KEHAMILAN
17 September 2020

Sesak Napas pada Ibu Hamil saat Tidur: Pelajari Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sesak napas selama kehamilan akan meningkat dalam frekuensi dan intensitasnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sesak napas adalah masalah umum bagi ibu hamil dan bukan hal yang terlalu serius. Bagi Moms yang hamil, normal untuk merasa sesak napas karena ini dipengaruhi oleh peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan ibu hamil bernapas lebih dalam.

Pada awal masa kehamilan, ibu hamil mungkin sulit bernapas karena harus menyesuaikan diri dengan tingkat hormon yang baru. Gejala ini biasanya hilang setelah beberapa minggu, kemudian muncul kembali selama trimester kedua atau ketiga. Hal tersebut membuat ibu hamil merasa seolah-olah sedang bekerja lebih keras sehingga membutuhkan banyak oksigen.

Laura Riley, M.D., Direktur Perawatan Persalinan di Massachusetts General Hospital, Boston, menjelaskan bahwa pernapasan juga bisa menjadi lebih sulit ketika Si Kecil di dalam perut tumbuh lebih besar. Organ-organ lain seolah dipaksa bergeser karena rahim yang membesar dan membutuhkan lebih banyak ruang.

"Paru-paru ibu hamil mungkin tidak memiliki cukup ruang untuk mengembang dengan napas penuh dan diafragmanya tidak dapat memberikan banyak bantuan karena juga ikut terkompresi," ujarnya seperti dikutip dari Parents.com.

Baca Juga: Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

Cara Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil saat Tidur

posisi tidur2.jpg

Biasanya ibu hamil mengalami sesak napas pada saat dia duduk, berdiri, bahkan tidur. Ketika sesak napas terjadi saat tidur, tentu itu bukan hal yang nyaman dan harus diatasi. Berikut ini adalah 6 cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur:

  1. Gunakan Penyangga
    Moms yang sedang hamil harus meletakkan beberapa bantal di bawah tubuh bagian atas sehingga berada diposisi setengah duduk atau tidur menggunakan penyangga. Tidur dengan bantal yang menopang punggung atas, sangat bermanfaat karena memungkinkan gravitasi menarik rahim ke bawah dan memberi ruang lebih pada paru-paru. Ini adalah salah satu cara terbaik yang mampu mengurangi tekanan antara rahim dan paru-paru, sehingga dapat membantu Moms bisa bernapas sedikit lebih lega.
  2. Beri Ruang pada Diri Sendiri untuk Bernapas
    Moms dapat meredakan gejala sesak napas saat tidur dengan memberi ruang pada paru-paru untuk bernapas sebanyak mungkin. Moms bisa mencoba bangkit dari tidur dan duduk tegak atau berdiri, ini dapat membantu Moms memperluas ruang di rongga perut.
  3. Menggunakan Bantal di Kaki
    Ibu hamil harus tidur pada posisi yang memang paling nyaman dan banyak yang menyarankan ibu hamil untuk tidur miring ke kiri. Moms bisa tidur dan berbaring miring ke kiri dengan bantal di antara kaki dan kepala ditinggikan dengan bantal.

Moms harus menjaga agar punggung tetap lurus. Sedikit miring ke kiri dalam posisi ini juga dapat membantu menjaga uterus menjauhi aorta, arteri utama yang memindahkan darah beroksigen ke seluruh tubuh.

1. Mempraktikkan Postur Tubuh yang Baik

Mempraktikkan postur tubuh yang baik akan memungkinkan rahim menjauh dari diafragma sejauh mungkin. Moms bisa menggunakan alat tambahan berupa sabuk penunjang kehamilan yang dapat mempermudah melatih postur tubuh dengan baik. Biasanya, sabuk ini tersedia di toko khusus dan online.

2. Mengatur Napas Lebih Dalam

Mempraktikkan teknik pernapasan yang biasa digunakan dalam persalinan, seperti pernapasan Lamaze juga bisa menjadi solusi Moms yang kerap merasakan sesak napas saat tidur. Dikutip dari Healthline, teknik pernapasan lamaze adalah teknik pernapasan yang didasarkan pada gagasan meningkatkan relaksasi dan mengurangi persepsi nyeri dengan bernapas.

Beberapa teknik penting untuk pernapasan terkontrol ini seperti ambil napas perlahan dan dalam, mempertahankan ritme, bernapas melalui mulut atau hidung, menjaga mata tetap terbuka atau tertutup, dan berfokus pada satu benda fisik sederhana seperti foto atau pasangan.

Teknik pernapasan Lamaze adalah program lengkap untuk membangun kepercayaan diri dan menjaga hal-hal sederhana untuk kelahiran yang aman dan sehat. Mempraktikkan teknik-teknik ini selama kehamilan juga dapat membantu Moms latihan menggunakannya selama persalinan.

3. Jangan Panik

Meskipun Moms mungkin merasa seolah-olah mendapatkan lebih sedikit udara, namun Moms harus ingat bahwa itu adalah pengaruh dari kadar progesteron yang tinggi. Oleh karena itu, Moms tidak perlu panik kecuali, jika sesak napas itu muncul secara tiba-tiba, parah, tampaknya memburuk, atau menyebabkan nyeri, batuk, mengi, atau jantung berdebar-debar.

Moms harus peka untuk mendengarkan tubuh dan memperlambat saat dibutuhkan. Sangat penting untuk beristirahat jika pernapasan menjadi terlalu sulit saat Moms beraktifitas. Pada tahap akhir kehamilan, seorang wanita mungkin tidak dapat melakukan aktivitas fisik yang sama seperti sebelumnya.

Baca Juga : Patut Diwaspadai, Ini Gejala Sesak Napas Saat Hamil Akibat Asma

Penyebab Ibu Hamil Sesak Napas saat Tidur

Bedakan Sesak Napas dan Napas Pendek, Simak Penjelasan Berikut Ini.jpg

Ketika tanda-tanda bahaya sesak napas itu terjadi, maka Moms harus segera bertemu dokter karena itu bisa jadi tanda kelainan pada kehamilan Moms. Oleh karena itu penting bagi Moms tau apa saja penyebab ibu hamil merasa sesak napas saat tidur dan bekergiatan lainnya, secara mendetail.

1. Trismester Pertama

Dikutip dari Medical News Today, dijelaskan bahwa janin tidak harus terlalu besar untuk menyebabkan perubahan pernapasan pada wanita hamil. Diafragma atau pita jaringan otot yang memisahkan jantung dan paru-paru dari perut, naik sebanyak 4 sentimeter selama trimester pertama kehamilan.

Gerakan diafragma membantu paru-paru terisi udara. Sementara beberapa ibu hamil mungkin tidak menyadari seberapa besar perubahan mereka dapat bernapas, yang lain mungkin memperhatikan bahwa mereka tidak dapat mengambil napas dalam-dalam.

Selain perubahan diafragma, Moms sebagai ibu hamil sering kali bernapas lebih cepat akibat peningkatan hormon progesteron. Progesteron memainkan peran penting dalam perkembangan janin. Ini juga merupakan stimulan pernapasan, yang berarti menyebabkan pernapasan seseorang menjadi lebih cepat. Jumlah progesteron dalam tubuh seorang wanita akan meningkat selama masa kehamilan.

Meskipun bernapas lebih cepat tidak selalu menyebabkan sesak napas, beberapa ibu hamil mungkin memperhatikan perubahan pola pernapasan.

2. Trismester Kedua

Ibu hamil biasanya mengalami sesak napas yang lebih terlihat pada trimester kedua karema rahim mulai tumbuh. Tidak hanya itu, beberapa perubahan pada cara fungsi jantung juga dapat menyebabkan sesak napas.

Jumlah darah dalam tubuh wanita meningkat secara signifikan selama kehamilan. Jantung harus memompa lebih keras untuk memindahkan darah ini ke seluruh tubuh dan ke plasenta. Beban kerja yang meningkat pada jantung, akhirnya bisa membuat ibu hamil merasa sesak napas.

3. Trimester ketiga

Selama trimester ketiga, pernapasan mungkin menjadi lebih mudah atau sebaliknya justru lebih sulit. Hal ini terutama bergantung pada posisi kepala bayi yang sedang berkembang.

Sebelum bayi mulai berputar dan turun lebih jauh ke dalam panggul, kepala bayi mungkin terasa seperti berada di bawah tulang rusuk dan menekan diafragma, yang dapat membuat sulit bernapas. Menurut National Women’s Health Resource Center jenis sesak napas ini biasanya terjadi antara minggu ke 31 dan 34.

Baca Juga: Posisi Tidur Yang Baik Bagi Ibu Hamil

4. Penyebab Tambahan

Jika ibu hamil mengalami sesak napas yang parah, penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Meskipun perubahan kehamilan dapat menyebabkan sesak napas, kondisi medis lain juga dapat menyebabkan masalah tersebut. Misalnya:

  • Asma: Kehamilan dapat memperburuk gejala asma yang ada. Siapa pun dengan asma harus berbicara dengan dokter tentang perawatan yang aman selama kehamilan, seperti inhaler atau obat-obatan.
  • Kardiomiopati peripartum: Ini adalah jenis gagal jantung yang dapat terjadi selama kehamilan atau segera setelah melahirkan. Gejalanya berupa pergelangan kaki bengkak, tekanan darah rendah, kelelahan, dan jantung berdebar-debar. Banyak wanita pada awalnya mungkin mengaitkan gejala mereka dengan kehamilan, tetapi kondisi tersebut dapat sangat memengaruhi kesehatan wanita dan seringkali memerlukan perawatan.
  • Emboli paru: Emboli paru terjadi ketika gumpalan darah tersangkut di arteri di paru-paru. Emboli dapat secara dramatis memengaruhi pernapasan dan menyebabkan batuk, nyeri dada, dan sesak napas.

Tips Agar Ibu Hamil Bisa Tidur Lebih Nyaman

5 Bahaya Tidur Pakai Makeup untuk Kulit, Jangan Dilakukan Ya!

Penting juga bagi Moms untuk berusaha tidur lebih nyaman saat sedang hamil. Ini akan membantu Moms merasa lebih rileks dan mungkin dapat bernapas dengan lebih mudah.

1. Banyak Minum

Minum banyak cairan di siang hari, tetapi kurangi sebelum tidur untuk meminimalkan frekuensi buang air kecil pada malam hari.

2. Teruslah bergerak atau olahraga bahkan jika Moms tidak mau

Berolahra mungkin adalah hal yang cukup sulit dilakukan. Akan tetapi, olahraga ringan seperti jalan kaki pun dapat meningkatkan sirkulasi dan membantu mengurangi kram kaki di malam hari. Hanya saja, jangan berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur.

Baca Juga: Ini 11 Manfaat Berolahraga Untuk Ibu Hamil

3. Pergi tidur dengan kepala yang jernih

Stres dan kecemasan adalah penyebab utama ibu hamil susah tidur dengan nyaman. Ingatlah bahwa khawatir tidak akan membantu Moms menyelesaikan masalah, kecuali Moms membicarakannya. Temukan teman atau profesional yang dapat mendengarkan dan membantu Moms jika ada masalah yang membuat khawatir atau kesal selama menjalani kehamilan.

4. Masuk ke rutinitas waktu tidur yang baru

Jika Moms menetapkan rutinitas malam yang konsisten, menenangkan, dan nyaman, Moms akan bisa rileks dan tertidur dengan lebih mudah. Menjelang waktu tidur, cobalah beberapa ritual menenangkan ini seperti minum secangkir teh bebas kafein atau secangkir susu hangat dengan madu, sedikit camilan sehat, mandi air hangat, dan membaca buku.

Baca Juga: Begini Cara Menghadapi Ibu Hamil yang Sesak Napas

5. Tidur di siang hari

Jika Moms tidak cukup istirahat di malam hari, lakukan tidur siang untuk membantu mengurangi kelelahan. Cobalah tidur siang selama 20 - 30 menit di akhir pekan dan jika Moms pulang kerja lebih awal. Namun, jangan tidur lebih lama dari ini. Tidur siang yang lama sebenarnya dapat membuat Moms merasa lebih lelah daripada sebelumnya.

Artikel Terkait