KESEHATAN
11 Juli 2019

Sering Update di Media Sosial? Bisa Jadi Kamu Mengidap Histrionic Personality Disorder

Seringkah kita update status di media sosial?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Pernahkah kita menemukan seseorang yang senang update status di media sosial dengan reaksi yang berlebihan dan ingin menjadi pusat perhatian?

Jika Moms pernah menemukan dengan seseorang yang seperti itu, bisa jadi dia mengidap HPD atau Histrionic Personality Disorder.

Histrionic Personality Disorder adalah salah satu dari sekelompok kondisi gangguan kepribadian yang disebut dengan "Cluster B" atau "dramatis".

Orang dengan Histrionic Personality Disorder (HPD) sebenarnya memiliki keterampilan sosial yang baik, namun mereka cenderung menggunakan keterampilan ini untuk memanipulasi orang lain sehingga mereka bisa menjadi pusat perhatian.

Individu dengan HPD senang menunjukkan emosi yang berlebihan, kecenderungan menganggap segala sesuatu secara emosional, dan merupakan pencari perhatian. Sehingga, jika seseorang senang meng-update status atau kondisinya di media sosial, mungkin saja ia mengidap HPD.

Baca Juga: 4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengizinkan Anak Memiliki Akun Media Sosial

Gejala Histrionic Personality Disorder

Histrionic Personality Disorder

Orang dengan HPD biasanya memiliki keterampilan komunikasi yang baik dan seringkali cukup karismatik. Mereka juga senang membangun citra kehidupan bahagia atau kehidupan mewah.

Tetapi di balik itu semua, mereka mengalami kesulitan membangun dan mempertahankan hubungan yang dekat dengan orang lain.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders oleh American Psychiatric Association, berikut adalah gejala HPD:

  • Senang menjadi pusat perhatian
  • Berpakaian atau menunjukkan perilaku menggoda atau bersikap genit yang berlebihan.
  • Bertindak sangat dramatis, memunculkan emosi dan ekspresi yang berlebihan.
  • Terlalu peduli dengan penampilan fisik.
  • Sangat sensitif terhadap kritik atau ketidaksetujuan.
  • Mudah bosan dengan rutinitas.
  • Buat keputusan yang gegabah/impulsif.
  • Berpusat pada diri sendiri.
  • Memiliki kesulitan mempertahankan hubungan.
  • Mengancam atau mencoba bunuh diri untuk mendapatkan perhatian.

Ahli gangguan mental Steve Bressert, Ph.D., mengungkapkan bahwa diagnosa HPD biasanya terjadi saat dewasa. Jarang sekali kondisi ini terdiagnosis saat kecil atau remaja, karena anak-anak terus berkembang dan mengalami perubahan kepribadian. Namun, bila anak atau remaja didiagnosis dengan HPD, itu artinya gejala-gejala di atas terjadi secara konstan dalam waktu setidaknya satu tahun.

Baca Juga: Sebelum Posting Foto Anak di Media Sosial, Perhatikan Hal Ini!

Perbedaan Histrionic Personality Disorder dan Narcissistic Personality Disorder

Histrionic Personality Disorder

Gangguan kepribadian HPD dan Narcissistic Personality Disorder (NPD) ini keduanya merupakan gangguan kepribadian Cluster B atau dramatis. Kedua kondisi ini hampir serupa, namun dua gangguan ini terlihat berbeda dalam beberapa hal.

Orang dengan NPD idak hanya membutuhkan perhatian saja, tetapi juga membutuhkan kekaguman, pujian, dan pengakuan.

Ia akan tampil dengan keunggulan-keunggulan yang mereka punya, kurang memperhatikan perasaan orang lain, dan untuk menimbulkan kesan bagi orang lain sehingga dirinya mendapat pujian.

Berbeda dengan orang HPD, mereka tidak terlalu peduli dengan jenis perhatian yang akan mereka terima dan membiarkan diri mereka dilihat dengan cara yang positif atau cara yang negatif.

Selama orang dengan HPD menjadi pusat perhatian, ia akan merasa senang dan puas. Karena orang yang hidup dengan HPD mudah bosan, mereka juga kesulitan mempertahankan hubungan, baik dengan seseorang atau hubungan pekerjaan.

Baca Juga: Waspada! Ini 7 Tanda Suami Narsis dan Cara Menghadapinya

Pengobatan Bagi Penderita Histrionic Personality Disorder

Histrionic Personality Disorder

Setelah mengetahui gejala dan pergi ke tenaga ahli, dokter akan memulai evaluasi dengan melakukan riwayat medis dan psikiatris lengkap. Secara umum, orang dengan gangguan kepribadian histrionik tidak percaya bahwa mereka membutuhkan terapi.

Mereka juga cenderung melebih-lebihkan perasaan mereka dan tidak menyukai rutinitas, yang membuat rencana perawatan akan menjadi sulit.

Psikoterapi (sejenis konseling) biasanya merupakan pengobatan pilihan untuk gangguan ini. Obat pun kadang-kadang dapat digunakan juga untuk penyembuhan.

Untuk mencegahnya terjadi pada diri kita sendiri, kita harus lebih produktif dalam menghadapi situasi dan mempelajari atau mencari tahu tentang HPD lebih mendalam.

(SA)

Artikel Terkait