KELUARGA
20 September 2019

Seru Banget, Ini 3 Permainan Tradisional Mendidik untuk Si Kecil

Permainan lompat tali mengajarkan kesabaran dan melatih konsentrasi
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Generasi native digital, begitulah istilah untuk menyebut anak-anak masa kini. Di mana tak jarang menemukan anak dengan gadget di tangannya dan akan fokus dengan durasi lama tanpa mempedulikan sekitar.

Padahal pada usia itu, karakter anak sedang terbentuk, di mana lingkungan menjadi salah satu faktornya. Kemajuan teknologi menjadikan kurangnya lahan terbuka, yang kemudian mengubah pola bermain anak-anak.

Dilansir dari Washington Post, pada jurnal yang diterbitkan oleh American Academy of Pediatrics dijelaskan bahwa penggunaan elektronik oleh anak-anak dapat mengganggu perkembangan bicara dan bahasa.

Maka dari itu, para orang tua setidaknya mengajarkan salah satu permainan tradisional untuk mendapatkan ajaran yang baik dengan cara yang asyik.

Kini, banyak anak-anak yang tak mengenali permainan tradisional yang sarat akan makna, kaya akan unsur imajinasi, melibatkan kerja sama, membentuk kepedulian sosial, dan berpengaruh terhadap kecerdasan anak.

Dilansir dari Lingokids, anak-anak akan lebih senang jika berinteraksi dengan teman-temannya ketika bermain permainan tradisional. Yuk, kenalkan anak-anak pada permainan tradisional yang mendidik! Berikut daftarnya!

Baca Juga: Ini Permainan Seru Bersama yang Membantu Perkembangan Si Kecil

1. Lompat Tali

permainan tradisional yang mendidik.jpg

Seperti namanya, permainan ini memerlukan tindakan fisik, yakni melompat. Lompat tali ini layaknya olahraga lompat tinggi, yang membedakan hanya medianya.

Permainan ini menggunakan gelang karet yang telah diikat simpul hingga seperti tali berukuran panjang. Lompat tali memerlukan setidaknya tiga orang, dua orang untuk memegang ujung tali karet, dan satu orang yang melompatinya.

Permainan ini terbagi menjadi beberapa bagian, yakni bagian awal memiliki ketinggian yang cukup rendang dimulai dari setinggi mata kaki, hingga setinggi kepala. Kemudian ada pula bagian di mana kita harus melompat beriringan dengan tali yang diputar.

Permainan ini dilakukan secara bergiliran. Selain baik untuk fisik anak, lompat tali melatih kesabaran anak ketika menunggu giliran, pun juga melatih konsentrasi saat sedang melompati tali.

2. Engklek

permainan tradisional yang mendidik 2.jpg

Engklek atau di beberapa wilayah di Indonesia juga dikenal dengan Sundah Mandah yang dalam kamus Belanda memiliki arti Sunday Monday. Hal tersebut berasal dari tujuh kotak yang biasa digambar di aspal dengan kapur yang melambangkan tujuh hari dalam seminggu.

Permainan ini juga membutuhkan aktivitas fisik, di mana anak-anak akan melompati kotak tersebut dengan satu kaki setiap akan menapak pada 1 kotak, dan meletakkan kedua telapak kaki jika berada pada 2 kotak berdampingan.

Sebagai awal permainan, seseorang harus melempar lempengan ke dalam kotak secara berurutan. Seseorang bisa memulai permainan, jika lempengan tersebut berada dalam kotak yang dituju.

Permainan engklek ini tentu dapat melatih fisik anak, melatih konsentrasi, dan melatih kesabaran ketika belum mendapat giliran, karena lempengan belum berhasil masuk ke dalam kotak, juga mengerti arti bekerja keras setelah lelah melompat dengan satu kaki dan mendapatkan ‘rumah’ pada akhir permainan.

Baca Juga: 5 Cara Alami Mengatasi Masuk Angin Pada Balita

3. Injit-injit Semut

permainan tradisional yang mendidik 3.jpg

Permainan ini dikenal juga karena lagu yang mengiringi selama permainan dilakukan. Permainan ini harus dilakukan paling sedikit dua orang, namun akan lebih seru jika dilakukan lebih dari dua orang.

Injit-injit semut ini dilakukan dengan tangan yang disusun ke atas dengan saling mencubit bagian atas tangan. Tangan yang paling bawah akan berpindah ke atas untuk mencubit tangan temannya ketika lagu selesai.

Dalam permainan ini tidak ditentukan siapa pemenangnya, namun yang menyenangkan adalah ketika kita dapat mencubit tangan teman kita sambil bernyanyi bersama.

Emotional quotient adalah salah satu nilai yang dapat diambil dari permainan ini, dimana anak dapat belajar menerima, menilai, dan mengelola emosi dengan baik.

Biasanya, pemain yang paling atas merasa sangat senang, karena ia tidak akan merasakan sakit akibat cubitan temannya, namun babak berikutnya ia akan merasakan hal yang sama dengan teman-temannya, menerima cubitan.

Baca Juga: Bolehkah Anak Melakukan Veneer Gigi?

Itulah beberapa permainan tradisional yang bisa Moms ajarkan pada Si Kecil. Yuk ajak Si Kecil main permainan tradisional sekaligus melestarikannya!

(PSF/ERN)

Artikel Terkait