KESEHATAN
6 November 2019

Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis?

Sama-sama gatal, tapi beda gejala dan penyebabnya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Meski ketiganya sering dialami oleh anak, rupanya masih banyak orang tua yang belum tahu perbedaan panu, kurap, dan kudis.

Selain penting untuk melakukan langkah pencegahan, dengan mengetahui perbedaan panu, kurap, dan kudis Moms bisa segera memberikan pengobatan yang efektif sesuai gejala serta penyebabnya.

Supaya tidak tertukar lagi, perhatikan dulu perbedaan panu, kurap, dan kudis berikut ini ya, Moms.

Panu

Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis 1.jpg

Foto: netdoctor.co.uk

Dikenal dengan istilah medis tinea versicolor atau pytiarisis versicolor, panu adalah masalah kulit yang paling sering terjadi pada anak yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.

Menurut American Academy of Dermatology, panu adalah masalah kulit tidak berbahaya dan tidak menular yang bisa dikenali dari gejala, seperti:

  • Bercak dengan warna yang lebih terang atau gelap dari warna kulit sekitarnya. Bisa muncul di bagian tubuh manapun, terutama wajah.
  • Bercak memiliki tekstur kering bersisik dan terasa gatal, terkadang terlihat seperti ruam merah.
  • Sering muncul saat musim panas dan menghilang saat musim hujan.

Baca Juga: Mengenal Panu pada Balita, 1 dari 4 Penyebab Perubahan Warna Kulit pada Wajah Balita

Panu paling sering disebabkan oleh jamur jenis Malassezia globosa, yang bisa berkembang biak dengan sangat cepat dalam kondisi cuaca panas dan lembap, tubuh sering berkeringat, kulit berminyak, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Jamur penyebab panu bisa dimatikan dengan mengoleskan salep anti-jamur pada area kulit yang bermasalah, tapi butuh waktu beberapa minggu sampai warna kulit Si Kecil kembali seperti semula ya, Moms.

Kurap

Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis 2.jpg

Foto: br.freepik.com

Kurap atau ringworm adalah penyakit kulit akibat infeksi jamur yang sangat menular, baik melalui sentuhan atau berbagi barang dengan orang maupun hewan peliharaan yang sudah terinfeksi.

Mengutip informasi dari situs WebMD, gejala kurap yang paling mudah dikenali adalah ruam berbentuk cincin dengan bagian pinggir yang berwarna kemerahan dan sedikit menonjol.

Baca Juga: 7 Tips Merawat Kulit Sensitif Balita

Sebagian besar kasus kurap pada anak terjadi di kulit kepala dan terkadang menyebabkan pitak, tapi bisa juga muncul di area tubuh anak lain seperti kuku, selangkangan, kaki, wajah, ataupun telapak tangan.

Kurap ringan bisa diobati dengan mengoleskan salep anti-jamur selama 2 sampai 4 minggu, untuk memastikan jamur mati sepenuhnya dan kurap tidak kambuh lagi.

Kudis

Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis 3.jpg

Berbeda dengan panu dan kurap yang disebabkan oleh jamur, kudis atau skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau mikroskopik Sarcoptes scabiei.

Seperti dijelaskan oleh perawat klinis spesialis kulit Dr. Cynthia Cobb, DNP, APRN, tungau awalnya berkembang biak di permukaan kulit kemudian membuat lubang untuk bersarang dan bertelur di dalam kulit.

Gejala kudis biasanya baru muncul enam minggu setelah terkena tungau, berupa ruam atau bentol seperti jerawat yang terasa sangat gatal di malam hari. Kalau digaruk, ruam bisa berubah menjadi luka infeksi.

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Atasi Kulit Kering pada Balita dengan 5 Cara Tepat Ini

Kalau Moms melihat gejala kudis, segera bawa Si Kecil ke dokter agar bisa diberikan salep khusus untuk membunuh tungau serta obat lain untuk mengurangi gejala gatal dan risiko infeksi.

Segera bawa Si Kecil ke dokter kalau gejala panu, kurap, dan kudis tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu melakukan pengobatan ya, Moms.

Apa Moms pernah punya pengalaman dalam mengatasi panu, kurap, atau kudis pada anak?

Artikel Terkait