KESEHATAN
26 Maret 2019

Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

Sesak napas saat berbaring bisa jadi indikasi adanya masalah yang serius pada jantung
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah Moms pernah tiba-tiba merasa sesak napas ketika sedang berbaring? Rasanya pasti sangat tidak nyaman, kadang diikuti dengan nyeri atau sensasi berat saat mengambil napas.

Kondisi ini disebut sesak napas jika frekuensi pernapasan meningkat di atas 24 kali per menit. Apa penyebabnya?

Banyak orang menduga sesak napas merupakan pertanda dari adanya masalah pada paru-paru. Padahal, penyebab sesak napas tak hanya masalah paru-paru.

Sesak napas juga bisa terjadi ketika Moms mengalami gangguan pada organ tubuh lain, misalnya jantung.

Sesak napas sendiri merupakan gejala dari suatu penyakit serius yang tidak boleh diremehkan, karena bisa menyebabkan kematian.

Pada penderita penyakit jantung, sesak napas terjadi karena jantung kesulitan memompa darah untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Lalu, masalah jantung apa saja yang bisa menyebabkan sesak napas?

Baca Juga: Tak Selalu Serangan Jantung, Ini 4 Penyakit Lain yang Diawali dengan Nyeri Dada 

1. Gagal Jantung

awas, sesak napas saat berbaring bisa jadi pertanda penyakit jantung

Gagal jantung bukan berarti jantung Moms berhenti berdetak. Gagal jantung mengacu pada kondisi jantung yang lemah. Napas pendek dan perasaan lelah bisa menjadi tanda pada kondisi gagal jantung.

Seringkali penderita gagal jantung juga mengalami pembengkakan di pergelangan kaki, kaki, dan betis akibat jantung tidak cukup kuat untuk memompa darah dengan baik.

Pada tahap awal gagal jantung, Moms mungkin mengalami kesulitan bernapas setelah berolahraga, berpakaian, atau berjalan.

Tetapi ketika jantung semakin lemah, Moms bisa saja merasa terengah-engah bahkan ketika sedang berbaring. Temui dokter segera jika itu terjadi.

2. Takikardia

woman with chest pain and headache looking in bathroom mirror in dressing gown

Takikardia adalah kondisi detak jantung yang cepat, biasanya lebih dari 100 kali per menit pada orang dewasa.

Ada beberapa jenis takikardia, tetapi satu yang dapat menyebabkan sesak napas adalah atrial tachycardia (SVT).

Menurut American Heart Association, gejala takikardia berupa sesak napas atau sakit di dada, pusing, jantung yang berdetak sangat cepat, napas tersengal-sengal, dan rasa mual.

Pada kondisi SVT, detak jantung meningkat karena sinyal listrik di jantung terganggu. Penderita SVT yang mengalami sesak napas harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Breath Holding Spell Pada Bayi

3. Edema Paru

body casual concrete 704974

Meski namanya edema paru, yang artinya ada cairan ekstra di paru-paru yang membuat seseorang kesulitan bernapas, biasanya kondisi ini disebabkan oleh masalah jantung.

Jika jantung sakit atau rusak, jantung tidak dapat memompa cukup banyak darah yang didapatnya dari paru-paru.

Ketika itu terjadi, tekanan di jantung menumpuk dan mendorong cairan ke kantong udara paru-paru, menyebabkan sesak napas.

Segera cari bantuan medis jika Moms mengalami sesak napas yang semakin memburuk saat berbaring, merasa seperti sedang tenggelam, kulit berubah menjadi kebiruan atau abu-abu, batuk mengandung darah, atau merasa detak jantung menjadi lebih cepat atau tidak teratur.

(VAN)

Artikel Terkait