi risiko prosedur 100 banding 1.

6. Lebih Mudah untuk Dibersihkan

Manfaat sunat memudahkan untuk mencuci penis. Namun, anak laki-laki dengan penis yang tidak disunat dapat diajari untuk mencuci secara teratur di bawah kulup.

Baca Juga: Zaskia Mecca Sunat Anak Kelima Usia 2 Minggu, Ini 3 Manfaat Anak Disunat Sejak Bayi

7. Mencegah Risiko Paramifosis

Manfaat sunat secara medis berikutnya adalah menjauhkan dari risiko paramifosis. Paramifosis adalah keadaan ketika kulup tidak bisa ditarik kembali pada posisi awal.

Keadaan ini tentunya dapat berakibat buruk untuk kesehatan penis, karena membatasi aliran darah ke ujung penis.

Gangguan ini bisa terjadi saat menarik kulup berlebihan ketika buang air kecil, atau karena memiliki kulup yang kencang, juga bisa diakibatkan karena menindik penis.

Jika tidak segera ditangani, paramifosis kemungkinan akan menyebabkan gangren (jaringan mati karena infeksi). Perawatan atau pengobatan sementara bertujuan hanya mengurangi pembengkakan.

8. Tidak Sakit saat Berhubungan Seks

Penelitian tentang kepuasan seksual setelah penyunatan pada umumnya terbatas pada pria yang disunat saat dewasa, khususnya di Afrika.

Studi terhadap pria ini menunjukkan bahwa pria yang disunat mengalami lebih sedikit rasa sakit saat berhubungan seks dibandingkan pria yang tidak disunat.

Tetapi, manfaat sunat belum terbukti menghasilkan perubahan apa pun dalam fungsi seksual (seperti mendapatkan dan mempertahankan ereksi).

Baca Juga: Anak Laki-laki Lebih Lambat Berjalan, Mitos atau Fakta?

Manfaat Sunat dalam Agama

manfaat sunat dalam agama

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya mengetahui manfaat sunat pada umumnya, selain untuk kesehatan, sunat juga diwajibkan dalam agama lho.

Sunat atau dalam agama Islam dikenal dengan khitan. Sunat adalah suatu kewajiban bagi laki-laki untuk mengikuti Sunnah Rasulullah SAW.

Sunat akan mempermudah seorang muslim untuk mensucikan diri dari najis, sedangkan suci dari najis menjadi prasarat utama untuk sahnya shalat.

Manfaat sunat dikatakan untuk menghindari adanya najis pada anggota badan saat shalat. Karena, tidak sah shalat seseorang apabila ada najis yang melekat pada badan kita.

Dengan sunat, maka najis kencing yang melihat disekitar kulfa (kulub) akan jauh lebih mudah dihilangkan bersamaan dengan saat seseorang membasuh kemaluannya setelah buang air kecil.

Setelah tindakan sirkumsisi, pasien akan mengalami beberapa reaksi jangka pendek yang tidak membahayakan. Oleh karena itu, hal ini tidak perlu dikhawatirkan.

Reaksi tersebut antara lain seperti rasa ngilu pada kepala penis yang baru dikhitan. Ini wajar terjadi karena kepala penis menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan atau kontak dengan celana dalam.

Rasa ngilu akan berangsur-angsur berkurang dalam kurun waktu 2-4 minggu. Usai disunat, disarankan menggunakan celana dalam yang lebih longgar atau celana dalam sunat.

Bila selesai buang air kecil, jangan lupa bersihkan sisa air dengan tisu atau kasa pada tiga hari pertama selesai sirkumsisi.

Selanjutnya, pada seminggu awal usai sirkumsisi sebaiknya kurangi aktivitas naik sepeda, naik motor, atau menunggang kuda untuk mengurangi gesekan antara luka sirkumsisi dengan sadel.

Itu dia Moms, manfaat sunat untuk anak yang dapat diketahui. Semoga berguna.

Artikel Terkait